Sitaro.sulutnews.com – Tiga hari terakhir, warga Pulau Makalehi, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), menghadapi kondisi yang kian memprihatinkan. Persediaan beras di pulau terluar itu dilaporkan telah habis, sementara stok gula, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya terus menipis akibat terhentinya operasional KMP Lohoraung, kapal yang selama ini menjadi urat nadi distribusi logistik ke Makalehi.
Di tengah cuaca laut yang belum bersahabat, sebagian warga kini hanya mengandalkan hasil kebun seperti ubi, pisang, dan tanaman pangan lainnya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Kondisi tersebut memicu harapan agar pemerintah segera menghadirkan solusi sehingga pasokan sembako kembali normal.
Etnalin Kansil, warga Makalehi yang dihubungi melalui Messenger pada Sabtu, 25/07/2026 mengatakan masyarakat sangat berharap KMP Lohoraung segera kembali beroperasi. Menurutnya, kapal tersebut merupakan jalur utama masuknya kebutuhan pokok ke pulau itu.
“Harapan kami kapal Lohoraung bisa segera beroperasi kembali karena masyarakat sangat membutuhkannya. Kami juga berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan kondisi warga Makalehi, apalagi saat cuaca seperti sekarang tidak bersahabat,” ujarnya.
Etnalin menjelaskan, sebelumnya masyarakat masih terbantu dengan penyaluran beras SPHP dari Bulog yang dijual dengan harga terjangkau. Namun, pasokan tersebut kini belum kembali tersedia sehingga warga semakin kesulitan memperoleh beras.
Dia berharap kendala yang menyebabkan KMP Lohoraung belum dapat beroperasi bisa segera diselesaikan agar distribusi logistik ke Makalehi kembali berjalan normal.
“Semoga cuaca segera membaik sehingga masyarakat yang terpaksa menggunakan perahu warga untuk membeli beras ke Siau juga bisa berangkat dengan aman,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Jeini Tamudia. Ia mengaku khawatir dengan kondisi keluarganya di Pulau Makalehi. Menurutnya, selama sekitar tiga hari terakhir persediaan beras di pulau tersebut benar-benar habis.
Di sisi lain, cuaca laut yang kurang bersahabat membuat masyarakat enggan menggunakan perahu taksi menuju Pulau Siau karena mempertimbangkan keselamatan perjalanan.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sitaro, Budiarto Mukau, mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sitaro, Audy Sembel, menjelaskan KMP Lohoraung hingga kini memang belum dapat beroperasi secara normal karena masih terkendala aspek administrasi dan pendanaan operasional.
Menurut Audy, KMP Lohoraung belum dapat masuk dalam kontrak subsidi dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), sementara izin Safety Management Certificate (SMC) juga belum diterbitkan. Kondisi tersebut menyebabkan anggaran operasional pelayaran belum tersedia.
Meski demikian, Dinas Perhubungan bersama pihak terkait terus mengupayakan solusi agar kebutuhan masyarakat Makalehi tetap terpenuhi. Salah satu langkah yang sedang disiapkan adalah mengoperasikan KMP Lohoraung secara extra line khusus untuk mengangkut kebutuhan pokok ke Pulau Makalehi.
“Saat ini kami sedang menghitung kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk pelayaran khusus ke Makalehi dan terus berkoordinasi dengan nahkoda. Jika seluruh persiapan kapal selesai serta kondisi cuaca memungkinkan, rencananya besok kapal akan diberangkatkan khusus menuju Makalehi untuk mendistribusikan kebutuhan sembako masyarakat,” jelas Audy.
Hingga berita ini diterbitkan, Plt. Direktur PD Pelayaran Kabupaten Sitaro, Lucky Mulalinda, belum memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp masih berstatus centang satu, sementara upaya menghubungi melalui sambungan telepon juga belum berhasil.





