Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Health · 4 Sep 2026 23:12 WITA ·

Tiga Fakultas Kedokteran Baru Di Sulut: Langkah Strategis Penuhi Kebutuhan Dokter Dan Dorong Indeks Pembangunan Manusia


Foto - Louis Schramm SH MH Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD Sulut Perbesar

Foto - Louis Schramm SH MH Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD Sulut

Manado, Sulutnews.com — Hadirnya tiga Fakultas Kedokteran baru di tiga perguruan tinggi di Sulawesi Utara pada tahun 2026 ini mendapat apresiasi luas. Pembukaan fakultas kedokteran di Universitas Negeri Manado (Unima), Universitas Klabat (Unklab), dan Universitas De La Salle Manado menambah jumlah fakultas kedokteran menjadi empat, selain Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang telah lebih dulu berdiri.

Sejalan Dengan Komitmen Presiden Prabowo Dan Pemerintah Daerah

Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pendidikan, Prof. Dr. Ir. Grevo Gerung, M.Sc., menyambut baik langkah tersebut dalam keterangannya kepada wartawan Sulutnews.com, Jumat (4/9/2026).

“Ini sejalan dengan program pemerintah pusat dan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat ketersediaan dokter umum, dokter spesialis, dan dokter gigi yang masih sangat dibutuhkan di seluruh Indonesia, termasuk Sulawesi Utara.”

Foto – Prof Dr Ir Grevo .S. Gerung M.Sc Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pendidikan

Prof. Grevo menjelaskan pembukaan fakultas kedokteran baru memerlukan sinergi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bahkan, pendidikan dokter spesialis telah mulai dibuka dengan skema berbasis rumah sakit (hospital-based).

Dengan rasio ideal 1 dokter per 1.000 penduduk, Provinsi Sulawesi Utara secara keseluruhan masih tergolong kekurangan tenaga medis, meskipun beberapa kabupaten/kota telah memenuhi atau mendekati rasio tersebut.

Sebagai Guru Besar Unsrat, Prof. Grevo menilai program ini turut mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sulut — yang merupakan salah satu prioritas utama Gubernur Yulius Selvanus, S.E. dan Wakil Gubernur Dr. Johanes Viktor Mailangkay, S.H., M.H. dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Kotamobagu Masyuri Podomi S.Pd.M.Pd

“Pemerintah Provinsi tidak dapat hanya mengandalkan lulusan Unsrat yang kuotanya terbatas setiap tahun. Oleh karena itu, Gubernur terus mendorong pembukaan fakultas kedokteran baru: Unima telah menerima mahasiswa baru tahun ini, Universitas De La Salle diharapkan menerima mahasiswa baru pada 2027, sedangkan Universitas Klabat sedang dalam proses. Sementara itu, rencana pembukaan di Universitas Muhammadiyah Manado masih dalam tahap perencanaan, dan Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) yang telah lama merencanakan hal serupa diharapkan dapat melanjutkan proses sesuai ketentuan yang berlaku.”

Prof. Grevo menegaskan, penambahan fakultas kedokteran tidak akan memicu persaingan yang tidak sehat, mengingat tingginya minat calon mahasiswa dan kuota yang selama ini terbatas di Unsrat. Justru, kehadiran fakultas kedokteran baru memperluas peluang lulusan SMA di Sulawesi Utara untuk menempuh pendidikan kedokteran tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah.

DPRD Sulut: Langkah Baik, Akan Dipantau Terus

Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pendidikan sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut, Louis Schramm, S.H., M.H., menyambut baik dan memberikan apresiasi pembukaan tiga fakultas kedokteran baru.

“Ini program Presiden Prabowo Subianto yang berdampak nyata bagi daerah. Penambahan fakultas kedokteran juga merupakan wujud komitmen Pemprov Sulut di bawah Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Viktor Mailangkay untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter, sekaligus menjawab harapan masyarakat agar putra-putri daerah dapat menempuh pendidikan kedokteran tidak hanya di Unsrat, melainkan juga di Unima, Unklab, dan De La Salle. DPRD Sulut akan terus memantau pelaksanaan program ini.”

Louis juga mengingatkan agar Dinas Pendidikan Daerah Sulut membenahi kualitas pembelajaran di satuan pendidikan SMA dan sederajat, sehingga lulusan semakin siap bersaing memasuki fakultas kedokteran.

Foto – Ketua MKKS – SMA Se- Sulut Jemmy Jermias S.Pd Yang Juga Menjabat Kepsek SMA Negeri 1 Manado

Dukungan Penuh Dari Kalangan Pendidik

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Sulut sekaligus Kepala SMA Negeri 1 Manado, Jemmy James Jermias, S.Pd., menyatakan dukungan penuh.

“Kami dukung 100 persen. Selama ini banyak lulusan SMA kita yang berminat menjadi dokter terpaksa melanjutkan ke luar Sulawesi Utara karena kuota di Unsrat terbatas — tentu biayanya jauh lebih besar. Dengan adanya fakultas kedokteran baru di Unima, Unklab, dan De La Salle, peluang semakin luas dan biaya dapat lebih terjangkau.”

Foto – Kepsek SMA Negeri 2 Bitung Maxy Awondatu S.Pd.M.Pd

Hal senada disampaikan sejumlah Kepala Sekolah berakreditasi “A” yang banyak melahirkan lulusan masuk kedokteran: Hendra Masie, S.Pd., M.M. (Kepala SMA Negeri 9 Manado), Maxy Awondatu, S.Pd., M.Pd. (Kepala SMA Negeri 2 Bitung), dan Masyuri Podomi, S.Pd. (Kepala SMA Negeri 1 Kotamobagu).

  • Hendra Masie: “Empat lulusan kami tahun ini telah diterima di FK Unima, selain yang diterima di FK Unsrat. Ini bukti nyata program Presiden sekaligus perjuangan Gubernur Sulut — termasuk tersedianya beasiswa di Unima.”
  • Maxy Awondatu: “Selama ini banyak peminat namun pilihan terbatas. Kini semakin banyak jalan untuk mewujudkan cita-cita menjadi dokter.”
  • Masyuri Podomi: “Dua siswa kami telah diterima di FK Unima dengan beasiswa dari Gubernur Sulut. Kehadiran fakultas kedokteran baru sangat membantu — lulusan tidak lagi harus jauh ke luar daerah. Ke depannya, Rumah Sakit di wilayah Bolaang Mongondow Raya pun akan terbantu, terutama pemenuhan kebutuhan dokter spesialis agar pasien tidak lagi dirujuk jauh ke Manado.”

Foto – Kepsek SMA Negeri 9 Manado Hendra Masie S.Pd.MM

Dengan dibukanya tiga fakultas kedokteran baru di Sulawesi Utara, diharapkan kuota penerimaan mahasiswa kedokteran meningkat signifikan, akses pendidikan kedokteran semakin dekat dan terjangkau bagi putra-putri daerah, serta pada akhirnya memenuhi kebutuhan tenaga dokter demi meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.

(Tim Liputan Sulutnews.com / Peliput: Fanny)

 

Artikel ini telah dibaca 2,125 kali

Baca Lainnya

Klarifikasi Rektor UKIT: Biaya Pembimbingan Skripsi Tetap Rp1,5 Juta – Bukan Rp10 Juta

10 Oktober 2026 - 20:07 WITA

Dikda Sulut Seleksi 122 Lulusan SMK/SMA untuk Pelatihan Sebelum Magang ke Jepang

10 Oktober 2026 - 19:49 WITA

Kadis Dikda Sulut Jahya Rondonuwu Buka Bimbel Dua Bulan bagi 60 Purna Paskibraka, Program Gubernur Yulius Selvanus

10 Oktober 2026 - 08:24 WITA

Sejumlah Sekolah SMA/SMK Penerima Revitalisasi Tahap Pertama Optimistis Rampung Akhir Oktober 2026, BPMP Akan Mengundang Sekolah yang Selesai 100 Persen

10 Oktober 2026 - 07:23 WITA

Rektor Dr Sandra Korua : UKIT Tomohon Jalin Kerja Sama dengan 15 Perguruan Tinggi, Perkuat Kualitas Tambah Dosen S2 dan S3

9 Oktober 2026 - 22:27 WITA

HUT ke 46 PKB Sinode GMIM, Pdt Yanni Rende Ajak PKB Jadi Katalisator Dalam Pelayanan

9 Oktober 2026 - 19:46 WITA

Trending di Manado