Reporter: Dance Henukh
ROTE NDAO, Sulutnews.com — Dugaan tindakan arogan yang melibatkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rote Ndao, Hangry Mooy, terhadap seorang ibu rumah tangga bersama tujuh anaknya kembali menjadi sorotan publik.
Peristiwa yang disebut terjadi di kawasan lapangan sepak bola Ba’a hingga halaman Gereja Betania Ba’a itu memunculkan pertanyaan mengenai sikap Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terhadap dugaan perlakuan yang dinilai meresahkan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang ibu rumah tangga bersama tujuh anaknya diduga mengalami situasi yang membuat mereka ketakutan. Anak-anak tersebut disebut berteriak histeris bersama ibunya ketika terjadi perselisihan dengan pihak yang disebut sebagai Plt Kadis Perhubungan Rote Ndao.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan anak-anak yang masih di bawah umur.
Bupati Diminta Tidak Diam
Munculnya persoalan ini juga memunculkan pertanyaan publik mengenai respons Bupati Rote Ndao Paulus Henuk sebagai pimpinan daerah.
Masyarakat mempertanyakan apakah Bupati telah mengetahui persoalan tersebut dan langkah apa yang akan diambil pemerintah daerah apabila benar terjadi tindakan yang tidak sesuai dengan etika pelayanan publik.
Sebagai kepala daerah, Bupati diharapkan dapat memastikan setiap aparatur pemerintah menjalankan tugas dengan mengedepankan sikap humanis, profesional, serta menghormati masyarakat, terlebih ketika persoalan tersebut diduga melibatkan anak-anak.
Publik juga meminta agar persoalan ini tidak hanya menjadi perbincangan di masyarakat, tetapi dapat ditelusuri secara objektif sehingga tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.
Menunggu Klarifikasi Pemerintah Daerah
Hingga berita ini disusun, tanggapan resmi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terkait dugaan kejadian tersebut masih dinantikan.
Klarifikasi dari Bupati Paulus Henuk penting untuk menjelaskan apakah dirinya telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut, sekaligus memastikan langkah pemerintah daerah terhadap dugaan perilaku yang dinilai tidak mencerminkan pelayanan kepada masyarakat.
Demikian pula, Hangry Mooy sebagai pihak yang disebut dalam informasi tersebut perlu diberikan ruang untuk menjelaskan kronologi kejadian dari sudut pandangnya.
Sulutnews.com menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan tindakan arogan tersebut masih menunggu klarifikasi memberikan penjelasan.
(DH)




