Sulutnews.com Bengkulu Selatan – untuk memperkuat pengetahuan aparatur desa perlu di lakukan pembinaan dan bimbingan teknis, hal ini di butuhkan untuk aparatur desa dalam merealisasikan dana desa agar tepat sasaran dan tidak tersandung hukum atas kesalahan dalam merealisasikannya.
Puluhan kepala desa dari kabupaten Bengkulu Selatan turut berangkat menuju kota bandar Lampung demi ilmu tersebut, anggaran yang di gunakan juga berasal dari dana desa tahun anggaran 2025, akan tetapi dinilai tidak seluruh kepala desa yang berniat utuh untuk menimba ilmu pada bimtek tersebut pasalnya meskipun keberangkatan menggunakan anggaran dana desa, namun kades air tenam yang menjadi peserta masih di infokan memanfaatkan situasi untuk berbuat hal yang tidak terpuji.
Kades air tenam kecamatan ulu Manna yang dinilai lakukan hal yang tidak terpuji meskipun seorang yang dituakan dan di hargai sebagai nomor satu di desanya masih juga menunjukkan sifat arogansinya sebagai penyandang jabatan kepala desa.
Kepala desa air tenam kecamatan ulu Manna diduga lakukan pemanggilan wanita ke hotel dengan, hingga akhirnya rekannya sesama kades berniat untuk menemani wanita tersebut, apa yang di lakukan kades air tenam apabila benar dinilai sama saja dengan mujikari Bimtek, hal ini sangat melukai hati masyarakat khususnya masyarakat air tenam yang di pimpin Miki selaku kades.
Miki adalah salah satu kepala desa yang berada di kecamatan ulu Manna kabupaten Bengkulu Selatan, kepala desa ini memang salah satu kepala desa yang ada di kecamatan ulu Manna yang selalu membuat kontroversi atas banyaknya kesalahan yang di lakukan dan merugikan keuangan desa.
Pada tahun yang lalu Miki aleksander dengan jelas lakukan penyembelihan sapi bantuan BUMDes yang berujung masalah dan di sanksi untuk mengganti sapi tersebut, tahun ini kepala desa air tenam ini juga melakukan kesalahan yang di nilai sengaja untuk memperkaya dirinya dengan membuat SPJ fiktif dalam satu kegiatan yang mana Miki Aleksander selaku kades melobi langsung pihak rekanan agar dapat melakukan penanda tanganan SPJ sebanyak enam buah namun yang akan di bayarnya dua buah.
Sementara itu pada bimtek aparatur desa yang di selenggarakan di kota bandar Lampung kepala desa air tenam juga timbulkan kontroversi atas tindakannya yang terindikasi melakukan pemanggilan wanita ke hotel tempat mereka menginap, diduga wanita yang di panggil tersebut di perkirakan akan di berikan dengan temannya sesama kepala desa.
Nazarman selaku penggiat aktif yang juga turut ikut lakukan peliputan dan investigasi di kota bandar Lampung menyayangkan apa yang di lakukan oknum kepala desa Miki, yang mana disaat hendak bimtek yang dananya menggunakan anggaran dana desa bukannya fokus untuk pelatihan agar dapat menerapkannya di tengah masyarakat demi kesejahteraan masyarakat malah dengan asyik asyiknya berbuat yang tidak pantas selaku kepala desa diduga bermain dengan wanita panggilannya.
Atas adanya kejadian ini apabila hal tersebut benar terjadi, kita minta dengan pihak terkait agar memberikan sanksi tegas atas kelakuan kepala desa air tenam, “apabila hal itu benar namun tidak juga ada sanksi, patut kita menduga hubungan spesial dengan kecamatan, dinas terkait terhadap kepala desa yang satu ini, hal itu kita nyatakan dengan beberapa kali kepala desa ini membuat kesalahan yang merugikan masyarakat dan keuangan desa namun tetap lolos tanpa adanya sanksi tegas yang membuat kepala desa air tenam tidak ada perubahan dari tahun ke tahun” cetus Nazarman.
Kita juga akan bersurat secara resmi dengan bupati Bengkulu Selatan atas adanya dugaan pembiaran dari dinas terkait terhadap oknum kepala desa ini, yang secara berulang ulang seolah kebal hukum lakukan kesalahan yang mencoreng nama desa dan merugikan keuangan desa, demikian juga dengan BPD setempat yang seolah tutup mata atas segala tingkah laku kepala desanya, kita juga berharap agar terjadi evaluasi terhadap BPD desa air tenam yang di nilai tidak lagi netral selaku BPD wakil masyarakat air tenam dalam memperjuangkan nasif mereka, tutup Nazarman.
Hingga berita ini di terbitkan kepala desa air tenam belum memberikan tanggapannya atas jawaban yang telah di konfirmasi. (JN)





