Minut,Sulutnews.com – Pemerintah Profinsi (Pemprof) Sulawesi Urara (Sulut) Cabang Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) dan Kota Bitung memastikan kehadiran pemerintah sudah lebih nyata dengan adanya pemerataan tenaga pendidik ke pelosok, dan tersedianya fasilitas infrastruktur gedung sekolah yang layak di daerah tersebut.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung, Debby Martje Mamangkey,SPd, M,.Pd menegaskan, dalam proses belajar mengajar pemerintah memastikan bahwa, bisa tersedia guru sampai di pelosok dan pulau-pulau, dari Kema-Likupang hingga Kecamatan Matuari-Pulau Lembe di Bitung adalah prioritas utama.
“Khusus di Minahasa Utara dan Bitung kita berusaha melakukan terobosan baru untuk perbaikan pemerataan dan penempatan guru hingga di pelosok dan Pulau Lembe, ini prioritas utama,” kata Debby Martje Mamangkey menjawab pertanyaan wartawan di kantornya KM 14 Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, baru-baru ini.
Kadis Debby Mamangkey menambahkan, saat ini pun sudah tersedia kurang lebih 30 gedung SMA dan SMK di Minahasa Utara dan Bitung dalam rangka mendukung pendidikan yang sama di setiap pelosok. Namun juga ada gedung sekolah yang telah dimakan usia, akan dilakukan revitalisasi secara bertahap, ucapnya.
Diharapkannya dengan tersedia sekolah yang cukup ini, masyarakat tidak perlu cemas bagaimana menyekolahkan anak-anaknya, atau melanjutkan sekolah dan mencari sekolah ke luar daerah. Sekolah yang layak untuk belajar sudah ada di Minahasa Utara dan Bitung, ucapnya.
Menjawab pertanyaan tentang kehadiran kepala sekolah di SMA dan SMK yang tentu menjadi kepedulian pemerintah, menurutnya kepala sekolah akan menjadi ujung tombak dari seluruh proses belajar mengajar.
“Kita pun menyadari peran kepala sekolah sangat penting dalam menjaga disiplin warga sekolah. Karen disiplin merupakan harga mati bagi ASN guru. Guru harus disiplin baru muridnya,” ucapnya.
Apa saja tindakan guru dari mulai datang sekolah tepat waktu, berpenampilan rapi, dan bertutur kata santun, semua akan ditiru oleh siswa secara langsung.
Tentu saja, tambah kadis, jauh-jauh hari Senin Minggu sudah ada pembekalan dan pembinaan yang dilakukan berkaitan dengan disiplin guru. Kedisiplinan merupakan bagian integral dari pembinaan ASN, terutama tenaga guru dan tenaga pendidik di bawah lingkup Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
“Sudah pasti semua guru harus memiliki kedisiplinan karena disiplin itu harga mati,” pungkasnya. (*)




