Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bengkulu Selatan · 11 Jan 2025 19:25 WITA ·

Masyarakat Kaur Siap Pertahankan Wilayah dari Klaim Sepihak Bengkulu Selatan


Masyarakat Kaur Siap Pertahankan Wilayah dari Klaim Sepihak Bengkulu Selatan Perbesar

Sulutnews.com, Kaur – Masyarakat Kabupaten Kaur menunjukkan reaksi keras terhadap aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Selamatkan Bengkulu Selatan (ASBS) dan Forum Peduli Wilayah Kedurang (FPWK) terkait persoalan tapal batas (Tabat) dengan Kabupaten Bengkulu Selatan (BS).

Tokoh masyarakat Kaur, Nirlan (51), menegaskan bahwa aksi tersebut tidak relevan dengan permasalahan yang sebenarnya. “Jangan kaitkan persoalan tapal batas dengan konflik lahan perkebunan PT Dinamika Selaras Jaya (DSJ). Selama ini kami diam, namun jika wilayah kami terus diganggu, kami siap mempertahankan setiap jengkal tanah Kabupaten Kaur,” tegasnya pada Sabtu (11/1/2025).

Persoalan tapal batas antara Kabupaten Kaur dan Bengkulu Selatan sebenarnya telah diselesaikan secara hukum melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 104 Tahun 2017. Aturan tersebut secara sah menetapkan batas wilayah kedua kabupaten tersebut.

Nirlan menambahkan bahwa apabila ada pihak yang merasa keberatan dengan keputusan tersebut, seharusnya menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Bukan dengan melakukan unjuk rasa di lahan perusahaan dan mengklaim lahan secara sepihak,” tegasnya.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan ASBS dan FPWK dinilai telah melampaui batas dengan memasang portal di area yang masuk dalam wilayah Kaur. Tindakan tersebut dianggap provokatif dan berpotensi memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.

“Kami akan turun langsung ke lapangan untuk menghadapi pihak yang terus mempersoalkan tapal batas ini. Tidak akan kami biarkan sejengkal pun wilayah kami dicaplok secara sepihak,” tandas Nirlan.

Selama aksi yang menyangkut PT DSJ berlangsung, masyarakat Kaur memilih untuk tetap tenang. Namun, ketika klaim mulai menyangkut batas wilayah, masyarakat merasa perlu bertindak tegas.

“Apapun resikonya, kami siap mempertahankan wilayah kami dari klaim yang tidak berdasar ini,” tutup Nirlan dengan penuh ketegasan.
Ilpi.T

Artikel ini telah dibaca 1,326 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Diduga Akibat Tidak Efisien Dan Efektif Anggaran Dana Desa Keban Jati Ulu Manna Masuk BUMDES Diisukan Bendahara Mundur

1 Maret 2026 - 11:00 WITA

Anggaran Desa Padang Nibung Amburadul BPD Dinilai Berdalih Masih Sibuk Upahan Ada Apa Dengan BPD Setempat

28 Februari 2026 - 13:26 WITA

Kinerja BPD Desa Padang Nibung Dipertanyakan Plt Ketua BPD Desa Padang Nibung Dinilai Gila Jabatan

28 Februari 2026 - 09:44 WITA

Dinilai Sekdes Dan Kades Otak Amburadulnya Anggaran Desa Padang Nibung Segera Dilaporkan

28 Februari 2026 - 09:25 WITA

Pergantian Camat Pinoraya Ucapkan Trimakasih Terhadap Camat Lama Dan Selamat Bertugas Camat Baru

27 Februari 2026 - 16:48 WITA

Perlu Diaudit Realisasi Dana Desanya! Diduga Sekdes Dan Kepala Desa Padang Nibung Otak Dari Semua Amburadulnya Anggaran Dana Desa

26 Februari 2026 - 12:37 WITA

Trending di Bengkulu Selatan