Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 6 Jul 2026 17:42 WITA ·

Telkom AI Center Aceh Dorong Generasi Muda Kuasai Teknik “Coding tanpa Ngoding” Melalui Pemanfaatan AI


Telkom AI Center Aceh Dorong Generasi Muda Kuasai Teknik “Coding tanpa Ngoding” Melalui Pemanfaatan AI Perbesar

Telkom AI Center Aceh menggelar workshop “Coding tanpa Ngoding” untuk generasi muda, memperkenalkan konsep No-Code AI, pemanfaatan tools digital, serta membangun komunitas teknologi berkelanjutan di Aceh.

Banda Aceh, 6 Juli 2026 –  Telkom AI Center Aceh kembali memperkuat literasi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan masyarakat melalui penyelenggaraan technical workshop bertajuk “Coding tanpa Ngoding” (2/6). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Telkom AI Center Aceh ini diikuti oleh puluhan peserta secara offline dan online dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, developer, pekerja profesional, hingga pegiat teknologi.

Workshop menghadirkan pemateri Chusnul Zamzami, AI Engineer dari Universitas Syiah Kuala bersama tim fasilitator Telkom AI Center Aceh dan komunitas teknologi, untuk memperkenalkan konsep pengembangan aplikasi dan situs web tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman tradisional.

Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bagaimana teknologi AI dan platform No-Code kini memungkinkan siapa saja membangun produk digital secara lebih cepat dan mudah. Berbagai tools seperti GitHub, Vercel, Supabase, hingga platform pengembangan berbasis AI diperkenalkan dan dipraktekkan secara langsung.

Membuka Akses Teknologi bagi Semua Kalangan  

Salah satu fokus utama workshop adalah memperlihatkan bahwa transformasi digital tidak lagi terbatas bagi mereka yang memiliki latar belakang teknis.

“Teknologi AI telah mengubah cara kita membangun solusi digital. Hari ini, seseorang tanpa kemampuan coding sekalipun dapat membuat website atau aplikasi dengan bantuan AI. Namun, yang lebih penting adalah memahami cara kerja teknologi tersebut dan menggunakannya secara bijak,” ujar Chusnul dalam sesi workshop.

Peserta juga diperkenalkan pada konsep pengembangan AI No-Code, automasi menggunakan berbagai tools, serta pentingnya memahami desain antarmuka pengguna (UI/UX) dan logika bisnis di balik sebuah aplikasi.

Selain sesi teori, workshop menghadirkan demonstrasi praktis mulai dari pembuatan akun GitHub, Vercel, dan Supabase, hingga proses membangun dan melakukan hosting website secara publik menggunakan bantuan AI.

AI Sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Dalam diskusi mengenai implementasi AI, para fasilitator menekankan bahwa kecerdasan buatan merupakan alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas, namun tidak sepenuhnya menggantikan peran manusia dan programmer.

“AI dapat mempercepat proses pengembangan, tetapi kemampuan berpikir kritis, memahami kebutuhan pengguna, dan menyelesaikan masalah tetap menjadi peran manusia. Teknologi ini adalah mitra, bukan pengganti,” jelas Jurnalis JH , Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh.

Peserta juga diajak memahami pentingnya validasi hasil yang dihasilkan AI, termasuk cara mengatasi kesalahan, melakukan debugging, dan menjaga kualitas produk digital yang dibangun.

Membangun Komunitas Digital Berkelanjutan di Aceh

Selain pelatihan teknis, kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat jejaring komunitas digital di Aceh. Para peserta didorong untuk mengembangkan proyek website berbantuan AI mereka sendiri dan membagikan pengalaman melalui komunitas yang telah dibentuk.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian program nasional Telkom yang akan dilaksanakan di sembilan kota di Indonesia, termasuk Banda Aceh, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Makassar, Padang, dan Papua.

“Kami ingin menunjukkan bahwa era digital memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berinovasi. Melalui workshop seperti ini, kami berharap semakin banyak talenta muda Aceh yang mampu menciptakan solusi digital, membangun startup, dan menjadi bagian dari ekosistem AI Indonesia,” ujar Jurnalis JH, Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh.

Melihat tingginya antusiasme peserta, Telkom AI Center Aceh berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan serupa dengan tema-tema yang lebih spesifik, mulai dari pengembangan AI, automasi bisnis, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pendidikan dan ekonomi kreatif.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kapan Utang Bisa Dianggap Sehat? Kenali Perbedaannya Sebelum Mengajukan Pinjaman

6 Juli 2026 - 22:35 WITA

Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Supervisi Danantara

6 Juli 2026 - 19:18 WITA

Metland Cikarang Kembali Raih Rekor MURI melalui Dragrace Pushbike dengan Peserta Anak Terbanyak

6 Juli 2026 - 18:36 WITA

PM India Narendra Modi Tiba di Indonesia, Disambut Langsung Presiden Prabowo

6 Juli 2026 - 18:27 WITA

Telkom AI Center Aceh Bekali Generasi Kreatif dengan Pemanfaatan AI untuk Optimasi Konten Media Sosial

6 Juli 2026 - 17:51 WITA

Marianna Resort Luncurkan Paket Escape Lake Toba untuk Liburan Juli di Pulau Samosir

6 Juli 2026 - 16:31 WITA

Trending di Bisnis