Manado, Sulutnews.com. Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral ( ESDM) Bahlil Lahadalia minta masyarakat saat ini termasuk di Sulut tidak perku kuwatir karena pemerintah tidak akan naikan harga Bahan Bakar Minyak ( BBM) dan Gas LPG hinga Desember 2026 meski terjadi konflik di Timur Tengah antara Iran Israel dan Amerika.
” Pemerintah yakni Presiden Prabowo Subyanto sudah printakan kepada saya sebagai Menteri ESDM dan menteri terkait untuk tidak naikan harga BBM dan LPG karena peduli kepada rakyat” ujar Bahlil Lahadalia yang juga menjabat Ketua Umum DPP Golkar saat membuka Acara Musda Golkar Sulut XI di Gran Kawanua Hotel Manado Sabtu (11/4) malam pekan lalu.
Menurut Bahlil ini perlu saya sampaikan karena Presiden sangat memperhatikan masyarakat termasuk warga Golkar di Sulut yang juga bagian dari masyarakat Indonesia.
“Saya sebagai Menteri ESDM yang juga kader Golkar tentunya juga perhatikan rakyat karena Golkar peduli rakyat” kata Bahlil.
Langka Strategi
Dalam bagian lain Bahlil menjelaskan panjang lebar langkah strategis mengatasi harga BBM dan LPG terkait konflik Timur Tengah. Apalagi masalah selat Hormutz di Iran yang ditutup sehinga tergangu jalur perdagangan minyak.
Ini berdampak ke Indonesia tapi Presiden printakan beli BBM dan Gas dari negera lain dan mulai teratasi.
Dalam sambutan Bahlil banyak menyampaikan langkah strategi untuk mengatasi kenaikan BBM secara global.
Strategi yang ia lakukan yang berhasil menahan harga BBM dan menghindari krisis.
Bahkan Bahlil mengatakan bahwa, Partai Golkar sebagai Partai koalisi bersama-sama dengan pemerintah atas arahan bapak Presiden Prabowo kepada saya, dalam rangka menanggapi dan mempelajari dampak perang di Timur Tengah terhadap BBM karena isu BBM adalah isu global.
“BBM kita tidak naik. Itu karena Presiden perhatikan beban warga ” kata Bshlil
Menteri ESDM menjelaskan bahwa, lifting BBM itu 605 ribu barel per day, konsumsi BBM 1,6 juta barel per day, dan impor satu juta barel per day. Berbeda dengan tahun 1996, 1997 itu produksi BBM 1,6 juta barel, konsumsi kita 500 ribu barel, ekspor sekitar satu juta barel per day.
Terkait dengan saat ini Orang tanya saya kenapa di Asia Tenggara goyang, harga naik, krisis, kok kita tenang- tenang saja.Ada strategi khusus kita lskukan
Indonesia pertama kali menurut Bahlil dalam sejarah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ada dua hal yakni swasembada energi dan swasembada pangan harus digenjot.
Untuk pangan beras tidak ada masalah.
Sementara untuk kebutuhan bensin itu sekitar 40 juta kilo liter, kebutuhan solar itu 38 sampai 39 juta kilo liter, kebutuhan LPG itu 8,6 juta ton.
Dari kebutuhan itu,kata Bahlil untuk solar tahun 2026 dengan RDMP yang dibangun itu di Kalimantan Timur menghasilkan 4,6 juta kilo liter solar dan 5,7 juta kilo liter bensin.
Maka, dengan B40 dan diterapkan B50 pada bulan Juli tahun 2026, terjadi dalam sejarah di Indonesia pertama kali tidak melakukan impor solar saat ini
Ditambahkan kita kemudian harus survival mod. CPO kita, ekspor kita sekitar 30 juta ton, per tahun, sebagian itu kita dorong untuk bangun solar dengan bio disel.
B40 adalah campuran antara CPO dengan metanol jadi fame, kita campurkan dengan solar BO. Jadi untuk solar kita clear tidak ada masalah
Untuk Bensin menurut Bahlil dari total 40 juta produksi dalam negeri di tahun 2025 itu 14,5 juta kilo liter maka kurang lebih sekitar 25,5 juta kilo liter.
Menurutnys kita punya kilang di Kaltim yang baru diresmikan itu kendati sudah 7 tahun dibangun tidak selesai-selesai.
Kenapa mereka tidak mau selesaikan, karena kalau ini selesai, maka kita tidak lagi melakukan impor sebanyak 5,7 juta kilo liter bensin dan 4,6 juta kilo liter solar.
Ini berarti importir yang main ini barang.Tapi sekarang, kita 8sudah resmikan tambah 5,5 juta
Bahlil berharap masyarakat Sulut untuk tidak panik. Terkait pertambamgan rakyat di Sulut Bahlil sudah atur wilayah pertambangan dan sudah diketahui Pemda Sulut. (Fanny)







