Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Aceh · 19 Jan 2026 15:49 WITA ·

Banjir di Rote Timur Sudah Ada Sebelum Pembangunan Tambak Garam, Dampak Positif Industri Didukung Masyarakat


Banjir di Rote Timur Sudah Ada Sebelum Pembangunan Tambak Garam, Dampak Positif Industri Didukung Masyarakat Perbesar

Kabupaten Rote Ndao.Sulutnews.com – Banjir yang terjadi di Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), bukan merupakan hal baru dan telah terjadi sejak lama, bahkan sebelum dimulainya proyek pembangunan tambak garam nasional. Hal ini disampaikan oleh Camat Rote Timur, Milian Bulan, yang menyatakan bahwa faktor utama penyebab banjir di wilayah tersebut adalah intensitas hujan yang tinggi.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, tidak hanya pemerintah yang turut bergerak, namun masyarakat lokal serta pekerja proyek PT Nindya Karya juga secara aktif membantu membersihkan lumpur yang menutupi jalan akibat genangan air, menunjukkan kerja sama yang erat antara pihak proyek dan masyarakat.

Kepala Desa Serubeba, Johanis Poy, juga mengakui bahwa genangan air sudah ada jauh sebelum pembangunan tambak garam dimulai. Meskipun demikian, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mendukung kehadiran industri garam nasional di daerah tersebut. Menurutnya, dampak positif yang diberikan oleh proyek ini sangat besar bagi peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi warga lokal.

Wakil Project Manager PT Nindya Karya, Eko, menegaskan bahwa proyek tambak garam tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat. Sebaliknya, proyek ini telah membuka peluang lapangan kerja serta berbagai kesempatan ekonomi baru bagi penduduk sekitar. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi yang intensif dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pemerintah daerah terkait pelaksanaan proyek dan pengelolaan dampaknya.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,248 kali

Baca Lainnya

Ambulans NHM Bantu Layani 130 Layanan Kemanusiaan untuk Warga

25 Juli 2026 - 01:28 WITA

Wakil Bupati Aditya Pontoh Tutup Pelatihan Dasar CPNS Angkatan XII Kabupaten Bolmong Utara Tahun 2026

25 Juli 2026 - 00:48 WITA

Cara Buat QRIS neobank untuk Usaha Rumahan, Praktis Terima Pembayaran Digital

24 Juli 2026 - 23:21 WITA

Hari Anak Nasional, LRT Jabodebek Jadikan Transportasi Publik sebagai Ruang Belajar Anak

24 Juli 2026 - 21:56 WITA

URI Pengakuan Telanjang Kegagalan Pendidikan Tinggi Indonesia

24 Juli 2026 - 20:05 WITA

Demi Keselamatan Rakyat, Pangdam XIV/Hsn Dan Gubernur Sulsel Bangun Tanggul Sungai Rongkong

24 Juli 2026 - 19:29 WITA

Trending di Sulsel