Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sitaro · 18 Jan 2026 23:23 WITA ·

Bupati Chyntia Inggrid Kalangi : Prajurit Kodam XIII/Merdeka Tutup Aksi Kemanusiaan Penanggulangan Bencana Alam di Sitaro dengan Hasil Memuaskan


Bupati Chyntia Inggrid Kalangi : Prajurit Kodam XIII/Merdeka Tutup Aksi Kemanusiaan Penanggulangan Bencana Alam di Sitaro dengan Hasil Memuaskan Perbesar

Siau, Sulutnews.com — Rangkaian penanggulangan bencana alam hidrometeorologi di wilayah Kepulauan Sitaro resmi berakhir. Prajurit Kodam XIII/Merdeka menutup seluruh aksi kemanusiaan yang telah dilaksanakan dengan hasil yang dinilai memuaskan, ditandai dengan apel penutupan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Sabtu (18/1/2026).

Apel penutupan tersebut dipimpin oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Inggrid Kalangi, S.Km., dan dilaksanakan di Terminal Ulu Siau, Kelurahan Tarorane, Kecamatan Siau Timur. Kegiatan dimulai pukul 16.00 WITA dan diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari unsur TNI, serta berbagai instansi terkait.

Dalam amanatnya, Bupati Kepulauan Sitaro menyampaikan rasa syukur atas berakhirnya masa tanggap darurat pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kepulauan Sitaro, khususnya Pulau Siau. Ia mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang telah bekerja tanpa lelah dalam membantu masyarakat terdampak.

Selama masa tanggap darurat, Prajurit Kodam XIII/Merdeka bersama unsur terkait melaksanakan berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari evakuasi warga, pembersihan material banjir dan longsor, perbaikan fasilitas umum, pendistribusian bantuan logistik, hingga pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi penggerak utama percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana. Semangat gotong royong dan kebersamaan antara aparat dan warga menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana di wilayah Kepulauan Sitaro.

Dengan ditutupnya status tanggap darurat ini, seluruh pihak diharapkan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan serta terus melanjutkan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi guna memulihkan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat secara berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 1,072 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bertaruh Nyawa di Tengah Gelombang 5 Meter, Kisah Veskin Parasan Kendalikan Perahu Demi Selamatkan Empat Jiwa

17 Maret 2026 - 15:13 WITA

5 Warga Hilang di Laut Sangihe Ditemukan Selamat, Begini Respon Legislator Sulut Vionita Kuera

17 Maret 2026 - 14:04 WITA

Dua Hari Hilang di Laut, Lima Warga Akhirnya Ditemukan Nelayan Karalung di Perairan Sitaro

17 Maret 2026 - 09:04 WITA

Kapitalau Dame Satu Dukung Penerapan SISWAKAM, Dorong Transparansi Pengelolaan Keuangan Kampung

12 Maret 2026 - 12:15 WITA

Kecamatan Siau Timur Mulai Terapkan Digitalisasi Pengawasan Keuangan Desa

12 Maret 2026 - 11:53 WITA

Kejari Sitaro Bongkar Dugaan Permainan Proyek Pendidikan di SMAN 1 Siau Timur

11 Maret 2026 - 10:32 WITA

Trending di Sitaro