TONDANO, Sulutnews.com – Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene bersama Kementrian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu mencanangkan perluasan pemberian imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) secara nasional di Provinsi Sulawesi Utara. Pada giat yang pelaksanaanya dipusatkan di SDN 8 Tondano, Kabupaten Minahasa tersebut ditandai dengan pemberian imunisasi ini bagi anak yang bersekolah melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS.
“Saya mengajak semua yang datang hari ini untuk berkomitmen untuk mencegah kanker serviks dengan ikut berpartisipasi aktif dalan pelaksanaan imunisasi HPV. Juga jangan takut untuk mendapatkan imunisasi HPV, karena ini merupakan bagian dari ikhtiar kita dalam mencegah kanker serviks,” kata Runtuwene.
Politisi Partai Nasdem yang kembali mencalonkan diri sebagai Anggota DPR-RI pada Pemilu 2024 mendatang juga mengatakan, pencanangan imunisasi HPV di Sulawesi Utara mendapatkan dukungan pimpinan tertinggi UNICEF Indonesia atas langkah nyata pemerintah Indonesia dalam memperluas cakupan imunisasi HPV guna melindungi anak-anak dari ancaman kanker serviks.
“UNICEF berkomitmen dan mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mengeliminasi kanker serviks pada perempuan tahun 2030. Memberikan akses vaksin HPV secara gratis pada anak perempuan usia sekolah dasar sangat penting dalam upaya melindungi jutaan anak perempuan dari kanker serviks.”ungkap Runtuwene
Introduksi imunisasi HPV telah dilakukan sejak tahun 2016 di Provinsi DKI Jakarta, hingga pada tahun 2021 sudah ada 20 Kabupaten/Kota yang melaksanakan imunisasi HPV. Tahun 2022 diperluas ke 112 Kabupaten/Kota. Total terdapat 132 Kabupaten/Kota yang telah melaksanakan introduksi imunisasi HPV. Percepatan imunisasi HPV terus dilakukan dengan melaksanakan perluasan secara nasional di seluruh Kabupaten/Kota di tahun 2023.
“Terbitnya Surat Keputusan Bersama 4 (empat) Menteri yakni Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang Penyelenggaraan Peningkatan Status Kesehatan Peserta Didik dimana Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/bentuk lain yang sederajat perlu memastikan status imunisasi setiap peserta didik lengkap, termasuk di dalamnya adalah imunisasi HPV yang target hingga tahun 2023 ini bisa mencapai 9p persen.(josh tinungki)







