Manado, Sulutnews.com – Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE mengatakan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Sulut yang digelar Selasa (31/3) sangat penting .Karena Pers yang tergabung dalam organisasi PWI itu memiliki peran sangat penting dalam kehidupan demokrasi.
Dan dalam Konferensi PWI saat ini menurut Gubernur bukan hanya menjadi ajang untuk pergantian kepemimpinan dalam organisasi PWI.
Namun juga harus menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi PWI sekaligus merumuskan arah dan program kerja ke depan untuk kemajuan PWI.
Hal tersebut dikatakan Gubernur Yulius Selvanus dalam sambutannya yang diwakili Kepala Dinas Infokom, Persandian dan Statistik Pemda Sulut Dr Jainudin S. Hilimi SE.ME.AK.CA dalam pembukaan Konferensi PWI Sulut di Aula Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia ( BKSDM) Kota Manado Selasa (31/3).
Dalam pembukaan Konferensi yang dihadiri Forkopinda Sulut Asisten I Pemkot Manado Jurles SH, Wakil Ketua Umum PWI Pusat Bidang OKK Zulkifli Gani Ottoh SH , Ketua PWI Sulut Drs Vouke Lontaan, Sekretaris Dr Merson Simbolon SE M.Si, Ketua SC Jemmy Senduk S.Kom, Ketua OC Dr Margaretha Feybe Lumanauw M.Pc, Pengurus PWI , peninjau dan peserta dari 15 Kabupatan dan Kota termasuk 297 peserta dalam Daftar Pemilih Tetap ( DPT) .
Konferensi untuk memilih Ketua PWI Sulut periode 2026- 2031 untuk mengantikan Ketua yang lama Drs Vouke Lontaan..
Menurut Gubernur wartawan atau Pers memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan demokrasi saat ini.
Karena Pers itu bukan hanya sebagai penyampai informasi tetapi juga sebagai pilar demokrasi yang berfungsi sebagai kontrol sosial, edikator publik serta jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. ” Jadi sangat penting Pers saat ini” kata Gubernur.
Karena Pers itu penting termasuk yang anggota PWI yang merupakan organisasi profesi seperti sangatlah vital dalam menjaga marwah, profesionalisme, dan integritas insan pers saat ini
Ditambahkan ditengah perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat saat ini. Maka kata Gubernur, tantangan dunia jurnalistik semakin kompleks. Karena arus informasi yang begitu cepat, munculnya berbagai platform digital hingga maraknya berita hoaks dan disinformasi menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama saat ini.

Foto – Kadis Infokom dan Forkopinda serta Pengurus PWI saat Pembukaan Konferensi
Terkait dengan dengan ini maka memurut Gubernur disinilah peran Pers yang tergabung dalam PWI dituntut untuk semakin profesional, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta menghadirkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya.” Jadi Pers harus profesional dan menjunjung tingi kode etik jurnalis” kata Gubernur
Gubermur berharap melalui pelaksanaan konferensi ini akan lahir kepemimpinan baru baik Ketua PWI Sulut maupun Ketua Dewan Kehormatan, dan proses pemilihan dapat berlangsung secara demokratis, transparan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan serta persatuan.
PWI Pusat Berikan Apresiasi
Sementara itu Wakil Ketua Umum PWI Pusat Bidang OKK Zulkifli Gani Ottoh dalam sambutan pembukaan mengatakan, Konferensi PWI Sulut yang ketiga kali dilakukan dari 38 PWI se- Indonesia.
” Saya berikan apresiasi Konferensi PWI Sulut bisa terlaksana. Panitia baik SC dan OC serta pengurus PWI diberikan apresiasi bisa dilakukan meski sempat tertunda” kata Zulkifli.
Kepada pengurus PWI sebelumnya Drs Vouke Lontaan , Sekretaris Dr Merson Simbolon SE.M.Si dan Wakil Ketua serta anggota Zulkifli sampaikan terima kasih dalam memimpin PWI Sulut. PWI kata Zulkifli sudah satu dan terus membuat program untuk peningkaran kualitas lewat Uji Kompetensi Wartawan ( UKW).
Wartawan itu harus berkompeten. Ketua PWI Sulut sebelumnya Drs Vouke Lontaan dalam sambutannya menyampaikan terimah kasih kepada teman teman wartawan anggota PWI Sulut selama lima tahun dan ada puluhan wartawan sudah ikut UKW dan ada program PWI yakni bangun kemitraan dengan pemda sehinga dibangun Kantor Baru PWI yang terbakar oleh Pemda Sulut 2023 lalu.
Sintya Boyoh Ketua PWI Sulut
Sementara dalam Konferensi PWI Sulut yang berlangsung hinga jam 20.00 wita atau jam delapan malam di Aula Besar Pemkot Manado yang berjalan alot namun lancar terpilih Ketua PWI Sulut Periode 2026-2031 Sintya Boyoh meraih suara 145 .Dan dua calon lain Merson Simbolon 109 suara dan Jhon Paransi meraih empat suara. Sementara Jatrin Lasama terpilih sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulut lewat voting terbuka.
Sintya Boyoh dalam sambutanya menyatakan akan memajukan PWI dan berharap dukungan semua wartawan PWI. Trimakasih kepada semua yang mendukungnya dan kita akan rangkul semua.Begitu juga dikatakan Jatrin Lasama minta dukungan semua wartawan untuk membangun DK PWI kedepan lewat program program nyata. Sejumlah anggota PWI menyatakan banga Konferensi sukses digelar. Ini sangat baik. ” Kepada PWI Sulut dan panitia baik SC dan OC diberikan apresiasi” kata sejumlah wartawan namun engan menyebutkan namanya kepada Sulutnews com. (Fanny)







