Manado, Sulutnews.com – Deputi II Bidang Pengendalian Kependudukan Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN Pusat Dr Bonivasius Prasetya Ichtiarto S.SI.M.Eng minta agar anak Muda dan Remaja termasuk Siswa- Siswi di Sulut agar hindari kawin usia dini. Karena akan berdampak pada meningkatnya penganguran dan terjadi standing serta masalah lain.
” Jadi sebaiknya kita kawin atau.menikah pada usia yang sudah matang .Dan kalau sudah bekerja dan siap ekonomi dan mental” kata Dr Bonivasius dalam sosialisasi dengan Topik ” Remaja Peduli Kependudukan dan Pelantikan Pengurus Koalisi Muda Kependudukan Provinsi Sulut” di Aula SMA Negeri 9 Manado Kamis (28/8).
Hadir juga Kepala Dinas Capil Sulut Drs Chres Sondakh , Kepala Perwakilan Kependudukan Pembangunan Keluarga BKKBN Sulut dr Jeane Winokan MAP dan Kepsek SMA Negeri 9 Hendra Masie S.Pd serta sekitar 500 Siswa SMA Negeri 9 serta Guru guru.
Menurut Bonivasius tujuan di SMA Negeri 9 Manado untuk sosialisasi tugas kita. Dan sudah ada berbagai daerah kita kunjungi. Menurutnya sosialisasi terkait masalah perkawinan usia dini dikalangan anak muda atau siswa saat ini.
Penganguran
Didepan ratusan Siswa yang hadir Deputi II Dr Bonifasius minta agar semua siswa dan remaja dan pemuda hindari kawin usia dini. Karena sangat berdampak pada penganguran meningkat dan juga anak yang lahir Stunting. ” Jadi kita hindari kawin usia dini” katanya.
Siswa siswa termasuk di SMA Negeri 9 Manado diharapkan untuk belajar terus. Memang sering ada yang sudah pacaran. Itu biasa terjadi
Jangan kita harus kawin usia dini. Kita harus sukses sekolah bisa lanjut dan bekerja. Kalau sudah matang dari sisi ekonomi itu sangat baik.
Menjawab pertanyaan sekitar tujuh siswa dalam sesi tanya jawab, Deputi Bonifasius yang meraih Doktor dan Master ( M.Eng ) dari Salah Satu Universitas di Jepang itu mengatakan, sebaiknya usia perkawinan ikut ketentuan pemerintah saja. Kalau wanita bisa 21 tahun lebih laki laki 25 tahun atau dibawah 30 tahun
Kemudian penganguran akan bertambah bila kawin usia dini. Karena kalau sudah kawin tanpa skil dan belum bekerja pasti akan mengangur karena sudah fokus urus keluarga.
Dan anak yang lahir pasti stunting karena untuk mengurus saat hamil dan melahirkan blum mampu karena masih remaja.
Menjawab terkait yang ada yang sudah terlanjur kawin usia dini. Pemerintah termasuk Kementeriannya akan perhatikan dengan ikut pelatihan dan juga mencari pekerjaan” Jadi tidak akan dibiarkan” kata Bonivasius.

Foto – Suasana Sosialisasi
Indonesia Emas
Didepan siswa dan juga kepada wartawan usai acara Deputi Bonivasius berharap dengan acara Sosialisasi di SMA Negeri 9 para siswa bisa mengerti tentang pentingnya untuk hindari kawin usia dini. Pihaknya bersama lembaga terkait termasuk Pemda diseluruh Indonesia untuk terus sosialisasi bahaya kawin usia dini.

Foto – Deputi Bersama Pembicara dan Kepsek Serta Siswa siswa SMA Negeri 9 Manado
Kedepan termasuk menuju Indonesia Emas 2045 atau 20 tahun kedepan, Bonivasius minta agar kita harus ada ketrampilan atau skill untuk memasuki era kedepan. Tanpa Skill yang baik sulit kita bersaing kedepan” Tantagan sangat berat jadi harus tingkatkan kualitas termasuk skill” kata Deputi. Kerjasama dengan Kementrian Tenaga Kerja untuk pelatihan itu dilakukan terus agar penganguran saat ini ada 7 juta lebih bisa menurun kedepan
Kepsek SMAN 9 Banga
Sementara itu Kepsek SMA Negeri 9 Manado Hendra Masie S.Pd kepada wartawan Jurnalis Sumikolah Sulut banga menjadi lokasi sosialisasi dari Kementrian Kependudukan dan BKKBN terkait kawin usia dini. Sekolah kita ditunjuk Sekprov Sulut untuk menjadi tempat sosialiasi. Sebagai Kepsek Banga dan senang karena siswa siswa mendapat pengetahuan yang sangat penting karena terkait perkawinan usia dini.
” Ini sangat bermanfaat sekali untuk Siswa siswa” kata Kepsek. Sebagai Kepsek terus tingkatkan kualitas karena dengan siswa sekitar 2.400 lebih sangat penting untuk hindari perkawinan usia dini.Kualitas kita utamakan kedepan sebagai sekolah Akreditasi ” A ” Ungul di Sulut. Sebagai Kepsek berterimah kasih atas sosialisasi ini. (fanny)






