Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Hukrim · 14 Jan 2026 17:55 WITA ·

“Mengancam Wartawan” – Kesayangan Bupati Jodian Suki, Kepala Bidang Dinas Pertanian Rote Ndao Arogan terhadap Media


“Mengancam Wartawan” – Kesayangan Bupati Jodian Suki, Kepala Bidang Dinas Pertanian Rote Ndao Arogan terhadap Media Perbesar

NTT, Rote Ndao, Selasa (13 Januari 2026) – Jodian Suki, yang baru saja dilantik oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk sebagai Kepala Bidang di Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao, mendapat sorotan setelah menunjukkan sikap yang dinilai arogan dan bahkan mengancam wartawan saat dihubungi media terkait pemberian pupuk subsidi bagi kelompok tani, khususnya Kelompok Tani Kekodale Dusun Fau Desa Oelasin.

Ketika dikonfirmasi media ini pada Selasa (13/1/2026) terkait keluhan masyarakat dari Kelompok Tani Kekodale Dusun Fau Desa Oelasin, yaitu perwakilan kelompok tani Kekodale Dusun Fau Desa Oelasin Welem Resie dan Not Adu, yang berhak menerima pupuk subsidi, Jodian Suki dengan lantang menyatakan bahwa penyuluh telah ditugaskan oleh Kementerian Pertanian. Menurutnya, semua petani yang ingin membeli pupuk atau telah membentuk kelompok diimbau untuk mencari penyuluh di Desa Lalukoen, khususnya untuk wilayah Kecamatan Rote Barat Daya. Pernyataan tersebut disertai dengan kata-kata yang dianggap mengancam terhadap wartawan yang melakukan konfirmasi.

Ketika ditanya mengenai masyarakat petani Kelompok Tani Kekodale Dusun Fau Desa Oelasin yang tidak memiliki kendaraan untuk melakukan perjalanan ke Desa Lalukoen dan tidak dapat melaporkan keluhan atau mengurus administrasi terkait pupuk subsidi, Jodian Suki memberikan tanggapan yang mengejutkan dengan nada yang geram dan mengancam.

“Kalau butuh ya harus pergi cari penyuluh di Desa Lalukoen, bukan penyuluh yang mencari dan mendata masyarakat petani. Jadi walaupun jaraknya jauh, masyarakat harus pergi cari penyuluh,” tegas Jodian Suki. Bahkan, ia menambahkan, “Kalau masyarakat butuh ya harus dari desa Oelasin jalan kaki pigi cari penyuluh di Desa Lalukoen kecamatan Rote Barat Daya untuk lapor keluhan mereka.” Kata dia.

Pernyataan tersebut menuai kritik, mengingat penyuluh pertanian menerima gaji dari pemerintah melalui pajak daerah yang berasal dari kontribusi masyarakat, yang seharusnya digunakan untuk melayani masyarakat. Seharusnya, bukan masyarakat yang harus datang mencari penyuluh, melainkan penyuluh bersama pihak kepala desa yang mendatangi dan mendata petani untuk memastikan persyaratan penerima bantuan terpenuhi dengan baik.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,567 kali

Baca Lainnya

Jembatan Merah Putih Presisi: Bukti Nyata Sinergi TNI–Polri, Hadir Membuka Akses dan Masa Depan Rakyat

14 Agustus 2026 - 15:22 WITA

“TIDAK ADA IZIN JUDI!” HANYA IZIN KERAMAIAN, MAKA DIBUKA LAGI , POLISI TEGAS: PEMDA ROTE NDAO WAJIB JAGA KONDUSIVITAS

13 Agustus 2026 - 21:16 WITA

Prestasi Gemilang, Kerinci Terbaik II Program 3 Juta Rumah, Bonus 250 Unit Bedah Rumah

13 Agustus 2026 - 16:42 WITA

KLARIFIKASI TERBARU! ASISTEN I PETSON HANGGE AKUI UANG Rp40 JUTA, DISEBUT HASIL KESEPAKATAN DAN TERTUANG DALAM PROPOSAL

11 Agustus 2026 - 17:00 WITA

RESES II MIKAEL MANU WARGA OELASIN DESAK PEMBANGUNAN JALAN, DINAMO CELUP HINGGA BIBIT TERNAK

11 Agustus 2026 - 13:46 WITA

MELEDAK! UANG Rp40 JUTA KINI DIKLARIFIKASI

11 Agustus 2026 - 10:21 WITA

Trending di Internasional