Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Hukrim · 14 Jan 2026 17:55 WITA ·

“Mengancam Wartawan” – Kesayangan Bupati Jodian Suki, Kepala Bidang Dinas Pertanian Rote Ndao Arogan terhadap Media


“Mengancam Wartawan” – Kesayangan Bupati Jodian Suki, Kepala Bidang Dinas Pertanian Rote Ndao Arogan terhadap Media Perbesar

NTT, Rote Ndao, Selasa (13 Januari 2026) – Jodian Suki, yang baru saja dilantik oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk sebagai Kepala Bidang di Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao, mendapat sorotan setelah menunjukkan sikap yang dinilai arogan dan bahkan mengancam wartawan saat dihubungi media terkait pemberian pupuk subsidi bagi kelompok tani, khususnya Kelompok Tani Kekodale Dusun Fau Desa Oelasin.

Ketika dikonfirmasi media ini pada Selasa (13/1/2026) terkait keluhan masyarakat dari Kelompok Tani Kekodale Dusun Fau Desa Oelasin, yaitu perwakilan kelompok tani Kekodale Dusun Fau Desa Oelasin Welem Resie dan Not Adu, yang berhak menerima pupuk subsidi, Jodian Suki dengan lantang menyatakan bahwa penyuluh telah ditugaskan oleh Kementerian Pertanian. Menurutnya, semua petani yang ingin membeli pupuk atau telah membentuk kelompok diimbau untuk mencari penyuluh di Desa Lalukoen, khususnya untuk wilayah Kecamatan Rote Barat Daya. Pernyataan tersebut disertai dengan kata-kata yang dianggap mengancam terhadap wartawan yang melakukan konfirmasi.

Ketika ditanya mengenai masyarakat petani Kelompok Tani Kekodale Dusun Fau Desa Oelasin yang tidak memiliki kendaraan untuk melakukan perjalanan ke Desa Lalukoen dan tidak dapat melaporkan keluhan atau mengurus administrasi terkait pupuk subsidi, Jodian Suki memberikan tanggapan yang mengejutkan dengan nada yang geram dan mengancam.

“Kalau butuh ya harus pergi cari penyuluh di Desa Lalukoen, bukan penyuluh yang mencari dan mendata masyarakat petani. Jadi walaupun jaraknya jauh, masyarakat harus pergi cari penyuluh,” tegas Jodian Suki. Bahkan, ia menambahkan, “Kalau masyarakat butuh ya harus dari desa Oelasin jalan kaki pigi cari penyuluh di Desa Lalukoen kecamatan Rote Barat Daya untuk lapor keluhan mereka.” Kata dia.

Pernyataan tersebut menuai kritik, mengingat penyuluh pertanian menerima gaji dari pemerintah melalui pajak daerah yang berasal dari kontribusi masyarakat, yang seharusnya digunakan untuk melayani masyarakat. Seharusnya, bukan masyarakat yang harus datang mencari penyuluh, melainkan penyuluh bersama pihak kepala desa yang mendatangi dan mendata petani untuk memastikan persyaratan penerima bantuan terpenuhi dengan baik.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,567 kali

Baca Lainnya

Kasus Kematian Johanis Anabokai Memanas: Polres Rote Ndao Jemput 3 Warga Dusun Lutu

17 Juni 2026 - 00:45 WITA

Polres Asahan Amankan 9 Kg Sabu dan Dua Kurir Dibekuk

15 Juni 2026 - 23:51 WITA

Perjumpaan Miftahul Huda – Sesditjen Pengelolaan Kelautan DJPK-KKP Membangun Kolaborasi Pemilik Lahan Dukung Penuh Pembangunan K-SIGN Tahap 2

15 Juni 2026 - 07:07 WITA

Peran Ketua Panitia SPMB Yedid Bessie dalam Menyampaikan Sistem Penerimaan Siswa Baru

15 Juni 2026 - 06:21 WITA

Michaela Elsiana Paruntu dan Royke Anter Bawa Aspirasi Mahasiswa Sulut ke DPR-RI dan Setneg

14 Juni 2026 - 17:13 WITA

Pertamina Pastikan Stok Pertalite Tersedia dan Menjamin Distribusi Normal di Seluruh Wilayah Indonesia

13 Juni 2026 - 19:30 WITA

Trending di Jakarta