Tahuna, Sulutnews.com – Pasca perbaikan jaringan kabel optik bawah laut, bukannya membaik, akses internet dan telekomunikasi di wilayah Kecamatan Kepulauan Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe, justru masih mengalami gangguan di sejumlah titik.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan masyarakat. Harapan agar perbaikan kabel optik bawah laut dapat membuat akses internet dan telekomunikasi semakin membaik, ternyata belum sepenuhnya dirasakan warga. Sebaliknya, sejumlah wilayah kini mengalami blank spot jaringan.
Gangguan jaringan ini membuat masyarakat kesulitan mengakses internet maupun melakukan komunikasi. Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Sejumlah lokasi yang dilaporkan mengalami gangguan antara lain Pulau Kahakitang, Kampung Taleko Batusaiki, kawasan Tanah Lapang, serta beberapa lokasi di Pulau Para Salingkere (Para I).
Selain menghambat komunikasi, masyarakat juga mengalami kesulitan dalam mengakses layanan tertentu, termasuk kebutuhan pengisian token listrik PLN di Pulau Salingkere.
Atas kondisi tersebut, Masyarakat Tatoareng menyurati Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, untuk menyampaikan keluhan sekaligus meminta perhatian pemerintah terhadap persoalan jaringan telekomunikasi di wilayah mereka.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Dinas Kominfo Sangihe Ronald Lumiu menindaklanjuti surat aduan masyarakat Tatoareng.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah daerah terhadap keluhan masyarakat yang terdampak gangguan jaringan telekomunikasi.
Lumiu mengatakan, laporan masyarakat terkait blank spot di sejumlah wilayah Tatoareng menjadi perhatian pihaknya. Dinas Kominfo akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan pihak-pihak terkait guna mengetahui penyebab gangguan dan mendorong percepatan pemulihan jaringan.
“Kami sudah menerima laporan dari masyarakat Tatoareng dan akan menindaklanjutinya dengan pihak terkait. Kami berharap gangguan jaringan ini dapat segera ditangani sehingga pelayanan komunikasi dan akses internet masyarakat kembali normal,” ujar Lumiu.
Masyarakat Tatoareng berharap tindak lanjut dari Dinas Kominfo Sangihe dapat segera membuahkan hasil. Sebab, jaringan telekomunikasi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat di wilayah kepulauan, baik untuk komunikasi, pelayanan publik, aktivitas ekonomi maupun kebutuhan sehari-hari.
Gangguan blank spot tersebut dilaporkan telah berlangsung sejak Minggu, 23 Agustus 2026, dan hingga kini masyarakat masih menantikan pemulihan jaringan telekomunikasi di sejumlah titik. (Andy Gansalangi)




