Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Sultra · 28 Agu 2026 16:56 WITA ·

Tiga Hari Berjibaku, Babinsa Serka Zet Charles Padamkan Karhutla 62 Hektare di Koltim


Tiga Hari Berjibaku, Babinsa Serka Zet Charles Padamkan Karhutla 62 Hektare di Koltim Perbesar

KOLAKA, SULUTNEWS.COM  –  Bintara Pembina Desa (Babinsa) Wesalo Serka Zet Charles bersama warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Kepolisian Sektor (Polsek) Lalolae terus berjibaku memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Wesalo, Kecamatan Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Selama tiga hari, Serka Zet Charles turun langsung menghadapi kobaran api yang mengancam lahan sekitar. Tim memperkirakan kebakaran telah melanda sekitar 62 hektare lahan.

Serka Zet Charles kembali memimpin upaya pemadaman pada Jumat (28/8/2026).

Ia bersama warga dan personel dari BPBD serta Polsek Lalolae menyisir sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap dan api.

Tim juga mengerahkan mobil tangki BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memasok air ke lokasi.

Petugas langsung mengarahkan selang ke sejumlah titik yang masih terbakar.

Mereka menyemprotkan air secara bertahap untuk menekan kobaran api. Setelah itu, petugas memeriksa kembali area yang sudah mereka siram untuk mencari bara yang masih menyala.

Tim juga bergerak dari satu titik ke titik lain agar api tidak menjalar ke kawasan sekitar.

Kondisi lahan gambut membuat tim harus bekerja ekstra keras.

Api dapat merambat melalui lapisan gambut di bawah permukaan tanah. Karena itu, petugas tidak cukup hanya memadamkan api yang terlihat dari permukaan.

Mereka harus membasahi area secara menyeluruh dan memastikan bara tidak kembali menyala.

Medan menuju lokasi kebakaran turut menghambat pergerakan kendaraan pemadam.

Sejumlah titik api berada jauh dari jalur yang bisa dilalui mobil tangki. Tim kemudian mencari cara agar pasokan air tetap mencapai area tersebut.

Petugas memperpanjang selang dari mobil tangki menuju titik api yang sulit dijangkau kendaraan.

Tim juga menghadapi keterbatasan sumber air di sekitar lokasi.

Kondisi itu membuat petugas harus mengatur penggunaan air secara efektif. Mereka mengarahkan semprotan ke titik yang paling membutuhkan penanganan.

Meski menghadapi keterbatasan, tim tetap melanjutkan upaya pengendalian api bersama masyarakat.

Serka Zet Charles memilih tetap berada di lokasi bersama warga dan unsur terkait.

Ia mengarahkan upaya pemadaman sekaligus membantu petugas mengendalikan pergerakan api.

“Kami terus berusaha memadamkan api agar tidak meluas. Meski medan sulit dan titik api berada di beberapa lokasi, kami tetap bersama warga melakukan pemadaman sampai kondisi api benar-benar padam,” ujar Serka Zet Charles.

Semangat tersebut mendorong tim untuk terus bekerja meski menghadapi kondisi lapangan yang berat.

Petugas sempat menghentikan aktivitas pemadaman sekitar pukul 13.30 WITA.

Asap tebal mengganggu jarak pandang dan membuat kondisi di lokasi tidak aman bagi petugas.

Namun, tim tidak meninggalkan kawasan tersebut. Mereka tetap berjaga dan memantau titik api dari lokasi yang lebih aman.

Petugas terus memantau pergerakan api setelah menghentikan pemadaman sementara.

Mereka mengawasi area yang masih mengeluarkan asap untuk mencegah munculnya kobaran baru.

Jika kondisi memungkinkan, tim akan kembali mendekati titik api dan melanjutkan penyemprotan.

Kebakaran tersebut telah berdampak pada sekitar 62 hektare lahan.

Hingga Jumat (28/8/2026), petugas tidak menemukan laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Tim tetap memprioritaskan pengendalian api agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lain.

Sementara itu, aparat masih mencari penyebab pasti kebakaran.

Informasi mengenai dugaan pembakaran sengaja oleh oknum tertentu masih membutuhkan pembuktian. Polisi terus mengumpulkan informasi sebelum menarik kesimpulan.

Karena itu, aparat belum menetapkan penyebab kebakaran tersebut.

Babinsa, warga, BPBD, dan Polsek Lalolae masih berkoordinasi menangani kebakaran.

Mereka memusatkan perhatian pada titik api yang belum terkendali serta area yang berpotensi kembali terbakar.

Dengan kerja sama tersebut, tim berupaya memastikan api tidak menyebar lebih luas dan seluruh bara dapat mereka kendalikan.

Penulis : Muhammad Irwansyah (Wartawan Madya)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Karhutla di Korumba, Babinsa Koramil 1417-08/Mandonga Turun Padamkan Api

28 Agustus 2026 - 22:03 WITA

Babinsa Kodim 1417/Kendari Bantu Warga Awunio Atasi Krisis Air

28 Agustus 2026 - 21:53 WITA

Gelar Korps Raport, Dandim 1412/Kolaka: Prajurit Baru Diminta Adaptif

28 Agustus 2026 - 20:55 WITA

Polres Konsel Tangkap Dua Pria, 49 Saset Sabu Disita

27 Agustus 2026 - 16:33 WITA

Api Lahap 20 Hektare Lahan di Koltim, Babinsa dan Warga Bergerak

27 Agustus 2026 - 08:59 WITA

Babinsa Koramil 1417-11/Poasia Padamkan Kebakaran Kebun Aren di Abeli

27 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Trending di Sultra