Manado, Sulutnews.com – Kadis Dikbud Manado Peter Assa ST.M.Sc.Ph.D minta semua Sekolah baik SD dan SMP Negeri dan Swasta segera serahkan ijazah asli kepada murid murid ( siswa) tanpa ada pungutan liar ( pungli).
Penyerahan ijazah harus gratis.” Bila ada terbukti ada pungli” kita akan tindak tegas sesuai aturan” kata Kadis Dikbud Peter Assa kepada wartawan Sulutnews.com Selasa (4/8/26) di Manado.
Menurut Kadis Dikbud Peter Assa semua dukumen ijazah sudah ada disekolah masing masing tingal sekolah yang akan menyerahkan. Kepada orang tua siswa SD dan SMP . Kadis harapkan segera mendatangi sekolah untuk mengambil ijazah. Tidak bole ada alasan dari sekolah belum ada ijazah.
Peter Assa mengatakan saat pelaksanaan Sistim Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS) di SD dan SMP semua berjalan baik tanpa ada kekerasan dan bullying saat MPLS.
Semua kita ikut aturan baik SPMB dan MPLS. Dan saat ini proses belajar mengajar sementara berjalan.
TKA Lebih Baik
Terkait proses belajar mengajar di SD dan SMP Kadis terus mendorong untuk tingkatkan kualitas. Karena beberapa bulan kedepan kita akan ikut lagi Tes Kemampuan Akademik ( TKA) . Dan tahun ini bobot nilai TKA dinaikan menjadi 50 untuk matapelajaran Matematika sementara Bahasa Indonesia 70. Ini bisa capai karena nilai TKA yang dilaksanakan beberapa bulan lalu kita cukup baik nilai target 40 untuk Matematika dan 60 Bahasa Indonesia tercapai. Dan ini tertinggi dari Kabupaten dan Kota lainnya di Sulut nilai TKA-nya.
” Jadi literasi dan numerasi kita cukup baik namun kita terus tingkatkan” kata Peter Assa.
Ditambahkan untuk beberapa hari kedepan akan segera dilantik 20- an Kepsek untuk menjadi devinitif. ” Kita sementara proses untuk pelantikan Kepsek terutama menganti yang pensiun ” ujar Assa.

Foto – Kepsek SMP Negeri 17 Manado Naiman Taalendo S.Pd
Kepsek Siap Serahkan Ijazah
Kepsek SMP Negeri 17 di Kleak Manado Naiman Taalendo S.Pd ketika dikonfirmasih Sulutnews com Selasa (4/8/26) mengatakan, pihaknya segerah berikan ijazah siswa secara gratis tanpa pungutan apapun.
Memang belum ada orang tua dari 73 siswa yang meminta ijazah hinga saat ini. Pihaknya sudah siap karena tingal prin karena ijazah elektronik.” Tidak ada masalah” kata Kepsek. (Fanny)





