Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Kotamobagu · 15 Jul 2025 19:01 WITA ·

Pemkot Kotamobagu Matangkan Arah Pembangunan 5 Tahun ke Depan Lewat Forum Strategis RPJMD


Pemkot Kotamobagu Matangkan Arah Pembangunan 5 Tahun ke Depan Lewat Forum Strategis RPJMD Perbesar

KOTAMOBAGU  – Pemerintah Kota Kotamobagu mulai menata masa depan pembangunan kota lima tahun ke depan. Melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), Pemkot menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, di Aula Kantor Bapelitbangda, Selasa (15/07/2025).

Forum ini bukan agenda biasa. Di sinilah masa depan Kotamobagu dirumuskan — dari strategi pembangunan, prioritas program, hingga target-target besar yang akan menggerakkan roda pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat lima tahun ke depan.

Sekretaris Daerah Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, membuka langsung kegiatan ini dan menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta, mulai dari kepala OPD, camat, hingga stakeholder pembangunan lainnya.

“RPJMD ini bukan hanya dokumen. Ini adalah kompas pembangunan. Kalau kita salah arah, dampaknya akan dirasakan masyarakat. Karena itu, proses penyusunannya harus matang, transparan, dan melibatkan semua pihak,” tegas Sofyan dalam sambutannya.

Ia menambahkan, forum ini akan dilanjutkan dengan sesi desk — ruang diskusi intensif antara OPD dan tim Bapelitbangda — untuk mengelaborasi program-program prioritas dan indikator kinerja yang jelas dan terukur.

“Kita harus bicara data, bicara kebutuhan masyarakat, dan menyelaraskan semua itu dengan visi-misi kepala daerah. Jangan ada yang jalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Lebih jauh, Sofyan mendorong forum ini menjadi ajang kolaborasi, bukan sekadar rutinitas formalitas tahunan. Menurutnya, jika perencanaan sejak awal sudah dilakukan dengan serius, maka pelaksanaan ke depan pun akan lebih terarah dan berdampak.

“Mari kita jujur menyampaikan tantangan yang dihadapi. Kita butuh kerja sama, bukan basa-basi. Karena hasil dari forum ini akan menentukan wajah Kota Kotamobagu sampai tahun 2029,” kata Sofyan menutup sambutannya.

Kegiatan ini mendapat perhatian serius dari seluruh OPD yang hadir. Banyak dari mereka menyampaikan masukan dan usulan strategis, mencerminkan keseriusan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Tak berlebihan jika kebijakan seperti ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Jarang ada pemerintah daerah yang menyusun RPJMD dengan pendekatan partisipatif dan berbasis data seperti yang dilakukan Pemkot Kotamobagu.***

Artikel ini telah dibaca 998 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dinas Pendidikan Kotamobagu dan Sejumlah Kepsek SMP Negeri Lakukan Studi Tiru di SMP Negeri 1 Manado

23 Juli 2026 - 23:02 WITA

Asisten Satu Pemkot Sampaikan Amanat Penuh dalam Bahasa Mongondow

23 Juli 2026 - 21:26 WITA

Wali Kota Kotamobagu Tegaskan Disiplin Aparatur Sangadi Dan Lurah

14 Juli 2026 - 19:49 WITA

Wali Kota Kotamobagu Tegaskan Disiplin Aparatur Sangadi Dan Lurah

14 Juli 2026 - 19:07 WITA

Peduli Dunia Pendidikan, GFB Turut Beri Dukungan Pembangunan Kampus UDK

1 Juli 2026 - 17:57 WITA

Utamakan Kepentingan Orang Banyak, Luster Simanjuntak “Bongkar” Tenda Hajatan di Kotabangon

23 Juni 2026 - 16:05 WITA

Trending di Kotamobagu