Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Manado · 25 Sep 2024 07:12 WITA ·

MEP : DPRD Sulut Sikapi Tuntutan Konsorsium Pembaruan Agraria Secara Kelembagaan


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

MANADO, Sulutnews.com – Aspirasi yang disampaikan ratusan warga yang tergabung dalam Konsorsium Pembaruan Agraria Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada aksi demo Selasa (24/9/2024) menurut Wakil Ketua Sementara DPRD Sulut Michaela E Paruntu adalah ungkapan kata hati yang perlu dijadikan catatan oleh Lembaga DPRD untuk ditindak lanjuti, menurutnya dari sekian banyak tuntutan yang disampaikan. Sebagai lembaga legislatif kita menerima semua masukkan aspirasi bapak ibu, tetapi kita ketahui bersama untuk menjalankan ini kita punya regulasi-regulasi yang harus kita jalankan dan kita taati.

“Masukkan dari bapak ibu ini kami terima. Tujuannya ini kan bagi kesejahteraan masyarakat, namun juga perlu diketahui semua akan dilakukan berdasarkan regulasi yang ada,” kata Michaella

Berikut Poin Pernyataan Sikap dan Tuntutan Aksi:

1.Hentikan perampasan/pengambilan tanah yang digarap petani di Kalasey Dua dengan berdalih untuk kepentingan daerah.

2. Hentikan kriminalisasi oleh aparat kepolisian bagi petani yang menggarap di atas tanah HGU.

Usut tuntas pengembangan HGU yang menjual tanah negara untuk kepentingan diri sendiri seperti HGU Desa Ratatotok di Desa Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara.

3.Cabut izin HGU yang tidak mengelola sesuai peruntukan dan menterlantarkan lahan HGU PT Ratatotok di Desa Ratatotok dan PT Uskami di Desa Basaan Kabupaten Minahasa Tenggara.

4.Menolak pemberlakukan Undang-Undang Bank Tanah di Desa Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow.

5.Segera mendistribusi tanah yang digarap masyarakat petani di atas lahan HGU, hak pakai, hak guna bangunan tanah yang diklaim pihak kehutanan yang sudah menjadi perkebunan dan perkampungan rakyat.

6.Membatalkan sertifikat yang dikeluarkan DPR di atas lahan eks HGU atas nama perorangan seperti di Desa Ongkaw dan eks PT Sidate Murni di Desa Pakuweru Utara.

7.Selesaikan tanah eks HGU yang sudah menjadi perkampungan di Desa Pandu.

8.Segera di retribusi ke masyarakat petani, tanah PTPN yang tidak berproduksi di Desa Boyong Atas dan Desa Tinawangko Kabupaten Minahasa Selatan.

9.Segera menyerahkan permohonan masyarakat petani Desa Pungkol Kabupaten Minahasa Selatan, tanah HGU 20 persen dari luas tanah sesuai amanah Perpres 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria.

10. Ketua/Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara segera membuat Pansus penyelesaian sengketa tanah.

Pemerintah dan DPRD segera melaksanakan dan menjalankan TAP MPR Nomor 9 Tahun 2001 tentang Reforma Agraria.(Josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,463 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perdamaian Sengketa Pinjaman Rp10 Miliar Tuntas,Wenny Lumentut : Semua Sudah Clear

23 Oktober 2026 - 07:40 WITA

El Nino dan Kabut Asap Pengaruhi Pelayaran – KSOP Manado Imbau Kapal Waspada Selalu Pantau BMKG

22 Oktober 2026 - 19:47 WITA

Pertamina Patra Niaga Buka Peluang Pasar 8 UMK Binaan Tampilkan Produk Lokal Unggulan di Mantos 3

21 Oktober 2026 - 16:37 WITA

Elizabeth Runtu : Momentum HUT ke-62 Partai Golkar Jadi Pengungat Kepercayaan Rakyat

21 Oktober 2026 - 14:54 WITA

Pasokan BBM Bertambah, Pertamina Pastikan Penyaluran di Manado, Sangihe, dan Sekitarnya Semakin Kondusif

20 Oktober 2026 - 23:25 WITA

Kapolda Sulut Irjen Pol. Yudho Hermanto Silaturahmi Kamtibmas di Kawasan Wisata Kuliner Jalan Roda Manado

20 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Trending di Kepolisian