Manado, Sulutnews.com – Realisasi Investasi di Provinsi Sulut selama tahun 2022 lalu mencapai Rp 6,550 Triliun atau naik 158 Persen dari target Investasi 2022 sebanyak Rp 3,75 Triliun.
Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PTSP) Sulut Syalom Korompis kepada Sulutnews.com Rabu (1/3) dikantornya.
Menurut Syalom Korompis Investasi Rp 6,550 triliun itu merupakan Investasi dalam negeri atau Penanaman Modal Dalam Negeri ( PMDN) dan Penanaman Modal Asing ( PMA).” Jadi ada investor dalam dan luar negeri.
Dengan jumlah proyek sekitar 2.398 yang tersebar disemua Kabupaten dan Kota di Sulut.” kata Syalom. Sektor atau bidang investasi yang paling banyak bidang Pertambangan, kemudian bidang Perumahan, industri dan Perkantoran.Bidang Hotel dan Pariwisata, perdagangan dan jasa serta telekomunikasi serta sektor Pertanian, Perikanan dan bidang lainnya.” Sulut sangat potensial sumberdaya alamnya dan sektor lainnya karena itu banyak investor tertarik” katanya.
Dan kami melayani dengan baik dalam perijinan cepat tepat dan tidak berbelit belit bila sudah lengkap berkasnya.Dan koordinasi dengan Kabupaten dan Kota tetap berjalan baik termasuk dengan Kementrian Investasi dan lembaga terkait.
Prestasi ODSK
Naiknya investasi selama tahun 2022 meskipun sempat dilanda Pandemi Covid 19 merupakan suatu prastasi dan keberhasilan serta kerja keras pimpinan kita pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw ( ODSK) yang melakukan berbagai terobosan dan inovasi sehinga banyak i vestor masuk ke- Sulut. Dan juga dukungan aparat terkait dan masyarakat luas sehinga daerah ini aman damai sehinga banyak investor masuk kedaerah ” Nyiur Melambay”.
” Jadi investasi naik 185 persen melebihi target itu tidak mudah. Itu semua bisa terjadi karena keberhasilan pak ODSK” kata Syalom yang didampingi Rolly Karamoy Kepala Bidang Pengendali.

Foto – Rolly Karamoy Kepala Bidang Pengendali
Dari jumlah ivestasi tersebut ada beberapa negara yang cukup banyak yakni Singapura. Kemudian dari Amerika Serikat dan menyusul Thiongkok atau China. Setelah itu dari beberapa negara Eropah dan Jepang serta Kolsel.
Daerah Kabupaten dan Kota yang banyak investasi di Minahasa Utara, Kota Manado, Kabupaten Bolmong, Kota Bitung Boltim kemudian menyusul Kabupaten dan Kota lainnya. Dengan banyaknya investasi maka banyak tercipta lapangan kerja baru.
Multiplayer efek sangat besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat luas.” Jadi ekonomi Sulut maju karena banyak investasi masuk” kata Syalom
Target 2023 Rp 4 Triliun
Sementara target Investasi tahun 2023 ini sekitar Rp 4 triliun lebih. Target ini tidak sudag dikaji dengan baik dan ini bisa tercapai karena potensi kita besar dan banyak inovasi dan terobosan ODSK yang menjadi daya tarik investor masuk Sulut. Seperti mulai terbuka jalur Penerbangan Sulut dan Jepang untuk ekspor.” Ini pasti akan ada Investor baru akan masuk dari Jepang ataupun negara lain” kata Rolly Karamoy. Bahkan investasi PMDN juga cukup banyak yang tertarik masuk Sulut.
Untuk bidang perhotelan dan Pariwisata seperti di Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) Pariwisata di Likupang dan KEK industri di Kota Bitung itu banyak investor yang akan masuk. Dan KEK Pariwisata Likupang masuk daerah potensial. Kedepan akan ramai termasuk wisatawan dalam dan luar negeri karena itu nantinya sudah akan ada badan khusus seperti badan ototitas khusus menangani KEK Pariwisata Likupang. ( Fanny)






