Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Sangihe · 31 Agu 2026 10:21 WITA ·

Tim Sensus Ekonomi Nasional Kecamatan Tatoareng Sukses Tuntaskan Pendataan di Tengah Tantangan Wilayah Kepulauan


Tim Sensus Ekonomi Nasional Kecamatan Tatoareng Sukses Tuntaskan Pendataan di Tengah Tantangan Wilayah Kepulauan Perbesar

Tahuna, Sulutnews com – Tim Sensus Ekonomi Nasional (SEN) Wilayah Kecamatan Kepulauan Tatoareng sukses menuntaskan pelaksanaan pendataan langsung di lapangan. Kegiatan yang dimulai sejak 15 Juni 2026 dan berakhir pada 31 Agustus 2026 tersebut berhasil dilaksanakan meskipun petugas harus menghadapi berbagai tantangan sebagai wilayah kepulauan.

Kondisi geografis Kecamatan Kepulauan Tatoareng yang terdiri dari beberapa pulau membuat proses pendataan membutuhkan perjuangan dan koordinasi yang cukup tinggi. Petugas harus melewati perjalanan antar-pulau, menghadapi musim berombak, serta menjangkau medan yang tidak selalu mudah.

Namun, berbagai tantangan tersebut tidak menyurutkan semangat tim. Dengan kerja sama seluruh petugas serta dukungan masyarakat, pelaksanaan sensus akhirnya dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal.

Data Sementara Hasil Pendataan

Berdasarkan hasil sementara pendataan dan penyisiran di wilayah Kecamatan Kepulauan Tatoareng, terdapat sejumlah perubahan dibandingkan data keluarga awal.

Dari 1.125 keluarga yang tercatat sebagai data awal, petugas menemukan 865 keluarga di lapangan. Selain itu, terdapat 49 keluarga yang tidak ditemukan dengan keterangan telah pindah wilayah tempat tinggal.

Dalam proses pendataan, petugas juga menemukan 144 keluarga baru yang sebelumnya belum tercatat dalam data awal. Sementara itu, terdapat 36 keluarga yang tercatat meninggal serta 2 jiwa yang masuk kategori tidak eligible, karena tidak dapat diwawancarai akibat gangguan mental.

Secara keseluruhan, jumlah keluarga yang berhasil didata mencapai 1.009 keluarga. Setelah dilakukan penyisiran kembali, ditemukan tambahan 31 rumah tangga (ruta).

Dengan demikian, berdasarkan data sementara tersebut, total keseluruhan keluarga yang berhasil didata mencapai 1.040 keluarga.

Uraian Jumlah

Data keluarga awal 1.125
Ditemukan 865
Tidak ditemukan/pindah wilayah tinggal 49
Keluarga baru 144
Meninggal 36
Tidak eligible 2 jiwa
Total jumlah didata 1.009
Hasil penyisiran 31 ruta
Total keseluruhan 1.040 keluarga

Koordinator Sensus Ekonomi Kecamatan Kepulauan Tatoareng, Sutriwati Daulu, menyampaikan bahwa pelaksanaan pendataan di wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri.

“Pelaksanaan sensus ekonomi di Tatoareng tentunya memiliki tantangan tersendiri karena kondisi wilayah yang terdiri dari beberapa pulau. Kami harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan perjalanan laut, termasuk menghadapi medan yang cukup menantang. Namun, berkat kerja sama seluruh tim dan dukungan masyarakat, seluruh proses pendataan dapat kami lalui dan diselesaikan dengan baik.”

Sutriwati juga mengapresiasi kerja keras seluruh petugas yang tetap menjalankan tugas meskipun harus menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

“Data sementara yang kami peroleh merupakan hasil kerja bersama seluruh tim. Kami terus berupaya memastikan data yang dikumpulkan sesuai dengan kondisi di lapangan. Terima kasih juga kepada masyarakat Tatoareng yang telah menerima dan membantu petugas selama proses pendataan.”

Anggota tim survei, Feybe Ayuninsi Patandra, mengatakan bahwa kondisi geografis menjadi salah satu tantangan utama selama pelaksanaan sensus.

“Tantangan terbesar adalah menjangkau masyarakat yang berada di lokasi berbeda pulau, apalagi ketika kondisi laut sedang berombak. Tetapi hal tersebut justru menjadi motivasi bagi kami untuk menyelesaikan tugas dengan sebaik mungkin.”

Sementara itu, Satrio P. Braid Dalantang menilai koordinasi dan kerja sama antarpetugas menjadi faktor penting dalam menyelesaikan pendataan.

“Kami harus saling berkoordinasi dalam menentukan waktu dan lokasi pendataan. Kondisi di lapangan tidak selalu sesuai dengan rencana, sehingga kami harus bisa beradaptasi. Puji syukur, semua tantangan dapat kami hadapi bersama.”

Anggota tim lainnya, Nofri M. Taidi, mengungkapkan bahwa turun langsung ke lapangan memberikan pengalaman sekaligus pemahaman yang lebih luas mengenai kondisi masyarakat di wilayah kepulauan.

“Selama menjalankan tugas, kami bertemu dengan berbagai karakter masyarakat dan melihat langsung aktivitas ekonomi yang ada. Ada rasa lelah selama perjalanan, tetapi semuanya terbayarkan ketika pendataan dapat diselesaikan. Kami bangga bisa menjadi bagian dari pelaksanaan sensus ini.”

Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Sangihe, Eko Siswahto, turut memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah menjalankan pendataan di Kecamatan Kepulauan Tatoareng.

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, khususnya di wilayah Kecamatan Kepulauan Tatoareng. Kondisi geografis wilayah kepulauan tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi petugas, namun hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk menyelesaikan pendataan.”

Menurut Eko, keberhasilan pendataan juga tidak terlepas dari dukungan masyarakat.

“Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya karena kerja keras petugas, tetapi juga berkat dukungan dan partisipasi masyarakat. Data yang dikumpulkan melalui Sensus Ekonomi Nasional sangat penting untuk memberikan gambaran mengenai kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya penyediaan data statistik yang berkualitas.” ungkapnya.

Dengan berakhirnya pendataan langsung pada 31 Agustus 2026, Tim Sensus Ekonomi Nasional Kecamatan Kepulauan Tatoareng telah menyelesaikan tugas lapangan setelah melewati berbagai tantangan.

Perjalanan antar-pulau, kondisi laut yang berombak, serta medan yang menantang menjadi bagian dari perjuangan para petugas dalam memastikan masyarakat dapat terdata.

Data sementara menunjukkan sebanyak 1.040 keluarga berhasil tercatat setelah dilakukan pendataan dan penyisiran. Angka tersebut menjadi hasil kerja keras petugas di lapangan sekaligus menunjukkan pentingnya perjuangan dalam menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 977 kali

Baca Lainnya

Sepekan Wilayah Tatoareng Alami Blank Spot Jaringan Telekomunikasi

31 Agustus 2026 - 23:22 WITA

DPC Partai Demokrat Sangihe Gaungkan “Gerakan Langit Biru AHY”. Ronald Sampel : Ajak Masyarakat Jadi Pelopor Investasi Masa Depan

29 Agustus 2026 - 08:58 WITA

Burung Sempiri Endemik Sangihe Kini Berada dalam Kondisi Genting

25 Agustus 2026 - 12:16 WITA

Zulhendri Resmi Pimpin Lapas Tahuna, Fokus Perkuat Pembinaan dan Pelayanan

24 Agustus 2026 - 16:36 WITA

DPT Pilkades Dalako-Bembanehe Dipersoalkan, Pemkab Sangihe Panggil Panitia dan Calon

24 Agustus 2026 - 16:32 WITA

Ungke Momo Sangihe 2026 Resmi Dibuka, Bupati Tekankan Peran Generasi Muda Lestarikan Budaya

19 Agustus 2026 - 23:10 WITA

Trending di Sangihe