Tahuna, Sulutnews.com – Marcos Sasiang, Camat Kepulauan Marore, berupaya jalur Border Crossing Agreement (BCA) dapat di beraktifitas kembali.
Upaya Sasiang, sebagai Exco Visio BCA di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina di Kecamatan Marore, tak main-main pasalnya jalur penyeberangan lintas batas negara ini telah ditutup sepihak oleh pihak negara Filipina sejak tahun 2020 silam dikarenakan pandemi covid-19.

Pada tahun 2023, Camat Marore bersama tim berupaya menuju Filipina disana, tim ini disambut oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City, selanjutnya bersama KJRI tim di pertemukan dengan Walikota Balut pulau terdepannya Filipina yang berbatasan dengan pulau Marore juga sebagai entri point BCA.
Akan tetapi pertemuan itu belum juga membuahkan hasil dikarenakan kebijakan internal pemerintah Filipina yang cukup ketat soal covid-19 hingga kini belum juga ada kepastian.

Meski pandemi covid-19 sudah dinyatakan selesai, akan tetapi jalur tersebut masih belum kunjung di buka. Namun ironisnya jalur BCA Miangas – Timbanban dan Tarakan – Tawitawi susah beroperasi sejak tahun 2021.
Akhirnya Sasiang, berkesimpulan perlu ada langkah yang lebih kongkrit. Dengan menggandeng Border Crossing Officer (BCO) Filipina yang di tugaskan di Marore, Mr. Msgt Lamberto B Angel Jr PN(M), bersama wartawan media ini sebagai mitra BCA Marore, kembali membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang bersentuhan dengan BCA.
Dimulai dengan karantina ikan, imigrasi, Bea Cukai, Kepala Bagian Kerjasama Pemerintah Daerah Kepulauan Sangihe, Badan Perbatasan dan Lanal Tahuna, dikunjungi oleh tim demi terbangun kembali komunikasi untuk menyatukan visi dan menyukseskan rencana penyeberangan lintas batas yang akan di gelar dalam waktu dekat ini.

“Kalau hanya menunggu dan menunggu pihak Filipina, kami pikir hal itu tidak menghasilkan apa-apa, maka tim BCA Marore harus bergerak dan dalam perencanaan kami dalam waktu dekat ini kami akan mengutus delegasi untuk menyeberang ke Filipina” kata Sasiang.
Kemudian kata Sasiang, jika pihak Filipina menerima dan tak mempersoalkan, maka secara otomatis jalur BCA ini terbuka, selain itu tim delegasi yang akan di seberangkan di bekali dokumen standar BCA.
Kemudian, BCO Filipina juga menemui Konsulat Jenderal Filipina di Manado untuk mengkomunikasikan rencana dan kegiatan lintas batas BCA antara pulau Marore dan Balut Saranggani di Filipina.
Sasiang juga mengatakan segala kesiapan penyeberangan memasuki tahap perampungan dan unsur-unsur yang terlibat di BCA Marore akan kembali aktif untuk memudahkan rencana tersebut.
“Kita tunggu saja jika tidak ada halangan jalur BCA ini akan terbuka kembali, kita juga di bantu oleh BCO Filipina di Marore sehingga komunikasi dengan pihak Filipina akan lebih mudah, semoga rencana ini bisa terlaksana” ungkap Sasiang menutup. (Andy Gansalangi)






