Menu

Mode Gelap
DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Bolmut · 13 Okt 2024 23:39 WITA ·

Fenomena Kampanye Politik Pilkada 2024 & Joget-Joget


Fenomena Kampanye Politik Pilkada 2024 & Joget-Joget Perbesar


Bolmut, Sulutnews.com – Kampanye politik dilakukan oleh kandidat politik atau partai politik untuk memperoleh dukungan publik dalam pemilihan umum. Minggu (13/10/2024).

“Tujuannya adalah untuk mempengaruhi pemilih, memperkenalkan visi dan program politik, serta memenangkan suara dalam pemilihan.”

Menurut PKPU No. 23 Tahun 2018, kampanye adalah kegiatan Peserta Pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh Peserta Pemilu untuk meyakinkan Pemilih dengan menawarkan visi, misi, program, dan/atau citra diri Peserta Pemilu.

Kampanye bisa diartikan sebagai pemanfaatan berbagai metode komunikasi yang berbeda secara terkoordinasi dalam periode tertentu yang ditujukan untuk mengarahkan khalayak pada masalah tertentu berikut pemecahannya.

Kampanye adalah proses yang dirancang secara sadar, bertahap dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan memengaruhi khalayak sasaran.

Kampanye adalah serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu.

Ketika dilakukan uji publik dan pemantauan Mappilu (Masyarakat & Pers Pemantau Pemilu) PWI Bolmong Utara di lokasi setiap kampanye 4 kandidat paslon kepala daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara 2024-2029, dengan wawancara langsung terhadap responden, dapat ditarik kesimpulan sementara;

Pertama, terkesan ada kegembiraan berlebihan karena ada musik menghentak jiwa mereka, dan hanya tau nomor paslon, “Iyo to…..” !

Kedua, jika memilih para paslon, apa kepentingan Anda jika mereka menjadi kepala daerah ? Kita hanya menunggu uang tunai pada saat ke TPS.

Ketiga, mereka tidak peduli lagi janji visi dan misi para paslon, mereka hanya senang figur dan karakter yang menyenangkan pada saat orasi kampanye.

Keempat, mereka butuhkan keteladanan para pemimpin dan keluarganya. Bukan bernostalgia masa laloe.

Kelima, mereka percaya siapapun pemenangnya sudah menjadi takdir dari ilahiyah. ****

Gandhi Goma, Ketua Mappilu PWI Bolmong Utara Periode 2020-2025.

Artikel ini telah dibaca 1,285 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Sirajudin Lasena Dorong Literasi Digital Lewat World Book Day 2026 di Bintauna

23 April 2026 - 12:27 WITA

Bupati Sirajudin Lasena Ajak Warga Gunakan QRIS Bayar PBB-P2 2026

22 April 2026 - 13:41 WITA

Bus DAMRI Hingga Saat Ini  Masih Melayani Penumpang Hingga ke Bolaang Mongondow Utara

21 April 2026 - 17:45 WITA

Penutupan Pendidikan & Pelatihan BCKS Telah Berakhir Siap Menjadi Calon Kepala Sekolah Berkompeten

17 April 2026 - 17:00 WITA

Ketua Partai Gerindra Bolmong Utara Reba Ponto Berduka, Isterinya Meninggal Dunia

16 April 2026 - 20:19 WITA

Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026

15 April 2026 - 23:22 WITA

Trending di Bolmut