Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

NTT · 7 Mar 2026 06:36 WITA ·

Masyarakat Desa Maurisu Adukan Dugaan Penyelewengan Dana Desa ke Bupati TTU


Masyarakat Desa Maurisu Adukan Dugaan Penyelewengan Dana Desa ke Bupati TTU Perbesar

Reporter : Dance Henukh

TTU.sulutnews.com – Maurisu, 05 Maret 2026 – Sejumlah warga Desa Maurisu, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, mengajukan pengaduan resmi kepada Bupati Timor Tengah Utara terkait dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa tahun 2024 dan 2025.

Dalam surat pengaduan yang diterima oleh Bupati TTU, masyarakat menyoroti sejumlah kegiatan yang dinilai tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan diduga menimbulkan kerugian keuangan desa.

Dugaan Penyimpangan Dana Desa 2024

Beberapa dugaan yang disampaikan antara lain:

– Pengadaan Sapi: Dana Rp250 juta untuk 13 ekor sapi, namun harga pembelian hanya sekitar Rp3 juta per ekor, diduga menimbulkan selisih hingga Rp172 juta.
– Pengadaan Tangki Air (Viber): Anggaran Rp160 juta untuk 16 unit, namun instalasi belum lengkap dan tidak sesuai RAB.
– PMT (Pemberian Makanan Tambahan): Anggaran Rp22 juta, realisasi hanya Rp17 juta.
– Pengadaan Pompa Air Bersih: Pompa baru tidak dipasang, sementara pompa lama diperbaiki, dan pembayaran honor sebesar Rp8 juta tidak dilakukan.

Dugaan Penyimpangan Dana Desa 2025

Beberapa kegiatan yang diduga bermasalah meliputi:

– Pengadaan Lampu Jalan: Anggaran Rp10 juta, hanya 6 titik yang akan dipasang, hingga kini belum terealisasi.
– Pembangunan WC Sehat: Anggaran Rp101.629.000,00 untuk 10 unit, hanya 6 unit yang direncanakan, belum terlaksana.
– Rehabilitasi Polindes dan Rumah: Anggaran total Rp61,2 juta, pekerjaan ada yang belum dibayar dan ada yang belum dikerjakan meski material tersedia.
– Berbagai Program Lain: Termasuk tugu desa, pelatihan pupuk organik, gotong royong, PMT balita dan ibu hamil, bantuan bencana alam, BLT dana desa, ketahanan pangan, serta dana lembaga adat, banyak di antaranya belum terlaksana sesuai RAB atau dikelola secara sepihak.

Masyarakat berharap Bupati TTU melakukan audit dan investigasi menyeluruh, memerintahkan Inspektorat turun langsung, serta menindak tegas jika terbukti adanya penyimpangan.

Menanggapi pengaduan tersebut, Bupati Timor Tengah Utara menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan akan menindaklanjuti secara serius. “Jika terbukti, tindakan tegas akan dilakukan, apalagi terkait dugaan korupsi,” ujarnya.

Pengaduan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat desa akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa, demi kesejahteraan warga dan pembangunan yang berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 1,836 kali

Baca Lainnya

Nale Sanggu: Kisah Legendaris Rote yang Kini Terbit dalam Buku

28 April 2026 - 21:55 WITA

Bupati Rote Ndao Resmi Launching E-Retribusi Pelayanan Kebersihan

28 April 2026 - 21:27 WITA

Bupati Rote Ndao Lantik 9 Pejabat Pratama

28 April 2026 - 17:25 WITA

Ternyata Dugaan 303 Itu Judi: Ada di Pameran HUT ke-24 Rote

27 April 2026 - 23:55 WITA

Penutupan Sidang Satu: Bupati Nyatakan Komitmen Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD

27 April 2026 - 22:57 WITA

Ketua Komisi II DPRD Rote Ndao, Meksi Mooy: Upaya PemenuhanTiga Dokter Spesialis Ke RSUD Ba’a

27 April 2026 - 19:28 WITA

Trending di Kesehatan