Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bitung · 28 Sep 2025 23:12 WITA ·

BGN RI Gelar Pelatihan Penjamah Makanan, DLH Bitung Tekankan Pengelolaan Sisa Hasil Produksi Berbasis SPPG


BGN RI Gelar Pelatihan Penjamah Makanan, DLH Bitung Tekankan Pengelolaan Sisa Hasil Produksi Berbasis SPPG Perbesar

Bitung, Sulutnews.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar Pelatihan Penjamah Makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tahun 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Nalendra, Minggu (28/9/2025), dan diikuti oleh perwakilan dari delapan kecamatan SPPG se-Kota Bitung.

Pada sesi pertama, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung menjadi narasumber.

Kepala DLH Bitung, Meriyanti Dumbela, menekankan pentingnya pengelolaan sampah sisa hasil produksi SPPG agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tidak semua sampah perlu dibawa ke tempat pembuangan akhir. Pertama, harus dilakukan pemilahan.

Dari DLH, kami mendorong agar dibuat tiga lubang tanah untuk mengolah sisa sampah produksi SPPG menjadi pupuk,” ujar Meriyanti.

Ia menjelaskan, pemilahan sampah merupakan amanat undang-undang tentang pengelolaan sampah, yang di Kota Bitung diatur melalui Perda Nomor 13 Tahun 2001.

Konsep yang diterapkan adalah mengelola sampah dari hulu, yakni dari titik awal sampah diproduksi, baik di rumah tangga maupun di SPPG.

“Kalau dipilah sejak awal, maka yang dibuang ke TPA hanya residu, yakni sampah yang tidak bisa dikelola kembali.

Jumlahnya kurang lebih hanya 5–15 persen. Sampah organik bisa dijadikan kompos, sementara nonorganik bisa masuk ke bank sampah,” jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga bisa memberikan nilai ekonomi.

“Sisa makanan dari SPPG bisa diolah menjadi kompos, hasilnya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk.

Bahkan, jika dikelola secara profesional, kompos ini bisa dijual dan menjadi sumber penghasilan,” tambah Meriyanti.

Diketahui, salah satu tujuan Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar pelatihan ini adalah meningkatkan kualitas dan keamanan pangan yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini melalui pelatihan dengan mengajarkan penjamah makanan tentang higiene, sanitasi, dan prinsip-prinsip keamanan pangan.

Demikian ini dimaksud untuk mencegah risiko keracunan makanan, memastikan makanan berkualitas, dan meningkatkan literasi gizi bagi masyarakat yang menerima bantuan pangan tersebut.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 1,039 kali

Baca Lainnya

Posbankum Jadi Jembatan Hukum Masyarakat, Kemenkum Resmikan di 15 Daerah Sulut

27 Februari 2026 - 00:11 WITA

Stefanus BAN Liow Tinjau Kesiapan Pelayaran PELNI dan KSOP Bitung Jelang Nyepi dan Lebaran

26 Februari 2026 - 22:30 WITA

James Kaihatu Serahkan Tongkat Kepemimpinan Bapelkum Bitung kepada Sudarsono

26 Februari 2026 - 22:09 WITA

Wakil Walikota Tomohon Sendy Rumajar Hadiri Apel Bulan K3 Nasional Tahun 2026

25 Februari 2026 - 23:18 WITA

Panitia Pastikan Konferensi PWI Sulut Berjalan Demokratis Sesuai PD/PRT

24 Februari 2026 - 00:21 WITA

Bukan Hanya Jualan Takjil, Ramadhan Fest Bitung  Tebar Nilai Spiritual

22 Februari 2026 - 18:42 WITA

Trending di Bitung