Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Ekonomi · 26 Mei 2025 23:29 WITA ·

Bacirita APBN : Ekonomi Sulawesi Utara Tetap Tumbuh Positif dan Inflasi Terkendali di Tengah Ketidakpastian Global


Bacirita APBN : Ekonomi Sulawesi  Utara Tetap Tumbuh Positif dan Inflasi Terkendali di Tengah Ketidakpastian Global Perbesar

Manado,Sulutnews.com – Di tengah situasi ketidakpastian global, perekonomian Sulawesi Utara mampu tetap tumbuh kuat 5,62% yoy pada Q1 2025. Tiga aspek pemicu pertumbuhan ekonomi Sulut yaitu pertama; Kebijakan pemerintah diantaranya adanya Inpres Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur kebijakan efisiensi anggaran, program pemberian MBG yang sudah dimulai sejak Januari 2025 di beberapa locus daerah di Sulawesi Utara, pemberian diskon tarif tenaga listrik (Januari – Februari) bagi beberapa kategori pelanggan PLN, diskon tiket pesawat pada masa libur lebaran, dan pemberian THR ASN/TNI/Polri.

Kedua, adanya peningkatan produksi dan mobilitas masyarakat berupa peningkatan produksi padi dan jagung (panen raya), Perkebunan, pertanian, dan perikanan. Peningkatan jumlah penumpang angkutan laut (7,26%) dan udara (2,15%). Terakhir, tetap kuatnya tingkat konsumsi masyarakat yang dipengaruhi oleh tumbuhnya
kredit konsumsi sebesar 8,79% dan terkendalinya tingkat inflasi Sulawesi Utara pada Q1 2025.

Secara lebih spesifik, tingkat inflasi Sulawesi Utara pada bulan April 2025 adalah 2,27% yoy yang dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya telah berakhirnya program diskon tarif listrik, lonjakan harga emas dunia, naiknya beberapa komoditas karena cuaca ekstrim (ikan laut, beberapa komoditas pertanian, dan lainnya), dan volatilitas harga cabai rawit karena fluktuasi permintaan pada bulan Ramadhan dan lebaran.

Hal tersebut disampaikan Hari Utomo,  Kakanwil DJPB Sulut, dalam paparan penyampaikan kinerja APBN sampai dengan 30 April 2025 bahwa ALCo Regional bertugas menyusun proyeksi realisasi dan rekomendasi langkah-langkah mitigasi risiko penerimaan, belanja, dan pembiayaan APBN 2025, Senin, 26 Mei 2025.

Selanjutnya, dari sisi pemerintah, APBN tetap menjadi shock absorber dampak dari gejolak dan  ketidakpastian ekonomi di tingkat global dan dampak bawaannya ke tingkat nasional dan regional Sulawesi Utara, sekaligus sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi di tingkat regional. Atas pelaksanaan APBN di Sulawesi Utara sampai dengan 30 April 2025, Pendapatan telah terealisasi sebesar Rp1.475,54 miliar atau 28,59% dari target yang telah ditetapkan.

Lebih lengkap Hari Utomo menguraikan bahwa di Sulawesi Utara, pendapatan perpajakan menjadi sumber utama pendapatan negara dalam APBN. Tercatat realisasi penerimaan pajak di Sulawesi Utara sampai dengan 30 April 2025 adalah sebesar Rp888,90 miliar atau telah terealisasi sebesar 24,50% dari target penerimaan perpajakan tahun 2025.

Selain dari penerimaan pajak, salah satu sumber pendapatan negara adalah dari pendapatan bea dan cukai dimana realisasi sampai dengan akhir April 2025, dilaporkan pendapatan bea dan cukai telah terealisasi sebesar Rp43,14 miliar atau 76,76% dari target. Sampai dengan akhir April 2025 penerimaan Cukai telah terealisasi sebesar Rp5,82 miliar, Bea Masuk sebesar Rp5,49 miliar, dan realisasi penerimaan Bea Keluar sebesar Rp31,83 miliar.

Komponen pendapatan negara lainnya adalah PNBP. Pendapatan APBN lainnya adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Capaian PNBP s.d 30 April 2025 adalah sebesar Rp471,38 miliar atau 31,93% dari target.

Dari sisi Belanja APBN, telah terealisasi sebesar 26,7% dari alokasi/pagu dengan nilai realisasi sebesar Rp5.968,77 miliar. Dari realisasi tersebut, sebesar Rp1.874,02 merupakan realisasi belanja satuan kerja instansi vertikal kementerian/lembaga di Sulawesi Utara dengan tingkat penyerapan 21,2% dari alokasi pagu. Terdiri dari realisasi Belanja Pegawai sebesar Rp1.173,57 miliar (34,2% dari pagu), Belanja Barang sebesar Rp632,43 miliar (17,8% dari pagu), Belanja Modal sebesar Rp55,16 miliar (3,0% dari pagu), dan realisasi Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp12,86 miliar (46,2% dari alokasi pagu).

Transfer Ke Daerah (TKD) sampai dengan akhir April 2025 telah disalurkan Rp4.094,75 miliar atau 30,3% dari pagu. Dari angka tersebut, DAU adalah jenis TKD dengan nilai realisasi terbesar yaitu Rp3.086,83 miliar (34,6% dari pagu). DAK Non Fisik dengan terealisasi sebesar Rp469,87 miliar (26,1% dari pagu), Dana Desa terealisasi sebesar Rp327,42 miliar (29,4% dari pagu), Dana Bagi Hasil terealisasi Rp188,84 miliar (24% dari pagu), dan Insentif Fiskal telah terealisasi Rp21,79
miliar (24% dari pagu).

“Dapat disimpulkan, di tengah dinamika ketidakpastian global yang masih tinggi, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara pada Q1 2025 ini tetap kuat pada level 5,62% yoy. Hadirnya fiskal baik melalui APBN maupun APBD di Sulawesi Utara berperan sebagai shock absorber tekanan yang muncul untuk melindungi masyarakat dan menjadi katalisator untuk menjaga stabilitas ekonomi di sepanjang tahun 2025” Hari Utomo.(*/Merson)

 

Artikel ini telah dibaca 1,083 kali

Baca Lainnya

Kadis Dikda Sulut Femmy Suluh: Penamatan Siswa SMA, SMK dan SLB 2026 Harus Sederhana Tanpa Ada Pungutan Dana

7 Mei 2026 - 13:11 WITA

Unsrat Manado Kembali Mengukuhkan Sepuluh Profesor Baru

7 Mei 2026 - 11:17 WITA

13 Mahasiswa UNSRAT Bertolak Ke Jakarta Terima Beasiswa Lembaga Penjamin Simpanan

7 Mei 2026 - 07:33 WITA

Roger Mamesah : Pilhut Adalah Pesta Demokrasi, Mari Kita Laksanakan Dengan Menjaga Kamtibmas

7 Mei 2026 - 07:16 WITA

3 Anggota DPRD Sulut Terima Mahasiswa Demo di Kantor DPRD Sulut.Ini Yang Menjadi Aspirasi

6 Mei 2026 - 17:20 WITA

Kadis Dikbud Kota Manado Peter Assa Optimis Ujian Akhir Siswa SD dan SMP Hari Pertama Hinga Terakhir Lancar dengan Pengawasan Berlapis

5 Mei 2026 - 23:51 WITA

Trending di Manado