Sulutnews.com, Bitung – Sejumlah warga nampaknya mulai resah dengan sikap para Sopir Kendaraan besar yang lalu lalang di Kota Bitung.
Seperti halnya postingan di media sosial yang telah dibagikan sebanyak 23 kali dan direspon 122 kali oleh netizen.
Pasalnya, menurut pemilik akun facebook, Sulut Basuara, nampaknya kejadian ini dialami sendiri sehingga khawatir jika terulang dan menimpa pengguna jalan lainnya hingga menimbulkan hal yang tidak diinginkan.
Ia meminta agar para sopir dengan kendaraan besar supaya lebih berhati hati dan tidak melaju kendaraannya saat melintas di dalam kota.
Ia pun menyarankan agar tidak saling menyalip sesama kendaraan besar jika situasi saat itu tidak memungkinkan.
Natizen ramai mengomentari karena pernah mengalami hal yang sama akibat ulah kendaraan besar yang kurang hati hati.
” Sama deng kemarin qta ada antar ponakan ba beli di indomaret, kong kontener ba melambung pe laju skali🤧 qta riki so ta pinggir skali yanan, coba kwa kontener2 pelan2 jo kasiang, dari oto besar” tulis Tika Avtyka di kolom komentar.
“So sering terjdi tuu bbgini.posisi pernah bku bonceng dg lkii dg dbwh ank 3,dari blkg tu kontener pelju skli emplas drg ba klkson dri msih jaoh ni tu pngguna jalan di muka pa trg le kasiang bwhh mikro so opa2 ,di bklakson nnti so bku sei,mmg nyaotakk dg nd ad ad hti.kg bbwh lwg2 ad ikut lomba lari maraton,nypikir klo mo trjdi sesuatu hal yg nd bguss,so mershkn pnggunaa jln laeng,.” Tulis Ananda Siti Sara.
Lain lagi dengan komentar Ririn Carine, ia merasa para sopir seolah sengaja menginjak rem angin ketika kendaraannya saling berdekatan.
“Paling benci Kong drng buang akng angin pas b lambung bgtu😤 antara Tako dg setengah mampos b jaga keseimbangan 😩 rasa” Sagala isi kebun binatang mo kluar dr Mulu😒.” ungkapnya.
Sejumlah netizen pun berharap, supaya kendaraan besar melintas di Jalan Tol agar mengurangi berbagai resiko yang dapat terjadi.
Dilain sisi, menurut netizen, tarif tol untuk kendaraan besar terlampau tinggi dan memberatkan para sopir.
” konteiner maso tol boleh …. buat apa ada bikin itu tol klo nda pake”. tulis Agik Ruswati.
Ia pun menyarankan agar tarif tol tidak dibebankan kepada sopir, melainkan kepada pengusaha pengguna truk kontainer.
(Tzr)





