Inilah polisi polres Rote Ndao BYO Sosok yang tak dapat di tiru orang lain
Reporter : Dance Henukh
ROTE NDAO, SULUTNEWS.COM – Seragam cokelat bukan hanya tentang kewenangan. Di balik seragam itu, ada hati yang bisa merasakan kehausan dan penderitaan sesama.
Pemandangan mengharukan terjadi di SPBU Sanggoen, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketika masyarakat pemilik kendaraan roda dua dan roda empat harus mengantre BBM di bawah terik matahari, seorang anggota polisi yang akrab disapa Byo menunjukkan kepedulian melalui tindakan sederhana yang sarat makna.
Tak menunggu perintah. Tak harus menunggu program. Byo merogoh kantong celana dinasnya, mengeluarkan uang pribadi, membeli air mineral merek AQUA, lalu membagikannya kepada masyarakat yang sedang mengantre BBM. Di tengah panjangnya antrean dan panas yang menyengat, sebotol air mineral menjadi bentuk perhatian bagi warga yang sedang berjuang mendapatkan bahan bakar.
Sementara sebagian anggota polisi fokus mengatur kendaraan agar antrean tetap tertib, Byo menghadirkan sisi lain dari tugas kepolisian: kepedulian terhadap sesama manusia.
Anggota Polres Rote Ndao yang berjaga di SPBU Sanggoen bertugas menjaga ketertiban dan mengantisipasi potensi keributan maupun kejadian yang tidak diinginkan. Dalam situasi seperti itu, tindakan kecil yang lahir dari kepedulian dapat memberikan arti tersendiri bagi masyarakat.
BYO TAK PERLU PANGGUNG, AKSINYA BERBICARA!
Hal yang menarik, Byo disebut tidak ingin menonjolkan aksi sosialnya kepada publik. Ia memilih tetap menjalankan tugas tanpa menjadikan kepedulian tersebut sebagai panggung untuk mencari popularitas.
Di sinilah pesan kemanusiaan itu terasa kuat.
Ia tidak membagikan uang. Ia membagikan air. Bukan untuk membeli pujian, melainkan sebuah tindakan sederhana yang menunjukkan perhatian kepada warga.
Tentu, ketulusan seseorang tidak bisa diukur hanya dari satu peristiwa. Namun, aksi tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat hadir melalui tindakan nyata, bahkan dalam bentuk yang paling sederhana.
POLISI BUKAN HANYA MENERTIBKAN, TETAPI JUGA MENGAYOMI!
Masyarakat yang mengantre BBM membutuhkan kepastian pelayanan, ketertiban, dan keamanan. Mereka juga manusia yang bisa merasa lelah, haus, dan kepanasan.
Di tengah kondisi itu, kepedulian seorang anggota polisi menghadirkan pesan penting: penegakan aturan dan sikap humanis bukanlah dua hal yang bertentangan.Justru, keduanya dapat berjalan beriringan.Satu botol air mineral mungkin terlihat sepele. Namun, bagi orang yang sedang kehausan di bawah terik matahari, perhatian kecil itu bisa terasa begitu berarti.
Dari SPBU Sanggoen, Rote Ndao, kisah Byo menjadi pengingat bahwa ukuran pengabdian tidak selalu terletak pada besarnya tindakan atau kerasnya suara, tetapi juga pada kesediaan melihat kesulitan orang lain dan melakukan sesuatu untuk membantu.
Sebab, seragam boleh menunjukkan jabatan. Kewenangan boleh menegaskan tanggung jawab. Namun, kepedulianlah yang membuat kehadiran seorang pelayan masyarakat terasa dekat di hati rakyat.
BYO, POLISI HUMANIS DARI ROTE NDAO. AKSI SEDERHANA, PESAN BESAR MENGAYOMI BUKAN SEKADAR KATA-KATA, TETAPI JUGA TINDAKAN NYATA!






