Bitung, Sulutnews.com – Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Bitung, Juni Samsudin, memastikan pihaknya telah menindaklanjuti arahan Direktur Utama PELNI terkait kesiapan menghadapi lonjakan penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Menurut Juni, seluruh jajaran di cabang Bitung telah melakukan berbagai langkah antisipatif guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal selama musim mudik.
“Kami di Cabang Bitung menindaklanjuti arahan Direktur Utama dengan memastikan seluruh aspek pelayanan di pelabuhan siap menghadapi lonjakan penumpang.
Mulai dari kesiapan operasional kapal, pelayanan tiket hingga koordinasi dengan otoritas pelabuhan telah kami lakukan sejak jauh hari,” ujar Juni Samsudin.
Ia menjelaskan bahwa koordinasi intensif antara kantor pusat, cabang, otoritas pelabuhan serta instansi terkait menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus penumpang selama periode mudik Lebaran.
Selain kesiapan operasional kapal, pihaknya juga memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang selama proses keberangkatan maupun kedatangan di pelabuhan.
“Seluruh tim di cabang telah disiagakan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kami memastikan proses embarkasi dan debarkasi penumpang berjalan tertib, aman, dan nyaman,” jelasnya.
PELNI Cabang Bitung juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak seperti KSOP, TNI-Polri serta operator pelabuhan untuk memastikan pengamanan dan pengaturan arus penumpang berjalan baik.
“Kami juga menyiapkan personel tambahan selama masa angkutan Lebaran serta membuka posko pelayanan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan informasi terkait jadwal kapal maupun pembelian tiket,” tambahnya.
Juni turut mengimbau masyarakat agar membeli tiket lebih awal melalui kanal resmi PELNI agar perjalanan mudik dapat direncanakan dengan baik dan menghindari penumpukan di pelabuhan.
“Kami mengajak masyarakat untuk membeli tiket lebih awal melalui aplikasi maupun channel resmi PELNI agar tidak terjadi penumpukan di pelabuhan dan perjalanan mudik dapat berlangsung lancar,” katanya.
Secara nasional, PT PELNI telah menyiapkan 55 armada kapal untuk melayani masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung mulai 6 Maret hingga 6 April 2026.
Armada tersebut terdiri dari 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis.
Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, menyampaikan bahwa perusahaan menyiapkan sebanyak 751.555 tiket dengan proyeksi jumlah penumpang mencapai 641 ribu orang selama musim mudik tahun ini.
“Kami memastikan seluruh armada dalam kondisi siap operasi untuk mengangkut masyarakat yang ingin mudik dengan aman dan nyaman. Total kapasitas kapal mencapai 56.069 seat, termasuk dispensasi kapasitas dari otoritas terkait,” ujar Tri Andayani dalam keterangan resminya.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini mengedepankan tiga prinsip utama, yakni safety first, zero accident, dan service excellent.
Untuk memastikan kesiapan tersebut, PELNI juga telah melaksanakan ramp check bersama Kementerian Perhubungan guna memastikan kelaiklautan kapal serta kesiapan fasilitas bagi penumpang dan awak kapal.
Berdasarkan proyeksi perusahaan, sejumlah pelabuhan diperkirakan menjadi titik dengan volume penumpang tertinggi selama musim mudik, yakni Makassar, Balikpapan, Batam, Ambon dan Bau-Bau sebagai pelabuhan keberangkatan terpadat.
Sementara pelabuhan kedatangan terpadat diperkirakan terjadi di Kumai, Makassar, Surabaya, Balikpapan dan Ambon.
Selain melayani angkutan penumpang, PELNI juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis yang menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, terluar dan perbatasan (3TP), serta menjalankan layanan tol laut dan logistik guna menjaga konektivitas antarwilayah di Indonesia.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, PELNI optimistis penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan layanan transportasi laut yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.





