Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Aceh · 16 Jan 2026 07:05 WITA ·

Tak Henti-henti Usman Husin Desak Pembebasan Kawasan Hutan untuk Petani NTT Dalam RDP Komisi IV DPR RI


Tak Henti-henti Usman Husin Desak Pembebasan Kawasan Hutan untuk Petani NTT Dalam RDP Komisi IV DPR RI Perbesar

Jakarta – Komisi IV DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pejabat eselon I dan II Kementerian Kehutanan pada Rabu, 15 Januari. Dalam forum tersebut, Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, secara tegas meminta pemerintah membebaskan kawasan hutan yang selama ini menjadi kendala utama bagi masyarakat petani di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Usman Husin menyampaikan bahwa di sejumlah wilayah, khususnya Desa Pukubaun, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, masih terdapat kawasan hutan yang secara administratif belum dilepaskan, padahal lahan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat untuk digarap sebagai lahan pertanian produktif.

Tak hanya di Kabupaten Kupang, Usman juga menyoroti persoalan serupa yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Rote Ndao, hingga seluruh wilayah daerah pemilihan NTT II, di mana masih banyak kawasan kehutanan yang berada di tengah permukiman dan lahan garapan rakyat.

“Masyarakat sudah lama hidup dan berkebun di kawasan itu. Negara perlu memberi kepastian hukum agar lahan tersebut bisa dimanfaatkan secara sah untuk pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Usman Husin dalam RDP tersebut.

Menurutnya, ketidakjelasan status lahan kehutanan seringkali membuat petani kesulitan mengakses program pemerintah, bantuan pertanian, serta pengembangan usaha tani yang berkelanjutan.

Usman menilai, pembebasan dan penataan kawasan hutan yang tepat akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi pedesaan di NTT, daerah yang sebagian besar penduduknya bergantung pada sektor pertanian.

Ia pun meminta Kementerian Kehutanan untuk melakukan peninjauan lapangan dan percepatan kebijakan terkait pelepasan kawasan hutan yang telah lama dimanfaatkan masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan.

“Kita ingin hutan tetap terjaga, tetapi rakyat juga harus sejahtera. Keduanya bisa berjalan seiring jika kebijakannya berpihak pada realitas di lapangan,” ujar Usman.

RDP Komisi IV DPR RI tersebut menjadi momentum penting bagi perjuangan petani NTT untuk mendapatkan kepastian lahan garapan, sekaligus menegaskan komitmen Usman Husin dalam mengawal aspirasi masyarakat pedesaan di parlemen.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,075 kali

Baca Lainnya

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Emas Dukung Sistem Moneter

15 Agustus 2026 - 01:59 WITA

Kapolres Andhika Fitransyah Bersinergi Dengan Pengadilan Agama Boroko, Dorong Pelayanan Proses Hukum Aman & Berkeadilan

15 Agustus 2026 - 01:29 WITA

SINERGI SUCOFINDO-SUKAWA EDUPARK: WUJUDKAN PUSAT PETERNAKAN BERKELANJUTAN DARI HULU HINGGA HILIR

15 Agustus 2026 - 00:16 WITA

Bank Sentral Didorong Perkuat Cadangan Emas, RI Punya 3.600 Ton

14 Agustus 2026 - 23:59 WITA

Lampung Selatan Jadi Lokasi Relawan Bakti BUMN 2026, PTPN Group dan InJourney Group Siap Bersinergi

14 Agustus 2026 - 23:45 WITA

Plt Rektor Unsrat Prof. Jamaludin Jompa : 5.018 Mahasiswa Baru Harus Unggul, Unsrat Segera Miliki SIM dan Program AI

14 Agustus 2026 - 22:47 WITA

Trending di Manado