Manado,Sulutnews.com – Jalur pedestrian kini semakin berkembang pesat di kota-kota besar di Indonesia, di antaranya di Kota Manado, Profinsi Sulawesi Utara (Sulut). Jalur ini mulai menjadi favorit pejalan kaki karena memberikan dampak positif termasuk peningkatan estetika kota Manado serta terciptanya ruang publik.
Jalur pedestrian berada di jalur trotoar yaitu tempat khusus di sisi jalan raya yang memberi keamanan dan kenyamanan dari pengendara kendaraan bermotor yang melintasi jalur jalan raya.
Di Kota Manado jalur pedestrian atau pejalan kaki ini secara berkelanjutan terus mengalami perbaikan dari tahun ke tahun. Jalur ini dibangun lebih bagus oleh Pemkot Manado secara bertahap sejak tahun 2022 hingga tahun 2025.
Lokasi Pejalan Kaki di Manado.
Yuk kita jelajahi jalur kawasan pejalan kaki atau pedestrian di Kota Manado. Jalur ini ternyata ada di sebagian pusat perdagangan dekat pesisir pantai Manado, dan sebagiannya lagi di kawasan pemukiman penduduk.
Yang pertama terdapat di pusat perdagangan Manado Town Square (Mantos), Mega Mall, Kawasan Marina Plaza dan di Kawasan Monumen Batalion Worang di Kompleks Pasar 45, dan yang terakhir di Kampung Ternate Baru Wawonasa. Di jalur pejalan kaki tersebut sudah lengkap dengan guiding block dan taman kecil beserta bangku-bangku taman di sepanjang jalur trotoar selintas mirip di negara Eropa dan Jepang.
Seperti diketahui kawasan pejalan kaki di Manado merupakan salah satu program revitalisasi infrastruktur yang diperjuangan pemerintah sejak tahun 2022. Meski anggaran program revitalisasi disetujui DPRD Manado pada tahun 2022 namun kegiatan perbaikan dranase sudah digarap sejak tahun 2021. Barulah pada tahun 2022 hingga 2025 dengan menunjuk Dinas PUPR Manado sebagai pelaksana teknis, akhirnya kegiatan yang cukup berat ini sukses digarap.
Kepada media, Kepala Dinas PUPR Manado John Suwu,S.T menjelaskan kehadiran pedestrian di Kota Manado akan menggerakkan ekonomi kreatif dan meningkatkan taraf hidup masyarkat.
Secara aktif Kadis John Suwu telah mendampingi Wali Kota Manado Andrei Angouw dalam peninjauan hingga pembangunan infrastruktur pedestrian ini. Seperti peninjauan di kawasan strategis Kota Manado, termasuk area sekitar Megamall (Kawasan Megamas) dan Jalan Piere Tendean (Boulevard).
Kadis menegaskan pula bahwa jalur pejalan kaki ini akan meningkatan keselamatan pejalan kaki dan akan mengurangi polisi udara akibat bertambahnya jumlah kendaraan yang melitas di sepanjang Jalan Piere Tendean (Boulevard) atau area pusat bisnis seperti Megamall dan Mantos.
Kini dalam sehari jalur pendistrian di pusat-pusat perdagangan di Manado sudah dikunjungi oleh puluhan orang, dan jumlahnya bertambah pesat, bisa mencapai ratusan bahkan ribuan orang pada akhir pekan, hari libur dan hari raya, berkat kehadiran kawasan ajaib ini. (Yayuk)





