Manado, Sulutnews.com – Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulawesi Utara mulai melakukan seleksi terhadap 122 lulusan SMK/SMA pada Jumat (9/10/26). Para peserta akan mengikuti pelatihan selama beberapa bulan sebelum diberangkatkan magang ke Jepang.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Dikda Sulut, Join Entimen, S.S., kepada wartawan Sulutnews.com, Sabtu (10/10/26), menyatakan bahwa program pelatihan ini telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.
“Ada sekitar 500 lulusan SMK dan SMA yang mendaftar, namun yang hadir dan mengikuti seleksi hanya 122 orang,” ujar Join Entimen.
Ia menjelaskan bahwa para peserta merupakan lulusan SMA/SMK yang akan dibekali pelatihan di beberapa tempat yang difasilitasi oleh Dikda Sulut. Setelah pelatihan, mereka dipersiapkan untuk bekerja di Jepang.
Menurut Kabid Join, Dikda Sulut memiliki komitmen dan kewajiban tidak hanya menciptakan lulusan, tetapi juga mempersiapkan mereka agar memiliki kemampuan dan keterampilan sebagai dasar untuk bekerja di dunia industri maupun dunia usaha (DUDI).
“Para peserta yang lulus seleksi nantinya akan mengikuti pendidikan dan latihan tentang pengenalan budaya Jepang, bahasa, serta cara bekerja di Jepang. Jadi sangat penting ada pelatihan sebelum magang di Jepang,” tambahnya.
Ia berharap para peserta dapat bertahan dan menyelesaikan seluruh proses pendidikan hingga akhir.

Foto – Suasana lulusan SMK dan SMA ikut tes untuk.latihan sebelum Magang di Jepang
Dukungan Kepala Sekolah SMK
Sejumlah kepala sekolah SMK yang dikonfirmasi wartawan Sulutnews.com dan Jurnalis Sumikolah Sulut pada Sabtu (10/10/26) menyatakan dukungan terhadap program pelatihan magang ke Jepang. Menurut mereka, program yang telah dilakukan Dikda melalui Bidang SMK ini sangat baik karena membantu lulusan atau alumni SMK bekerja di Jepang melalui pelatihan.
“Kami mendukung program pelatihan dari Dikda sebelum magang di Jepang,” ujar para kepsek.
Kepala sekolah yang dikonfirmasi antara lain:
Telly Ticoalu, S.Pd., M.Si. – Kepsek SMK Negeri 1 Manado. Menyatakan ada beberapa alumni sekolahnya yang mendaftar pelatihan untuk magang di Jepang bila lulus.
Hartini Ngadirejo, S.Pd., M.Pd. – Kepsek SMK Negeri 1 Langowan, Minahasa. Menyebutkan ada alumni yang ikut mendaftar.
Hardy Mokoginta, S.Pd., M.M. – Kepsek SMK Negeri 1 Kotamobagu. Menurutnya, tahun ini belum ada alumni yang mendaftar, tetapi tahun sebelumnya sudah ada dua alumni yang bekerja di Jepang.
Anna Powa, S.Pd. – Kepsek SMK Negeri 1 Ratahan, Minahasa Tenggara. Menyatakan pihak sekolah telah menyampaikan informasi program pelatihan magang ke Jepang kepada seluruh alumni dan keluarga. Kemungkinan ada yang ikut, namun belum memberikan informasi.
Herny Onibala, S.Pd., M.Si. – Kepsek SMK Negeri Pembangunan Pertanian (SMKN-PP) Kalasey, Minahasa. Menyatakan mendukung program pelatihan magang, namun belum menerima laporan apakah ada alumni yang ikut saat ini. Pihaknya akan menunggu pengumuman pendaftaran.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Manado Telly Ticoalu,S.Pd,M.Si.
Peningkatan Kualitas Keahlian
Menurut lima kepsek SMK tersebut, ke depan pihaknya terus menyiapkan siswa melalui peningkatan kualitas belajar pada beberapa program keahlian, agar lulusan memiliki kualitas kompetensi keahlian yang lebih baik.
Sementara itu, data Jurnalis Sumikolah Sulut menyebutkan bahwa program pelatihan sebelum magang ke Jepang telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu bekerja sama dengan PT Indonesia Nippon Anugera (PT. INA). Lembaga ini membantu pelatihan di beberapa Balai Latihan Kerja (BLK) dan sekolah. Data yang ada menunjukkan sudah ada ratusan alumni SMK yang bekerja magang di beberapa perusahaan dan menetap di Jepang.
(Fanny)






