Manado, Sulutnews.com. Kepala Bidang ( Kabid) SMK Dinas Pendidikan Daerah ( Dikda) Sulut Vecky Pangkerego S.Pd.M.Pd minta kepada semua 194 Kepsek SMK baik Negeri dan Swasta untuk manfaatkan sarana dan prasarana (Sapras) yang telah dibangun disekolah masing masing. Sarpras yang ada jangan dibiarkan saja atau ditelantarkan.” Semua Sapras yang telah dibangun harus dimanfaatkan dengan baik untuk peningkatan kualitas dan kompetensi keahlian siswa ” kata Kabid SMK Dikda Sulut Vecky Pangkerego kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Usai Memberikan Materi dalam Bimbingan Teknis ( Bintek) Kepsek SMK di Aula Dikda Sulut Rabu (22/10) .
Bintek dihadiri puluhan Kepsek SMK Negeri dan Swasta termasik 43 Kepsek – Kepsek yang sekolahnya mendapat dana Revitalisasi Dari Kemendikdasmen. Dan delapan Kepsek SMK Negeri yang siap menjadi Badan Layanan Umum Daerah ( BLUD). Turut memberikan Materi dari Pengawas SMK Dikda Sulut.
Menurut Kabid Pangkerego, saat ini banyak pembangunan Sarpras disekolah sekolah SMK sesuai program keahlian yang dibangun pemerintah Pusat dan daerah.
Antara lain ruang belajar dan ruang ptaktek siswa serta laboratorium dan Sarpras Lainnya. Ini semua harus dimanfaatkan. Termasuk bila proyek Revitalisasi di 43 SMK Negeri dan Swasta yang sementara berproses pembangunannya dan realisasi hinga 15 Desember 2025.
” Jadi cukup banyak perhatian pemerintah baik Pusat dan Pemda Sulut saat ini” kata Pangkerego. Terkait program Revitalisasi di 43 SMK Negeri dan Swasta Kabid Vecky tegaskan harus ikut aturan terkait proses pembangnan dan rehab sekolah. Spek harus sesuai dan juga kualitas. Memang itu bantuan langsung untuk program swakelolah pekerjaanya dan pengawasan dari Kemendikdasmen. Namun kita juga ada koordinasi dengan Kementrian terkait proyek revitalisasi.
Kabid minta 43 Kepsek kerja cepat dan berpacu agar 15 Desember 2025 tuntas.sesuai jadwal dari Kemendikdasmen.
Sebelumnya didepan puluhan Kepsek SMK Kabid Vecky mengatakan, Bintek ini penting karena untuk memberikan arahan dan pemahaman pentingnya memanfaatkan Sarpras.

Foto – Kabid SMK Dikda Sulut Vecky Pangkerego S.Pd.M.Pd Saat Memberikan Materi dan Arahan Didepan Puluhan Kepsek SMK Yang Ikut Bentek Rabu (22/10) di Aula Dikda Sulut
SMK berbeda dengan SMK karena dan program keahlian dan banyak Sarpras yang dibangun. Ini harus menjadi perhatian. Untuk program Revit masih bisa betambah bila ada koordinasi dengan Kemendikdasmen ” Sekolah yang sudah dapat Revit bisa dapat lagi dan yang belum kedepan bisa dapat juga” kata Pangkerego. Namun itu dari Kementrian yang akan menilai layak atau tidak.
BLUD SMK Negeri
Terkait program Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabid menapresiasi delapan SMK Negeri yang sudah menyampaikan proposal dan program untuk tahapan menjadi BLUD . Ini kita berikan apresiasi karena baru delapab SMK dari 94 SMK Negeri di Sulut” Kita berharap bisa bertambah SMK untuk menjadi BLUD karena SMK itu harus menuju kesana yakni BLUD . Kita harus berbeda dengan SMA” kata Pangkerego.
Dikataksn juga kita ingin ada aturan dasar hukum terkait penjualan produk produk hasil karia disejumlah SMK baik Negeri dan Swasta. Ini penting agar kita tidak ada .masalah.
Untuk pengunaan dana Bantuan Oprasional Sekokah ( BOS) harus digunakan sesuau aturan dan juga pelaporan ini penting. Jangan ada pengeluaran yang tidak sesuai lantas dilaporkan sebagai pengeluasan dana BOS. Kita harus tertib administrasi dan transparan. (Fanny)





