Manado, Sulutnews.com – Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Daerah Konferens Manado dan Provinsi Maluku Utara (DKMMU) melaksanakan Kebaktian Revival dan Reformation Pekabaran Tiga Malaikat, berlangsung 21-25 September 2026 bertempat di GMAHK Jemaat Paal Dua Manado.
Sebagai Pembicara Pdt. Praban Barna Lim, P.hD, Gembala Jemaat GMAHK CIASDA Denvert Colorado Amerika Serikat.

Di tengah dinamika dan tantangan global yang semakin kompleks, umat Kristen diingatkan kembali akan esensi penting dari persiapan spiritual akhir zaman.
Pendeta Praban Lim menguraikan dan mengajak untuk menghidupkan Pekabaran Tiga Malaikat yang termaktub dalam Kitab Wahyu 14:6-12 bukan sekadar perkara menyampaikan khotbah, melainkan sebuah panggilan mendesak untuk mengalami kebangunan rohani dan reformasi hidup secara menyeluruh.
Pekabaran Tiga Malaikat merupakan cetak biru pergerakan iman Kristen dalam mempersiapkan dunia menyambut kedatangan Kristus yang kedua kali.
Namun, pekabaran teologis yang mendalam ini dinilai tidak akan memiliki daya ubah tanpa adanya pembaruan hati secara internal yang membuahkan perubahan tindakan nyata dalam gaya hidup sehari-hari.
“Kebangunan rohani adalah pekerjaan Roh Kudus yang membangkitkan kembali jiwa yang suam-suam kuku, sementara reformasi adalah wujud nyata dari kebangunan tersebut, seperti perubahan kebiasaan, penataan ulang cara hidup, dan penurutan sukarela pada perintah Allah,” ujar Praban Lim.

Pendeta Praban Barna Lim menguraikan kaitan erat antara Kebangunan Rohani, Reformasi, dan Pekabaran Tiga Malaikat dijabarkan ke dalam tiga pilar utama.
Seruan Malaikat pertama memanggil untuk memulihkan Penyembahan yang Benar. Kebangunan rohani menuntun umat untuk menerima kembali Injil yang kekal dengan hati yang bertobat. Oleh karena Yesus kita menghasilkan reformasi praktis berupa pemulihan pemeliharaan hari Sabat ketujuh sebagai tanda kesetiaan kepada Sang Pencipta serta reformasi kesehatan demi memuliakan Allah melalui tubuh.
Seruan Malaikat kedua memanggil untuk bertobat memurnikan diri dari kompromi dunia. Seruan untuk keluar dari “Babel” yaitu doktrin palsu yang tidak mengenal Yesus. Menuntut kejelasan rohani yang hanya datang dari Roh Kudus. Umat didorong melakukan reformasi pemikiran dan menolak kompromi moral dengan standar duniawi. “Salibmu adalah dirimu dan harus keluar dari kebiasaan hidup kita yang penuh dosa” ucapnya.
Seruan Malaikat ketiga membentuk ketekunan Iman yang teruji untuk menghadapi krisis akhir zaman, umat memerlukan hubungan yang intim dan kokoh dengan Yesus. Memelihara kesetiaan kepada Yesus.
Amaran seperti seorang dokter yang menyampaikan penyakit dan memberikan obat kepada kita.
Amaran kepada yang menyembah patung akan menerima anggur murka Allah.
Iman tanpa pengurutan tidak akan membawa perubahan. Kebangunan rohani harian menghasilkan buah reformasi berupa karakter yang menuruti hukum-hukum Allah dengan setia, bahkan di bawah tekanan situasi tersulit sekalipun.
Melalui momentum ini, seluruh jemaat dan masyarakat diajak untuk tidak hanya fokus pada peristiwa-peristiwa eskatologis di luar sana, melainkan mengutamakan pemeriksaan hati di dalam diri sendiri. “Hanya melalui curahan Roh Kudus, umat Tuhan dapat disanggupkan menjadi saksi-saksi yang hidup dan membawa pekabaran pengharapan ini ke seluruh dunia” ujar Praban Lim.(Merson)




