Manado,Sulutnews.com – Kepala Seksi Rehabilitasi Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dan Hutan Lindung (BPDASHL) Tondano Sigit Nurcahyo,S.Si,MPWK. menghadiri Sidang Paripurna DPRD Memperingati Hari Ulang Tahun Ke-61 Profinsi Sulawesi Utara dan mendengar Pidato Gubernur Sulawesi Utara Mayjen (Purn) Yulius Selvanus Komaling,SE, Selasa (23/8).
Sidang berlangsung selama 3 jam di Ruang Sidang Paripurna Gedung DPRD Sulut di Kelurahan Kayuwatu, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado.
Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung BPDASHL Tondano Sigit Nurcahyo,S.Si,MPWK hadir mewakili Kepala Balai Bambang Hendro Joewono. Sigit Nurcahyo datang dengan mengenakan pakaian adat Minahasa berwarna hitam dengan hiasan renda di bagian leher dan dada, serta ikat pingan berwana merah.
Pakaian adat Minahasa ini pun dilengkapi pula ikat kepala atau Paporong pria yaitu topi berbentuk segitiga runcing ke atas dan diberi hiasan lilitan renda berwarna merah-kuning-keeemasan, sehingga ia terlihat bertambah bersahaja dan berwibawa.
Dimoment yang membahagiakan ini Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan Lindung BPDASHL Tondano Sigit Nurcahyo,S.Si,MPWK duduk pada kursi di barisan pejabat teras Pemerintah Propinsi Sulut, sehingga dengan mudah dapat mengikuti jalannya Sidang Paripurna DPRD Sulut secara baik. Sidang ini sendiri resmi dibuka oleh Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus Silangen pada pukul 11 Siang waktu setempat.
Secara khusus kepada sulutnews.com, Sigit Nurcahyo,S.Si,MPWK mengucapkan selamat hari ulang tahun Ke-61 Profinsi Sulawesi Utara pada 23 September 2025. Semoga Sulut semakin maju dalam peradaban budaya dan tradisi daerahnya. ⁰
“Semoga Sulut semakin maju diusia ke-61 tahun dan bertumbuh sebagai Profinsi yang bersahaja dan mampu bersinergis untuk kepentingan pembangunan. Semoga hubungan dengan pemerintah pusat juga semakin baik dan mantap,” kata Sigit Nurcahyo.
Khusus program dari Kementrian seperti rehabilitasi hutan lindung, ia berharap kedepannya bisa terus dirintis. “Kolaborasi daerah dan pusat harus bisa dilakukan untuk hasil pembangunan yang bak,” kata Sigit.
Contohnya rehabilitasi hutan yang merupakan program pemerintah pusat, katanya, harus bisa disinergiskan dengan pemerintan daerah sehingga kelak masyarakat bisa dilibatka sejak mulai dikerjakan hingga proses panen ladang perkebunan.
“Harus bisa bersinergis dengan pusat sehingga masyarakat pun bisa antusis mendukung dan memanen hasil pertanian dan perkebunan.”
Tentang bencana erosi yang sering terjadi pada musim penghujan, diberharapkan bisa segera diatasi melalui program dari kementrian yaitu rehabilitasi lahan pertanian yang dilakukan secara terpadu.
“Pastinya program rehabilitasi lahan pertanian bisa menekan terjadi erosi lahan di hutan pada musim penghujan,” katanya. (Yayuk)






