Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 28 Nov 2025 14:42 WITA ·

Minat Investor Global Meningkat, Emas Dalam Tren Bullish di Tengah Volatilitas Pasar


Minat Investor Global Meningkat, Emas Dalam Tren Bullish di Tengah Volatilitas Pasar Perbesar

Harga emas (XAU/USD) memasuki perdagangan hari ini dengan kecenderungan menguat seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Ekspektasi ini mendorong pelemahan dolar AS dan penurunan yield obligasi pemerintah, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Sentimen ini terlihat konsisten dalam beberapa sesi terakhir, mencerminkan perubahan sikap pasar terhadap kondisi makroekonomi global dan potensi langkah kebijakan moneter yang lebih dovish.

Menurut analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai bahwa pergerakan emas hari ini masih berada dalam jalur bullish. Menurutnya, ekspektasi pemangkasan suku bunga memberi dorongan signifikan terhadap logam mulia ini. “Banyak pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan mendatang. Hal ini melemahkan dolar AS dan menurunkan opportunity cost dalam memegang emas, sehingga memperkuat daya tariknya di mata investor,” ujarnya.

Selain faktor kebijakan moneter, tekanan inflasi global dan melemahnya kepercayaan terhadap stabilitas mata uang fiat turut memperkuat permintaan emas. Situasi ekonomi AS yang mulai menunjukkan tanda perlambatan melalui data ketenagakerjaan dan indeks manufaktur juga menjadi alasan investor meningkatkan eksposur pada aset lindung nilai.

Secara teknikal, Andy memproyeksikan bahwa jika tekanan bullish terus berlanjut, harga XAUUSD berpotensi naik hingga area $4381 pada pekan depan. Ia menyebutkan bahwa momentum penguatan masih terjaga, terutama jika dolar AS tidak menunjukkan rebound yang signifikan dalam waktu dekat. “Selama harga mampu bertahan di atas struktur support, peluang penguatan tetap terbuka,” jelasnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pasar masih berada dalam kondisi sensitif terhadap data ekonomi AS dan sinyal dari pejabat The Fed. Jika dolar AS kembali bangkit, baik akibat data ekonomi yang lebih kuat, kenaikan yield obligasi, maupun pernyataan hawkish dari bank sentral, harga emas berpotensi mengalami tekanan. Dalam skenario alternatif, Andy menegaskan bahwa jika harga mengalami reversal dan menembus area kunci $3867, maka penurunan lanjutan menuju $3718 bukan hal yang mustahil.

Dengan ketidakpastian global yang masih tinggi, termasuk risiko geopolitik dan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali, emas tetap dianggap salah satu aset defensif paling relevan. Investor kini menunggu rilis data ekonomi lanjutan serta komunikasi resmi dari The Fed untuk melihat arah pasar yang lebih jelas.

Untuk saat ini, outlook emas tetap positif dengan bias bullish. Namun volatilitas diperkirakan meningkat seiring mendekatnya periode pengambilan keputusan bank sentral. Pelaku pasar disarankan tetap mencermati area teknikal penting dan perubahan sentimen yang dapat memengaruhi arah harga secara signifikan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 946 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Melayani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

24 Agustus 2026 - 17:11 WITA

Saham Alibaba Anjlok 10%, Investor Soroti Aksi Penggalangan Dana US$10,2 Miliar untuk AI

24 Agustus 2026 - 16:23 WITA

Grand Indonesia – PURANA 17 “Renjana Perca” Ditutup Anggun dengan Peluncuran PURANA KIDS SS27: Hadirkan Perpaduan Motif Purana x Afganial dan Regal Bloom

24 Agustus 2026 - 14:13 WITA

OSL Indonesia Rayakan Grand Launch di Bali, Hadirkan Semangat Baru untuk Ekosistem Keuangan Digital Indonesia

24 Agustus 2026 - 13:21 WITA

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Dukung Resiliensi Pelabuhan ASEAN

24 Agustus 2026 - 13:04 WITA

Dr. Dhiraj Kelly Sawlani, CTA, WPA, dan NS Trade Siapkan Program Permodalan bagi 200 Trader Berpengalaman

24 Agustus 2026 - 11:58 WITA

Trending di Bisnis