Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Kotamobagu · 22 Sep 2026 02:18 WITA ·

GPM di Kotamobagu, Cabai Rawit Dijual Rp57 Ribu per Kilogram


GPM di Kotamobagu, Cabai Rawit Dijual Rp57 Ribu per Kilogram Perbesar

KOTAMOBAGU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Kotamobagu sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komoditas pangan. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapat kesempatan membeli cabai rawit dengan harga Rp57.000 per kilogram.

GPM dijadwalkan berlangsung di Pasar 23 Maret Kotamobagu, Senin (21/9/2026), mulai pukul 07.00 Wita. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Utara bersama TPID kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu, Noval Manoppo, mengatakan GPM dilaksanakan di sejumlah daerah sebagai bagian dari langkah bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan komoditas pangan bagi masyarakat.

“Berdasarkan hasil rakor TPID Provinsi dan TPID Kabupaten Kota se-Sulawesi Utara, maka akan dilaksanakan Gerakan Pangan Murah di beberapa lokasi di kabupaten kota, dan salah satunya di Kota Kotamobagu,” ujar Noval, Sabtu (19/9/2026).

Untuk pelaksanaan di Kotamobagu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyiapkan 330 kilogram cabai rawit yang akan dijual dengan harga Rp57.000 per kilogram. Penyediaan komoditas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan permintaan di pasar.

“Rencananya kita mulai jam 7 pagi. Komoditas yang akan dijual adalah jenis cabai rawit dengan harga Rp57.000 per kilogram. Stok yang disiapkan pemerintah provinsi sebanyak 330 kilogram,” jelas Noval.

Noval mengimbau masyarakat memanfaatkan pelaksanaan GPM tersebut untuk memenuhi kebutuhan cabai rawit dengan harga yang relatif terjangkau. Menurutnya, sinergi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota melalui program pangan murah perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga pangan di daerah.

Pelaksanaan GPM di Kotamobagu diharapkan menjadi bagian dari langkah konkret pengendalian inflasi daerah, terutama terhadap komoditas pangan yang berpengaruh terhadap kebutuhan rumah tangga. Pemerintah daerah juga mendorong koordinasi antarpemerintah agar intervensi pasar dapat dilakukan secara tepat ketika terjadi tekanan terhadap harga maupun ketersediaan pangan.

Artikel ini telah dibaca 975 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

SPBU Kotobangon: Tetap Menjadi Pelita di Tengah Kelangkaan BBM

20 Oktober 2026 - 11:10 WITA

RSB Dampingi Jenderal (Purn) Dudung Abdurahman sebagai Stafsus Menkopolkam RI

20 Oktober 2026 - 02:42 WITA

URC Polres Kotamobagu Gerak Cepat Tindaki Laporan Warga, Tertibkan Keributan di Motoboi Besar

18 Oktober 2026 - 15:42 WITA

URC Polres Kotamobagu Patroli di SPBU Antisipasi Penimbunan BBM

15 Oktober 2026 - 15:36 WITA

RSB Putra Bolaang Mongondow yang Penuh Semangat,Dan Sukses Tingkat Nasional

9 Oktober 2026 - 18:51 WITA

Pelayanan Samsat Kotamobagu Dinilai Terbaik, Kepala Samsat Anton Siahaan: Pertahankan Kepuasan Masyarakat

8 Oktober 2026 - 14:33 WITA

Trending di Kotamobagu