BOLTIM, Sulutnews.com – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Angelia Regina Wenas melaksanakan reses di daerah pemilihannya Bolaang Mongondow Raya (BMR). Kali ini bersama warga Desa Mooat, Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow masyarakat Banjar Buana Kerta, Desa Mopugad, Kabupaten Bolaang Mongondow.“Nama Banjar Buana Kerta memiliki makna yang luhur. Dalam filosofi Hindu, “Banjar” artinya Balai, ”Buana” berarti dunia atau alam kehidupan, sedangkan ”Kerta” bermakna sejahtera, harmonis, dan penuh kemakmuran. Nilai ini menjadi semangat untuk terus menjaga persaudaraan, kebersamaan, dan kehidupan yang damai,” kata Wena
Dalam reses tersebut, politisi yang duduk di komisi II ini menyerap berbagai aspirasi masyarakat seperti sektor pertanian berupa bibit tanaman, peternakan berkaitan dengan bibit hewan dan cara penanganan virus pada hewan, serta fasilitas umum seperti perbaikan jembatan dan bala.Tak hanya menyerap aapirasi warga, Wenas juga dalam setiap kegiatan reses selalu memberikan bantuan, dan pada reses di Banjar Buana Kerta Wenas menyalurkan bantuan pribadi berupa 1 unit freezer untuk mendukung keperluan pemulasaraan jenazah umat Hindu, serta bantuan dana kepada Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Banjar Buana Kerta guna mendukung pengadaan kebaya persembahyangan.” Saya percaya bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui ketulusan untuk hadir, mendengar, dan berbagi sesuai kemampuan demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tukasnya.
Dalam dialog terbuka bersama masyarakat, politisi Partai Demokrat itu menjaring berbagai aspirasi yang disampaikan warga, mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya, setiap masukan yang disampaikan menjadi bagian penting dalam perjuangan untuk menghadirkan kebijakan dan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurut ARW, reses bukan sekadar bertemu dan berdialog, tetapi menjadi ruang untuk mendengar lebih dekat, memahami lebih dalam, dan membawa setiap aspirasi untuk diperjuangkan. “Karena dari suara masyarakat, lahir perjuangan untuk perubahan yang lebih baik,” pungkas ARW.(josh tinungki)











