Siau, Sulutnews.com — Rangkaian penanggulangan bencana alam hidrometeorologi di wilayah Kepulauan Sitaro resmi berakhir. Prajurit Kodam XIII/Merdeka menutup seluruh aksi kemanusiaan yang telah dilaksanakan dengan hasil yang dinilai memuaskan, ditandai dengan apel penutupan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Sabtu (18/1/2026).
Apel penutupan tersebut dipimpin oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Inggrid Kalangi, S.Km., dan dilaksanakan di Terminal Ulu Siau, Kelurahan Tarorane, Kecamatan Siau Timur. Kegiatan dimulai pukul 16.00 WITA dan diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari unsur TNI, serta berbagai instansi terkait.

Dalam amanatnya, Bupati Kepulauan Sitaro menyampaikan rasa syukur atas berakhirnya masa tanggap darurat pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kepulauan Sitaro, khususnya Pulau Siau. Ia mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang telah bekerja tanpa lelah dalam membantu masyarakat terdampak.
Selama masa tanggap darurat, Prajurit Kodam XIII/Merdeka bersama unsur terkait melaksanakan berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari evakuasi warga, pembersihan material banjir dan longsor, perbaikan fasilitas umum, pendistribusian bantuan logistik, hingga pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi penggerak utama percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana. Semangat gotong royong dan kebersamaan antara aparat dan warga menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana di wilayah Kepulauan Sitaro.

Dengan ditutupnya status tanggap darurat ini, seluruh pihak diharapkan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan serta terus melanjutkan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi guna memulihkan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat secara berkelanjutan.






