MANADO,Sulutnews.com – Badan Anggaran DPRD Sulut menggelar rapat pembahasan bersama jajaran Direksi PT Bank SulutGo. Pada rapat pembahasan yang digelar Rabu (5/8/2026) Ketua DPRD Sulut yang juga selaku Koordinator Banggar memimpin langsung rapat yang bertempat di ruang rapat paripirna kantor DPRD Sulut. Pada rapat tersebut Ketua DPRD Fransiscus Andi Silangen mengatakan RUPS telah memutuskan perlu penambahan untuk penyertaan modal, tetapi sesuai kewenangan itu harus atas persetujuan DPRD.
” Yang utama aspek Resiko, Tata Kelola dan Laba Bank SulutGo mantap,'” ujar Silangen
Ditempat yang sama Anggota Banggar Proskila Cindy Wurangian melihat konsekwensi penambahan penyertaan modal ke Bank SulutGo perlu dikaji mengingat proses evaluasi terhadap aspek tata kelola perlu dipastika sudah memperoleh kejelasan, “Pemerintah sudah menyatakan ruang viskal sangat terbatas, sehingga dana Rp 30 Miliar ini lebih tepat diproritaskan untuk pelayanan dasar berupa Pembuatan Jalan, Pendidikan,Kesehatan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat Sulut ketimnang untuk dana penyertaan modal di PT Bank SulutGo,” tegas Cindy.
Juga ditambahkan Roy Roeing ada banyak indikator yang tidak capai sehingga perlu dana untuk mendukung PT Bank SulutGO,
Juga Ketua Fraksi Gerindra Louis Schramm mengatakan dengan adanya deviden yang diberikan senesar Rp 79.Miliar diusulkan supaya disampaikan kepemerintah daerah supaya ditahan dan itu yang diberikan ke Bank SulutGo sebagai penyertaaan modal.agar tidak terjadi polemik” Sebaiknya deviden dari Pemerintah Sulut dapat diberikan sebagao Penyertaan Modal ,” kata Louis
Sementara iti Direktur Utama PT.Bank SulutGo Revalino Pepah mengatakan harus diakui bahwa sebagai penanggunjawab BSG berrujuan untuk melakukan pengembangan sehingga PT Bank SulutGo bisa berkembang dari waktu ke waktu untuk menjadi pendorong perekonomian daerah dan memberikan konteibusi kepada pemenggang saham sekaligus secara internal ada manfaat benevid.(josh tinungki)





