Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 11 Feb 2026 18:41 WITA ·

Tinjau Runtuhan Tebing di Aceh Tengah, Menteri Dody Instruksikan Penanganan Komprehensif Sesuai Arahan Presiden


Tinjau Runtuhan Tebing di Aceh Tengah, Menteri Dody Instruksikan Penanganan Komprehensif Sesuai Arahan Presiden Perbesar

ACEH, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung lokasi runtuhan tebing di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, pada Jumat (6/2). Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memastikan penanganan bencana di wilayah tersebut dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menegaskan bahwa fokus
penanganan tidak boleh hanya terpaku pada titik longsoran semata. Penanganan
harus menyentuh akar masalah dan faktor pemicu di sekitar kawasan, termasuk
pengendalian aliran air dan stabilitas kondisi geologi.

“Saya hari ini spesifik berkunjung ke Aceh Tengah karena ada
arahan dari Pak Presiden Prabowo melalui Pak Seskab agar penanganannya lebih
bersifat komprehensif. Ada beberapa item yang akan kita kerjakan, mulai
dari grouting, penanganan sungai, sampai penguatan di beberapa
titik. Mesti kita lakukan penanganan cepat,” ujar Menteri Dody di lokasi
peninjauan.

Berdasarkan hasil observasi lapangan, kawasan runtuhan dinilai
belum sepenuhnya aman. Menteri Dody mengungkapkan adanya indikasi pergerakan
air di bawah permukaan tanah yang berpotensi memperbesar skala runtuhan jika
tidak segera ditangani secara teknis.

“Saya minta pekerjaan fisiknya segera dilakukan, karena tadi
saat kita meninjau, terasa ada getaran. Artinya area ini memang belum 100
persen secure (aman). Di bawah ini masih ada pergerakan air
dan itu harus kita hentikan,” tegasnya.

Kementerian PU mencatat keberadaan dua jalur jalan alternatif (detour)
di sekitar lokasi bencana. Jalur detour pertama memiliki
panjang sekitar 1,2 km, sedangkan jalur kedua mencapai 5,2 km. Menteri Dody
menekankan prioritas untuk menyelamatkan jalur detour pertama
agar tidak mengalami kerusakan lebih lanjut dan tetap dapat difungsikan.

“Kita punya detour kedua yang lebih panjang,
tapi saya harapkan detour pertama ini tidak runtuh. Tinggal
sekitar 80 meter lagi yang harus kita selamatkan, makanya saya arahkan agar
pekerjaan bisa langsung dilakukan dengan cepat,” imbuh Menteri Dody.

Secara teknis, penanganan akan dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan
Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Direktorat Jenderal Bina Marga. Langkah-langkah
strategis yang disiapkan meliputi pengendalian aliran Sungai Pasangan agar
tidak melimpas ke area longsoran, serta penutupan dan penguatan area gua yang
terindikasi menjadi jalur masuknya air ke bawah badan jalan.

“Dari kajian bersama Kementerian PU dan Universitas Syiah
Kuala, terindikasi ada sisipan air sungai yang masuk ke sini. Di dekat sungai
kita akan tutup alirannya, lalu di antara gua dan jalan detour kita
lakukan grouting supaya air tidak masuk dan tidak memperparah
kondisi,” jelasnya.

Selain aspek keselamatan infrastruktur, percepatan penanganan ini
dinilai krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal. Kawasan sekitar lokasi
runtuhan diketahui merupakan sentra perkebunan cabai berskala besar. Menteri
Dody mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan dapat berdampak pada
distribusi logistik pertanian.

“Kalau ini sampai melebar lagi, akan muncul masalah baru,
termasuk gangguan produksi pertanian dan potensi inflasi. Makanya saya minta
ini dikerjakan cepat supaya runtuhan tidak semakin melebar,” kata Menteri
Dody.

Kementerian PU berkomitmen untuk terus melakukan pengamanan
kawasan dan melaksanakan rencana penanganan secara bertahap. Keselamatan,
kualitas konstruksi, dan keberlanjutan fungsi jalan menjadi prioritas utama
dalam penyelesaian masalah ini.

“Jadi karena banyak pekerjaan, pasti akan perlu waktu. Namun
harapannya memang segera selesai secepat-cepatnya, tapi kualitas harus tetap
kita jaga. Supaya apapun yang kita kerjakan hari ini, dapat bertahan lama
hingga di masa mendatang,” tandas Menteri Dody.

 Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 956 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perkuat Sektor E-KYC, Api.co.id Rilis API Dukcapil Check dan NPWP Check

16 Agustus 2026 - 15:32 WITA

Dukung Pertamina Patra Niaga, Elnusa Petrofin Percepat Distribusi Energi Pascabencana Gempa Nusa Tenggara Timur

16 Agustus 2026 - 15:25 WITA

AI Ubah Lanskap Pemasaran Digital Indonesia, Tigo AI Tawarkan Model Terintegrasi untuk Brand hingga UMKM

16 Agustus 2026 - 14:16 WITA

Tigo Resmi Meluncurkan Layanan “100 Episode Short Drama dalam 1 Hari”, Produksi AI Short Drama Memasuki Era Skala Besar

16 Agustus 2026 - 13:51 WITA

Bantaran Sungai Gajahwong Jadi Panggung Cita-Cita: LP-190 Gelar WOW-DAY 2 dan Dorong Potensi Impactful Tourism di Ledhok Timoho

16 Agustus 2026 - 13:21 WITA

Participatory AI Advertising Dorong Model Baru Ekonomi Periklanan: Dari Membeli Traffic Menuju Memberikan Reward atas Kreasi

16 Agustus 2026 - 12:26 WITA

Trending di Bisnis