Manado, Sulutnews.com – Ketua Ikatakan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado Prof. Joy Elly Tulung SE M.Sc.Ph.D mengatakan, pertumbuhan ekonomi (PE) Sulawesi Utara ( Sulut) pada triwulan IV yang mencapai 5,95 persen merupakan sinyal positif bagi kinerja perekonomian daerah.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Sulut mampu tumbuh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional” kata Joy Elly Tulung yang juga Pengamat Ekonomi Sulut kepada Wartawan Sulutnews.com Sabtu (7/2) di Manado. Joy Tulung diminta tangapan terkait relis dari Biro Pusat Statistik ( BPS) Sulut baru baru ini terkait PE triwulan IV 2025 capai 5,95 persen dan Akumulasi PE Sulut sepanjang tahun 2025 capai 5,66 persen.
Tinginya PE Sulut tersebut sekaligus mencerminkan ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global.
Dari sisi angka, pertumbuhan ini patut diapresiasi karena menggambarkan aktivitas ekonomi yang tetap terjaga dengan baik, khususnya pada akhir tahun.
Namun demikian, menurut Dosen Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat itu, pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata dinilai dari besarnya angka, melainkan juga dari kualitas pertumbuhan tersebut.
Pertumbuhan dikatakan berkualitas apabila mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menurunkan tingkat kemiskinan dan ketimpangan. Jika pertumbuhan masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah yang bersifat musiman, maka dampaknya cenderung jangka pendek dan belum sepenuhnya berkelanjutan.
Joy Tulung yang meraih Master S2 ( M.Sc) dan Doktor ( Ph.D) dari salah satu Universitas di Prancis itu menilai, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara masih banyak ditopang oleh konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta kinerja sektor perdagangan, jasa, transportasi, dan pariwisata.
Selain itu, sektor pertanian dan perikanan tetap menjadi penopang penting perekonomian daerah, meskipun kontribusinya masih didominasi oleh komoditas primer dengan nilai tambah yang relatif rendah.
Namun walaupun sektor industri pengolahan masih menjadi motor pertumbuhan harus tetap lebih lagi dioptimalkan.
Dari perspektif makro ekonomi daerah, capaian pertumbuhan ini mencerminkan kondisi yang relatif stabil dan kondusif. Pertumbuhan di atas rata-rata nasional dapat memperkuat optimisme pelaku usaha dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Sulawesi Utara.
Selain itu, pertumbuhan ini juga memberi ruang fiskal yang lebih baik bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan agenda pembangunan, meskipun tetap perlu diantisipasi risiko inflasi dan ketimpangan antarwilayah.
Prediksi ISEI
Joy Tulung juga mengatakan, prediksi ISEI Cabang Manado sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara tahun 2025 berada pada kisaran 5,45–5,65 persen. Realisasi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara tahun 2025 yang mencapai 5,66 persen menunjukkan bahwa proyeksi tersebut hampir tepat, sekaligus mengindikasikan bahwa arah kebijakan ekonomi daerah dan dinamika sektoral berjalan relatif sesuai dengan ekspektasi.
Kedepan kata Joy Tulung tantangan utama adalah menjaga kesinambungan pertumbuhan sekaligus meningkatkan kualitasnya. Penguatan sektor-sektor produktif berbasis nilai tambah lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, serta penciptaan iklim investasi yang sehat dan inklusif menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkelanjutan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
DPRD Sulut Banga
Sementara itu Anggota DPRD Sulut Louis Schramm SH MH mengapresiasi capai kinerja Pemda Sulut tahun 2025 dengan PE yang baik melebihi PE Nasional. “Sebagai wakil rakyat banga dan ini kami berikan apresiasi ” Louis Schramm.

Foto – Louis Schramm SH MH Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD Sulut
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut itu menambahkan kerjasama dengan DPRD juga sangat baik. Dan DPRD sebagai lembaga kontrol tetap bermitra yang baik dan mendukung semua program yang berpihak pada rakyat” Apa yang dibuat Pemda Sulut dibawah Kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur dan jajarannya sudah baik” kata Louis Schramm yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra Pendidikan DPRD Sulut.
Kolaborasi dengan DPRD menjadi penting dalam kita mendukung program daerah. Capaian ini juga menunjukan kokompakan semua aparat dan juga 15 Kepala Daerah .” Kolaborasi ini penting dalam kita membangun Sulut Maju, Sejahtra dan Berkelanjutan kedepan sesuai visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur.
Sebelumnya BPS merelis akumulasi PE sebesar 5,66 persen pada tahun 2025, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp 204,75 triliun (harga berlaku) atau Rp 113,66 triliun (harga konstan 2010).
Yang paling menonjol dari capaian ini bukan hanya angka pertumbuhan yang tinggi, melainkan bagaimana manfaatnya mulai menyebar ke berbagai lapisan masyarakat – dari peningkatan lapangan kerja formal hingga penurunan ketimpangan yang signifikan.
Dari sisi struktur produksi, Industri Pengolahan menjadi tulang punggung pertumbuhan dengan kenaikan sebesar 9,97 persen. Ini menunjukkan bahwa upaya mendorong nilai tambah produk lokal mulai memberikan hasil nyata.
Dari sisi permintaan, ekspor luar negeri mencatatkan lonjakan fantastis hingga 28,42 persen – bukti bahwa komoditas dan produk olahan Sulut semakin diterima di pasar global.

Foto – Plh Sekprov Sulut Dr Denny Mangalah Merangkap Asisten I Pemda Sulut merangkap dan Plh Kadis Infokom Statistik dan Persandian Sulut
Performa ekonomi Sulut bahkan semakin mengesankan di akhir tahun. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan tahunan (y-on-y) mencapai 5,95 persen, sementara pertumbuhan kuartalan (q-to-q) melonjak hingga 7,02 persen. Lonjakan ini didorong oleh belanja pemerintah yang naik tajam 21,75 persen serta sektor jasa lainnya yang tumbuh 20,61 persen.
Untuk sektor ketenagakerjaan. Pada November 2025, jumlah angkatan kerja Sulut mencapai 1,43 juta orang, dengan penduduk bekerja sebanyak 1,35 juta orang. Sektor Pengadaan Listrik, Air, dan Gas menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak – sebuah indikasi bahwa infrastruktur dasar yang berkembang juga menciptakan peluang kerja.
Peningkatan kualitas pekerjaan: porsi pekerja formal kini mencapai 46,93 persen. Hal ini berarti lebih banyak warga Sulut menikmati jaminan sosial dan pendapatan yang lebih stabil. Akibatnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan menjadi 5,78 persen, atau turun 0,21 poin persentase dibanding periode sebelumnya.
Data BPS Sulut juga menunjukkan perbaikan signifikan di bidang kesejahteraan sosial. Persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat 6,62 persen, turun 0,09 poin dibanding Maret. Di wilayah perkotaan, angka kemiskinan bahkan turun cukup drastis menjadi 3,95 persen.
Tetapi tantangan tetap ada di wilayah pedesaan yang masih mencatatkan angka kemiskinan sebesar 10,11 persen.
Pencapaian yang patut diperhatikan adalah penurunan tingkat ketimpangan pengeluaran (gini ratio) menjadi 0,341. Berdasarkan standar Bank Dunia, kelompok 40 persen terbawah kini mendapatkan pangsa hampir 19,90 persen dari total pengeluaran masyarakat – sebuah bukti bahwa pertumbuhan ekonomi mulai menjadi lebih inklusif.
Kerja Keras dan Kolaborasi
PLh Sekprov Sulut Dr Denny Mangala M.Si ketiks diminta tangapan Wartawan Sulutnews.com Jumat (6/2) lewat telepon mengatakan capaian PE cukup baik karena kerja keras semua pihak dan kolaborasi baik pemerintah pihak swasta dan 15 Kabupaten dan Kota” Jadi kerja keras dari Gubernur dan Wakil serta jajaran dan kerjasama semua pihak sehinga ekonomi yakni PE cukup baik” kata Mangala. (Fanny)





