Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bolmut · 13 Okt 2024 23:39 WITA ·

Fenomena Kampanye Politik Pilkada 2024 & Joget-Joget


Fenomena Kampanye Politik Pilkada 2024 & Joget-Joget Perbesar


Bolmut, Sulutnews.com – Kampanye politik dilakukan oleh kandidat politik atau partai politik untuk memperoleh dukungan publik dalam pemilihan umum. Minggu (13/10/2024).

“Tujuannya adalah untuk mempengaruhi pemilih, memperkenalkan visi dan program politik, serta memenangkan suara dalam pemilihan.”

Menurut PKPU No. 23 Tahun 2018, kampanye adalah kegiatan Peserta Pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh Peserta Pemilu untuk meyakinkan Pemilih dengan menawarkan visi, misi, program, dan/atau citra diri Peserta Pemilu.

Kampanye bisa diartikan sebagai pemanfaatan berbagai metode komunikasi yang berbeda secara terkoordinasi dalam periode tertentu yang ditujukan untuk mengarahkan khalayak pada masalah tertentu berikut pemecahannya.

Kampanye adalah proses yang dirancang secara sadar, bertahap dan berkelanjutan yang dilaksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan memengaruhi khalayak sasaran.

Kampanye adalah serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu.

Ketika dilakukan uji publik dan pemantauan Mappilu (Masyarakat & Pers Pemantau Pemilu) PWI Bolmong Utara di lokasi setiap kampanye 4 kandidat paslon kepala daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara 2024-2029, dengan wawancara langsung terhadap responden, dapat ditarik kesimpulan sementara;

Pertama, terkesan ada kegembiraan berlebihan karena ada musik menghentak jiwa mereka, dan hanya tau nomor paslon, “Iyo to…..” !

Kedua, jika memilih para paslon, apa kepentingan Anda jika mereka menjadi kepala daerah ? Kita hanya menunggu uang tunai pada saat ke TPS.

Ketiga, mereka tidak peduli lagi janji visi dan misi para paslon, mereka hanya senang figur dan karakter yang menyenangkan pada saat orasi kampanye.

Keempat, mereka butuhkan keteladanan para pemimpin dan keluarganya. Bukan bernostalgia masa laloe.

Kelima, mereka percaya siapapun pemenangnya sudah menjadi takdir dari ilahiyah. ****

Gandhi Goma, Ketua Mappilu PWI Bolmong Utara Periode 2020-2025.

Artikel ini telah dibaca 1,285 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Memberdayakan Ekonomi Kerakyatan, Diluncurkan Centra UMKM Wisata Pantai Batupinagut

16 Agustus 2026 - 01:03 WITA

Kapolres Andhika Fitransyah Bersinergi Dengan Pengadilan Agama Boroko, Dorong Pelayanan Proses Hukum Aman & Berkeadilan

15 Agustus 2026 - 01:29 WITA

Bupati Sirajudin Lasena Merestui dr. Reza Goma Melanjutkan Studi Dokter Spesial Jantung

13 Agustus 2026 - 13:44 WITA

Remaja 15 Tahun Alami Kecelakaan Tunggal di Persawahan Dalapuli Barat

13 Agustus 2026 - 09:37 WITA

Bupati Sirajudin Lasena Hadiri Pengukuhan DPD & DPC Srikandi Jaga Desa Se-Sulut

10 Agustus 2026 - 11:59 WITA

Apel Pagi & Gaktiblin Polres Bolmong Utara Perkuat Disiplin Serta Kesiapan Personel

10 Agustus 2026 - 11:16 WITA

Trending di Bolmut