Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Opini · 2 Jun 2025 12:02 WITA ·

Refleksi Hari Lahir Pancasila dan 18 Tahun Bolaang Mongondow Utara 2025: Jalan Panjang Menuju Cita-cita Keadilan Sosial


Refleksi Hari Lahir Pancasila dan 18 Tahun Bolaang Mongondow Utara 2025: Jalan Panjang Menuju Cita-cita Keadilan Sosial Perbesar

Imaaduddiyn Guhung

Foto : Penulis Imaaduddiyn Guhung.


Setiap Tanggal 1 Juni adalah tonggak penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Hari di mana Pancasila—lima dasar negara—diperkenalkan oleh Bung Karno dalam sidang BPUPKI tahun 1945, menjadi pedoman ideologis bagi bangsa yang majemuk.

Di tahun 2025 ini, peringatan Hari Lahir Pancasila terasa lebih istimewa di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (BOLTARA), karena bertepatan dengan 18 tahun usia daerah yang resmi berdiri sejak 2007. Ini bukan hanya momen simbolik, tetapi juga momentum reflektif: Sejauh mana nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam denyut nadi masyarakat dan pemerintahan di Boltara?

Apresiasi Atas Pencapaian Pemerintah Daerah

Dalam usia yang ke-18, 23 Mei 2025 ini, kita patut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Boltara atas dedikasi dan kerja keras selama hampir dua dekade. Pembangunan infrastruktur yang mulai merata, hadirnya layanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat, serta tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya pendidikan dan kesehatan adalah bukti nyata dari kemajuan yang terus diupayakan.

Para pemimpin daerah, ASN, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi patut diapresiasi atas langkah-langkah membangun pondasi daerah.

Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai gotong royong, keadilan, dan kemanusiaan, sebagaimana tercermin dalam filosofi nilai-nilai Pancasila, telah mulai ditanamkan dalam berbagai aspek kehidupan di Kabupaten Boltara.

Menjaga Semangat Pancasila, Menolak Polarisasi yang Tidak Produktif.

Namun demikian, di tengah semangat membangun, kita tidak boleh lengah. Terkadang, ruang publik kita tercemari oleh perdebatan-perdebatan yang tidak esensial dan memecah belah, baik di media sosial maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kita sering kali terjebak dalam konflik identitas, isu-isu politik sempit, atau rivalitas lokal yang tidak membawa manfaat bagi rakyat.

Pancasila mengajarkan kita untuk bersatu dalam perbedaan, bukan saling mencurigai dan menjatuhkan. Karena itu, dalam momentum hari ulang tahun ke 18 tahun 2025 Kabupaten Boltara dan Hari Lahir Pancasila ini, mari kita ajak seluruh elemen masyarakat—tokoh adat, pemuda, tokoh agama, ASN, politisi, dan masyarakat sipil—untuk meninggalkan perdebatan yang tidak urgen, dan fokus pada hal-hal yang lebih substansial: pendidikan, ekonomi, pertanian, teknologi, dan kesejahteraan sosial.

Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi jika energi kita hanya dihabiskan untuk silang pendapat tanpa solusi, maka kita sedang menjauh dari semangat kebangsaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa.

Bangun Bersama, Maju Bersama Dalam Dinamika Membangun Bolmora Lebih Sejahtera Lahir Batin !

Bolaang Mongondow Utara memiliki potensi besar. Letaknya yang strategis, sumber daya alam yang melimpah, serta kekayaan budaya dan nilai-nilai lokal yang kuat adalah modal untuk menjadi daerah yang mandiri dan maju. Tapi semua itu hanya bisa terwujud jika ada kebersamaan, kolaborasi, dan rasa saling percaya di antara semua komponen masyarakat.

Mari kita jadikan 18 tahun Bolmong Utara tahun 2025 ini sebagai titik balik. Pemerintah daerah harus terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Di sisi lain, masyarakat pun harus terlibat aktif, bukan hanya sebagai penonton, tapi sebagai bagian penting dari pembangunan itu sendiri.

Pembangunan bukan tugas pemerintah semata. Ia adalah tanggung jawab kolektif. Dari desa ke desa, dari kampung ke kota, dari pelajar hingga petani, dari pemuka agama hingga pejabat birokrasi—semua memiliki peran dan kontribusi masing-masing.

Penutup: Dari Boltara, Untuk Indonesia yang Berkeadilan.

Dalam semangat Hari Lahir Pancasila dan peringatan 18 tahun Boltara, marilah kita kokohkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari satukan langkah, hindari perpecahan, dan kuatkan semangat gotong royong untuk membangun daerah ini lebih baik lagi.

Apresiasi setinggi-tingginya untuk Pemerintah Daerah Boltara yang telah membawa perubahan kesejahteraan masyarakat. Namun perjuangan belum selesai. Kita masih harus terus bergerak—bukan saling menjatuhkan, tetapi saling menguatkan. Kita perlu lebih banyak ruang untuk kerja nyata, bukan wacana kosong. Kita butuh lebih banyak sinergi, bukan sekadar simbolisasi.

Dari Boltara yang berdaya dan bersatu, untuk Indonesia yang adil, sejahtera, dan berkeadaban. ***

Penulis : Imaaduddiyn Guhung, BPIP
JPM (Jejaring Panca Mandala) Bumi Patriot Kabupaten Boltara Prov. Sulawesi Utara.

Artikel ini telah dibaca 1,350 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menjaga Nyala yang Ditinggalkan Michael Bambang Hartono

24 Maret 2026 - 22:52 WITA

Ketum AMKI, Tundra Meliala: Kemenangan untuk Memulihkan Keberanian

20 Maret 2026 - 16:20 WITA

Nasib Perjanjian Dagang (ART) Indonesia dan Amerika Serikat

8 Maret 2026 - 06:20 WITA

Demokrasi di Amerika dari Sudut Pandang Politisi dan Aktivis

6 Maret 2026 - 06:16 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Trending di Adat Budaya