Manado,SulutNews.Com – Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio MK,ST,MT,
memimpin pertemuan rutin Jajaran BPJN Profinsi Sulut bersama wartawan dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Kantor BPJN Sulut di Desa Suwaan, Minahasa Utara, Senin (16/10).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta pejabat di lingkungan BPJN Sulut bersama pers dan media massa guna sosialisasi berbagai program pembangunan infrastruktur jalan nasional yang dinamis.
Kepala BPJN Sulut diikesempatan itu menjelaskan tentang berbagai hal diantaranya rencana peresmian Bendungan Lolak di Bolaang Mangondouw pada Bulan Oktober 2023.
“Sebelum diresmikan akan didukung oleh akses jalan yang baik menuju lokasi terletaknya bendungan Lolak itu,” kata Hendro Satrio.
Pembangunan ruas jalan ke lokasi Bendungan akan selesai sebelum diresmikan nanti. Jalan ini digarap BPJN berdasarkan Surat Keputusan Menteri PUPR. Sedianya paket pekerjaan ini rampung pada Desember dengan panjang jalan 11,3 kilo meter.
“Kalau dilihat di lapangan, saat ini ruas jalan ke Bendungan Lolak sudah diberi aspal, Sebelumnya jalan di situ tanah sudah rusak, becek jika turun hujan,” urainya.
Seperti diketahui Bendungan Lolak di Desa Pendil Bolmong akan diresmikan pengoperasionalnya oleh Presiden Joko Widodo pada Oktober ini. Sebelumnya, kata Satrio, sudah didahului kegiatan Pengisian Awal Bendungan pada tiga bulan lalu. “Bisa dikoordimasikan dengan pejabat di BWS I Sulut soal ini,” ucapnya.
Bendungan Lolak di Desa Pendil Kabupaten Bolaang Mangondow ini ditenggarai akan mengairi lahan seluas 2.214 sawah milik petani di wilayah tersebut.
Proyek Inpres Jalan Daerah Atau IJD.
Di bagian lain Kabalai BPJN Hendro Satrio menjelaskan Profinsi Sulawesi Utara di tahun 2023 mendapat tiga paket proyek Inpres Jalan Daerah atau IJD.
Paket Proyek Inpres Jalan Daerah tersebut akan digarap BPJN dari Alokasi Anggaran APBN masing-masing terdapat di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan di kepulauan 3T yakni Siau Tagulandang Dan Biaro (Sitaro).
“Progres IJD di Minsel sudah 32,6% selesai dikerjakan. Kalau dilihat di lapangan sudah dilakukan pelebaran jalan dan lapis fandasi,” kata Hendro Satrio seraya menambahkan nilai kontrak IJD di Minsel sebesar Rp 20,5 Milyar.
Sedangkan IJD di Sitaro ada dua paket yaitu pelebara ruas jalan Hulu Bandara Nasional Sitaro dan Ondong Bandara Nasional Sitaro, sampai saat ini sudah dilakukan pengaspalan jalan masing-masing sepanjang 13 kilo meter dan 18kilo meter, progesnya sudah 18,2%.
Menurutnya IJD bukanlah pekerjaan Reguler karena paket proyeknya terdapat di ruasnya jalan daerah seperti di jalan profinsi maupun jalan kabupaten. “Maka dari itu IJD membutuhkan anggaran besar juga waktu untuk mengerjakannya. Pada tahun 2024 kita akan melanjutkan menggarap IJD 6 paket lagi,” imbuhnya.
Inpres Jalan Daerah (IJD) dikerjakan BPJN Sulut berdasarkan Kepres Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Konektivitas Jalan Daerah. (*/yayuk)






