Manado, Sulutnews.com — Rektor Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), Dr. Ir. Sandra Agustien Korua, M.Si., secara tegas membantah pemberitaan yang menyebar di media sosial terkait kenaikan biaya pembimbingan skripsi di Fakultas Teologi hingga Rp10 juta. Menurutnya, informasi tersebut keliru dan tidak benar.
Dikukuhkan melalui rapat pimpinan pada Kamis (8/10/2026), biaya pembimbingan skripsi selama enam bulan tetap Rp1.500.000 — tidak ada kenaikan sama sekali.
“Itu keliru dan tidak benar, atau bisa dikatakan hoaks. Yang benar, biaya pembimbingan skripsi selama enam bulan di Fakultas Teologi tetap Rp1,5 juta. Saya pun kaget dan bingung mengapa muncul berita seolah-olah naik hingga Rp10 juta,” ujar Rektor saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (10/10/2026).
Hasil Rapat Pimpinan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pimpinan universitas dan fakultas:
- Wakil Rektor I: Dr. Yopie Pangemanan
- Wakil Rektor II: Pdt. Dr. Inneke Tombeng
- Wakil Rektor III: Prof. Dr. Ir. Franky Tulungen, M.S.
- Dekan Fakultas Teologi: Dr. Denny Tarumingkeng, S.Th., M.Th.
- Wakil Dekan II: Pdt. Dr. Mieke Sendow
- Wakil Dekan III: Pdt. Arthur Tewu, M.Th.
- Serta perwakilan mahasiswa
Dalam pertemuan yang berlangsung secara terbuka dan kekeluargaan, disepakati dan ditegaskan kembali: tidak ada kenaikan biaya pembimbingan skripsi. Tarif tetap sama seperti yang berlaku selama ini.
Bisa Dicicil, Ada Keringanan Bagi yang Kesulitan
Rektor menegaskan UKIT senantiasa berupaya meringankan beban mahasiswa. Bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi, pembayaran dapat dilakukan secara cicilan. Orang tua atau wali dapat mengajukan permohonan keringanan biaya secara tertulis kepada Pimpinan Fakultas Teologi.
“Tidak ada yang kami biarkan berjuang sendirian di keluarga besar UKIT. Jika ada kesulitan, bicaralah — kita cari jalan keluar bersama,” pesan Rektor.
Tetap Bersatu, Fokus Masa Depan Kampus
Rektor mengajak seluruh civitas akademika untuk tetap bersatu dan menjaga komunikasi yang jujur serta terbuka. Dengan sekitar 3.000 mahasiswa di 8 fakultas — termasuk rencana pembukaan Fakultas Kedokteran — UKIT terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kita harus fokus pada tujuan: menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil yang membanggakan. Tuhan Yesus menuntun langkah kita,” ujarnya.
Rapat ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama. (Fanny)






