Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Bisnis · 28 Sep 2026 14:35 WITA ·

Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, di Panggung Sharia Insurance International Forum 2026


Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, di Panggung Sharia Insurance International Forum 2026 Perbesar

Jakarta, 24 September 2026 – PT Prudential Sharia Life Assurance
(Prudential Syariah) hadir sebagai salah satu perwakilan industri asuransi jiwa
syariah Indonesia dalam Sharia Insurance International Forum (SIIF) 2026 yang
diselenggarakan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) di Menara Syariah,
PIK 2.

                Iskandar
Ezzahuddin, Presiden Direktur Prudential Syariah, saat paparannya di sesi

Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, menjadi
pembicara dalam sesi bertajuk “Expanding Sharia Investment Opportunities
for Sustainable Takaful Growth” bersama Muhammad Gunawan Yasni (DSN-MUI)
dan Andryan Gouw sebagai pembicara, mempertemukan perspektif dewan syariah,
pelaku industri asuransi, dan platform investasi berbasis aset riil dalam satu
diskusi.

Dalam paparannya, Iskandar menyoroti apa yang sebenarnya dibutuhkan
perusahaan asuransi jiwa syariah dari pasar investasi syariah, mulai dari
kesesuaian durasi aset dan kewajiban, likuiditas, hingga diversifikasi
instrumen. Ia menjelaskan bahwa penetrasi asuransi jiwa syariah di Indonesia
masih di bawah satu persen, sementara permintaan terus tumbuh dan gaya hidup
syariah kian menjadi arus utama.

Tantangan justru berada di sisi investasi: pasokan sukuk korporasi yang
masih terbatas, pergerakan emiten yang keluar-masuk Daftar Efek Syariah,
perlakuan pajak Gold Exchange Traded Fund yang belum efisien, serta instrumen
derivatif syariah yang masih terbatas pengembangannya. Ia juga menilai arah
kebijakan dan regulasi saat ini sudah bergerak ke tempat yang tepat.

“Peluangnya ada, permintaannya besar, dan lingkungan regulasinya
mendukung. Yang kita butuhkan adalah ekosistem investasi syariah yang membantu
industri tumbuh secara efisien dan bertanggung jawab, sehingga kita mampu
memenuhi janji jangka panjang kepada para Peserta,” ujar Iskandar.

Partisipasi Prudential Syariah dalam SIIF 2026 menjadi bagian dari
komitmen perusahaan untuk aktif berkontribusi dalam pengembangan industri
asuransi jiwa syariah Indonesia, sekaligus mendukung agenda nasional menjadikan
Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dukung Agenda Literasi OJK, Prudential Syariah Ajak Mahasiswa Rancang Strategi Perluas Akses Asuransi Syariah

28 September 2026 - 18:40 WITA

OSL Indonesia Resmikan Kantor Baru, Perkuat Komitmen Kepatuhan Berstandar Global di Indonesia

28 September 2026 - 18:12 WITA

Hisense Hadirkan Direct Service Center di Jakarta Barat untuk Layanan Purna Jual yang Lebih Dekat

28 September 2026 - 17:54 WITA

Diwali Bazaar 2026 Jadi Ruang Temu Budaya, UMKM, dan Gaya Hidup India di Jakarta

28 September 2026 - 17:52 WITA

Jawab Tantangan Dinamika Ekonomi Global, BINUS @Medan Luncurkan Joint Degree Digital Business Bersama Asia University Taiwan

28 September 2026 - 17:25 WITA

Intrusion Detection System Drone: Alarm Terpicu, Drone Terbang Otomatis untuk Verifikasi Ancaman

28 September 2026 - 17:15 WITA

Trending di Bisnis