Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Manado · 22 Mei 2026 23:46 WITA ·

Penerimaan Siswa Baru Disejumlah SMA Favorit Akan Ikut Aturan SPMB 2026 Ditolak Meski Siswa Anak Orang Penting dan Kenalan Kepsek


Foto - Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias S.Pd Perbesar

Foto - Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias S.Pd

Manado,Sulutnews.com – Penerimaan siswa baru di SMA dan SMK tahun ajaran 2026/2027 dilingkungan Dikda Sulut sudah akan dimulai pada 2 Juni 2026 lewat Sistim Penerimaan Murid Baru ( SPMB).

Sejumlah Kepsek SMA favorit terutama berakreditasi ” A ” yang banyak diincar masyarakat terutama orang tua siswa setiap tahun ajaran baru kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Jumat (22/5) mengatakan, mereka sudah siap untuk menerima siswa baru lewat aturan SPMB mulai 2 Juni 2026.

Dalam penerimaan kita ikut aturan atau persyaratan dalam SPMB.” Siswa yang tidak sesuai persyaratan ditolak lewat sistim yang ada meski siswa anak orang penting atau pejabat dan kenalan kepsek.

Hal tersebut dikatakan sejumlah Kepsek SMA favorit antara lain Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias S.Pd, Kepsek SMA Negeri 9 Manado Hendra Masie S.Pd.MM, Kepsek SMA Negeri 1 Amurang di Minsel Swingly Liow S.Pd, Kepsek SMA Negeri 2 Kota Bitung Maxy Awondatu S.Pd.M.Pd dan Kepsek SMA Negeri 1 Kotamobagu Mansyuri Podomi S.Pd.

Foto – Kepsek SMA Negeri 9 Manado Hendra Masie S.Pd

SPMB tingkat SMA dan SMK di Sulut sudah dilaunching pada 2 Mei 2026 disaat hari Pendidikan Nasional Sulut di Halaman Kantor Gubernur dan ada tandatangan pakta integritas disaksikan Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE dan Kepala BPMP Sulut Febry Dien ST dan Ketua MKKS SMA dan SMK.

Menurut sejumlah Kepsek sebagai institusi pendidikan harus patuh pada aturan dalam SPMB agar tidak ada sangsi dan masalah hukum.

Dengan SPMB yang mulai berlaku sejak tahun 2025 hinga saat ini justru kita sebagai kepsek sangat senang dan nyaman karena tidak dikejar kejar atau dicari orang tua kenalan dan orang rertentu untuk memasukan siswa. “”Sebagai Kepsek nyaman dengan SPMB , tapi bila kita patuh pada aturan. Kalau kita lawan aturan itu akan bermasalah” kata Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias.

Menurut Jemmy Jermias yang juga sebagai Ketua Musyawarah Kepala Kepala Sekolah (MKKS) SMA Se- Sulut itu, pihaknya sudah sampaikan kepada semua Kepsek SMA untuk ikut aturan SPMB seperti jalur domisili, prestasi, afirmasi dan perpindahan orang tua.

Karena sudah ada tandatangan pakta integritas 2 Mei 2026″ Jadi harus tegakan aturan dan berintegritas” ujar Kepsek Jermias.

Untuk SMA Negeri 1 Manado akan menerima sekitar 16 rombel dengan 36 siswa setiap rombel sebanyak 576 siswa. Kita akan tolak siswa yang tidak sesuai aturan. Untuk jalur prestasi akan diteliti dengan baik terkait bukti bukti prestasi yang dimiliki siswa yang akan mendaftar.

Semua Kepsek berharap masyarakat harus juga pelajari aturan SPMB agar lancar saat pendaftaran anak anak disekolah sekolah.

612 Masuk SMA Negeri 9 Manado

Kepsek Hendra Masie mengatakan tahun ini sekitar 17 rombel yang akan diterimah dengan 36 siswa setiap satu rombel atau 612 siswa. Jumlah ini terbanyak seluruh SMA di Sulut namun Kepsek Hendra optimis bisa berjalan baik pelaksanaan SPMB” Sekolah Kami banyak yang incar tapi harus ikut SPMB. Yang tidak sesuai kita tolak meski orang tua siswa pejabat penting” ujar Masie.

Hal yang sama dikatakan Kepsek SMA Negeri 1 Amurang di Minsel Swingly Liow. Sebagai SMA ungulan di Minsel setiap tahun diatas 1.000 lebih yang mendaftar sementara yang akan diterima tidak sebanyak itu.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Amurang Minsel Swingly Liow S.Pd

Untuk tahun ini ada 12 rombel yang kita akan terima dengan 36 siswa setiap rombel atau 432 siswa. Kita tidak bole langar aturan” Kita berharap penerimaan siswa baru tahun ini lancar seperti tahun lalu” ujar Liow. Kepsek Liow akan tolak yang tidak memenuhi syarat. Meski anak orang orang penting. Kita tidak mau bermasalah hukum.

Begitu juga dikatakan Kepsek SMA Negeri 2 Di Kota Bitung Maxy Awondatu pihaknya akan menerima 13 rombel dengan 36 siswa setiap rombel atau 468 siswa sesuai jalur masing masing sesuai daya tampung.

Saat ini pihaknya sementara sosialisasi lewat akun SMA Negeri 2 Bitung terkait penerimaan siswa baru dan juga sosialisasi di SMP – SMP dan Kelurahan kelurahan di Bitung terkait SPMB.

Foto – Kepsek SMA Negeri 2 Bitung Maxy Awondatu S.Pd.M.Pd

” Kita tetap ikut juknis SPMB yang tidak sesuai kita tolak siswa yang ingin masuk” kata Kepsek Maxy Awondato.

Sementara SMA Negeri 1 Kotamobagu menurut Kepsek Masyuri Podomi banyak siswa yang ingin masuk disekolahnya sebagai sekolah akreditasi ” A” . Dalam SPMB kita ikut juknis saja dan tolak siswa yang tidak sesuai juknis SPMB. Tahun ini sekitar 13 rombel dengan 36 siswa setiap rombel atau 468 siswa yang akan diterima ini lebih banyak dari siswa yang lulus.” Kami optimis berjalan baik SPMB tahun ini” kata Kepsek Podomi.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Kotamobagu Masyuri Podomi S.Pd.M.Pd

Patuhi Aturan

Pemerhati pendidikan Sulut Ferry Sangian S Sos.MAP kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Sabtu (23/5) berharap semua Kepsek SMA dan SMK ikut juksnis SPMB dengan baik.” Semua harus patuh pada aturanya” kata Sangian. Pengawasan dari Dikda juga penting agar tidak ada masalah SPMB.” Kalau semua Kepsek ikut juknis SPMB dengan benar dan patuh tidak akan ada masalah dan Kepsek aman dan nyaman” ujar Sangian yang juga mantan pejabat eselon II.

Foto – Pemerhati Pendidikan Ferry Sangian S.Sos .MAP

Untuk sekolah sekolah favorit seperti dibeberapa Kabupaten dan Kota harus diawasi ketat. Karena rawan kalau tidak diawasi karena bisa dirumah alamat domisili atay Kartu Keluarga ( KK) dan buat sertifikat instan agar lolos dijalur prestasi” Ini harus diawasi terutama untuk sekolah favorit yang sering membludak saat mendaftar melebihi qouta ” kata Ferry Sangian. SPMB yang mulai berlaku tahun lalu oleh Kemendikdasmen sebenarnya baik asalkan kita ikut semua juknis. Tapi kalau tidak patuh akan bermasalah dalam proses penerimaan siswa baru. (Fanny)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Pemda Sulut Kirim Tiga Pasangan Calon Paskibraka Ikut Seleksi Nasional di Jakarta, Kaban Kesbangpol Optimis Bisa Lolos

23 Mei 2026 - 12:22 WITA

Pemkot Manado Terancam Tidak Mengirimkan Atlet O2SN Tingkat SD dan SMP, Orang Tua Siap Patungan

22 Mei 2026 - 17:04 WITA

FPDR, 234 SC dan BAWASLU Sulut Gelar Dialog Kebangsaan ” Konsolidasi Demokrasi”

22 Mei 2026 - 08:13 WITA

DPRD Sulut Sukses Mediasi, Persoalan Pekerja Rumkit Prof Kandouw Malalayang Dengan Autsorsing

21 Mei 2026 - 08:42 WITA

Pertamina Imbau Warga Sulut Tak Panik, Pasokan BBM dan LPG Jelang Idul Adha Tetap Aman

20 Mei 2026 - 23:00 WITA

Wakapolda Sulut Pimpin Upacara Harkitnas Ke-118 Tahun 2026, Tekankan Kedaulatan Digital dan Perlindungan Generasi Muda

20 Mei 2026 - 22:55 WITA

Trending di Kepolisian