Mitra, Sulutnews.com – Dr. Apt. Agustince Neti Kula, M.Kes memecahkan tembok laboratorium, dengan gawai di tangan dan hati yang tulus, menyulap Facebook dan Instagram menjadi ruang konsultasi kesehatan gratis bagi masyarakat.
Bukan sekadar ASN. Ia adalah Kartini Zaman Now yang meracik obat menjadi edukasi, dan mengubah algoritma media sosial menjadi resep sehat bagi ribuan orang
Di era banjir informasi hoaks kesehatan, muncullah seorang pahlawan tanpa jubah dari Desa Wioi, Ratahan Timur. Ia tidak membawa pedang, melainkan ilmu farmakologi dan kamera ponsel.

Foto : Dr. Apt. Agustince Neti Kula, M.Kes
Dr. Apt. Agustince Neti Kula, S.Si., M.Kes., adalah Peneliti Andal di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Minahasa Tenggara. Sebagai seorang Apoteker dan Dosen Farmakologi, ia sadar bahwa ilmu setinggi apa pun tidak akan berarti jika hanya tersimpan di jurnal.
Motivasinya sederhana namun dalam: “Saya melihat banyak masyarakat masih salah minum obat. Ada yang berbagi resep di grup WhatsApp, ada yang percaya hoaks. Saya merasa terpanggil untuk turun tangan” ucap Agustince.
Aksi Nyata: Konten Kreator Berhati Mulia
Tanpa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai ASN, Agustince merangkap menjadi Content Creator Edukasi. Ia membalik stigma bahwa ASN hanya kerja di balik meja.
Visi Revolusi Sehat Digital
Ia percaya bahwa jika masyarakat sehat, produktivitas meningkat. Maka, setiap unggahannya adalah jembatan antara rumitnya dunia farmasi dan praktik sehari-hari rakyat:
- Edukasi Obat yang Tepat: “Antibiotik jangan dihentikan sendiri,” “Paracetamol vs Ibuprofen,” disampaikan dengan bahasa yang lembut, mudah dipahami, tapi tetap ilmiah.
- Menjawab Keraguan Warga: Setiap komentar di Facebook diresponnya dengan sabar, seperti seorang dokter keluarga yang selalu hadir 24 jam.
“Edukasi lewat Medsos dari Ibu Dr. Agustince selalu kami nanti. Beliau sangat berusaha mengembangkan karir demi rakyat Mitra. Salut, bangga!” komentar warganet.
Pengakuan Pemerintah: Angin Segar bagi Inovator
Kegigihan Agustince tidak luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara. Pemerintah kini mengeluarkan kebijakan progresif: Dosen yang memberi edukasi di media sosial akan diberi penghargaan. Ini adalah bukti bahwa inovasi seorang individu mampu mengubah kebijakan publik.
Kekuatan di Balik Kesuksesan
Di balik seorang wanita hebat, ada fondasi rumah tangga yang kokoh. Dr. Agustince beruntung memiliki suami, Pdt. Jenins Boy Mandalele, M.Th., yang baru saja menyandang gelar Doktor dari Universitas Kristen Tomohon.
Pasangan ini adalah kombinasi langka: Seorang ahli obat dan seorang pelayan Tuhan. Mereka tinggal di Jemaat GMIM Moria Towuntu, membesarkan putri semata wayang, Hosiana Majesty Mandalele (16 tahun).

Foto : Keluarga Mandalele-Kula bersama anak Hosiana Majesty Mandalele
Pesan Inspiratif Dari Keluarga
Dalam keseharian mereka, pembangunan berkelanjutan bukan hanya tentang proyek fisik, tetapi tentang semangat, ketekunan, dan cinta yang dirawat dalam satu keluarga. Putri mereka menyaksikan langsung bahwa Mama dan Papa bisa meraih gelar Doktor bukan karena mudah, tetapi karena kerja keras dan doa.
Dr. Agustince Neti Kula telah membuktikan:
- Wanita Minahasa Tenggara mampu bersaing di era digital.
- ASN bisa menjadi agen perubahan yang dekat dengan rakyat.
- Keluarga adalah sekolah pertama tempat lahirnya para pemimpin.
“Tuhan Yesus Memberkati Dr. Agustince Kula, Putri Wioi yang hebat. Terima kasih telah menjadi terang di tengah kegelapan informasi kesehatan” ujar Merson Simbolon, sahabat saat menempuh pendidikan Doktoral di Universitas Samratulangi.
Penulis : Patrick Simbolon







