Manado, Sulutnews.com – Sebanyak 45 Siswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dari daerah Terdepan, Terluar dan Tertingal ( 3T ) di Kabupaten Sitaro, Sangihe dan Talaud yang sementara sekolah ditujuh SMA dan SMK sejak Juli hinga Oktober 2025 tidak ada masalah baik proses belajar, makan minum dan tempat tingal.
” Dari pantauan di tujuh SMA dan SMK serta laporan dari Kepsek tidak ada masalah baik proses belajar ,makan minum, tempat tidur semja siswa baik baik saja” kata Kepala Bidang Pendidikan Khusus Layanan Khusus ( PKLK) Dikda Sulut Melinda Mamesah S.Pd.M.Pd kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Selasa (14/10) di Kantor Dikda Sulut.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias S.Pd
45 Siswa ADEM dari daerah 3T tersebut diserahkan Kadis Dikda Sulut Dr Femmy Suluh M.Si pada 16 Juni 2025 lalu kepada tujuh Kepsek SMA dan SMK di Manado yakni di SMA Negeri 1 Manado, SMA Negeri 9, SMA Negeri 7, SMK Negeri 1, SMK Negeri 6, SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 3 Manado.
Menurut Melinda Mamesah sudah sekitar lima bulan 45 Siswa ADEM dari daerah 3T bersekolah diujuh SMA dan SMK. Tidak ada masalah sesuai pantauan dan laporan dari Kepsek bahkan pengakuan siswa.” Kami berbanga karena lancar lancar saja proses sekolah bagi 45 Siswa ADEM” ujar Melinda.
Program SIswa ADEM daerah 3T sudah berjalan riga tahun sejak 2023 lalu sehinga sudah ada sekitar 116 siswa yang bersekolah saat ini yang sebelumnya hanya enam sekolah saat ini tahun 2025 sudah ketambahan satu SMA Negeri 7 sehinga menjasi tujuh sekolah.

Foto – Kepsek SMA Negeri 9 Manado Hendra Masie S.Pd
Kabid PKLK Melinda Mamesah yang menjadi penangjawab program Siswa ADEM dari Kemendikdasmen tersebut optimis siswa yang lagi bersekolah hinga tiga tahun akan sukses dan lulus dengan kualitas yang baik.
Tahun 2023 sekitar 31 siswa dan tahun 2024 sebanyak 40 sementara 2025 ada 45 siswa.
Mereka tingal ditempat tingal disekitar sekolah.dannrumahbguru guru dan ada pengawasan ketat dari pihak sekolah. Dari data yang ada banyak prestasi yang dicapai siswa siswa ADEM.” Kami berharap semua tujuh sekolah penerima siswa ADEM untuk tetap memperhatikan kualitas siswa ADEM. Dan juga kesehatan dan kebutuhan lainnya” kata Kebid Melinda.
Untuk semua biaya makan minum serta keperluan sekolah dan tempat tingal semua dibiayai Kemendikdasmen yang tranfer langsung semua dananya ke tujuh sekolah. Dan pengunaan transparan.
Sejumlah Kepsek Awasi Ketat
Sementara itu sejumlah Kepsek yang menerima Siswa ADEM dari daerah 3T secara terpisah kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Rabu (15/10) mengatakan, pihak sekolah mengawasi ketat semua siswa ADEM sejak program ini masul disekolah mereka.
Tidak ada masalah proses belajar mereka ,tempat tingal, makan dan minum serta kesehatan semua diawasi ketat dan ditangani cepat bila ada masalah kesehatan.
Hal itu dikatakan Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias S.Pd, Kepsek SMA Negeri 9 Manado Hendra Masie S.Pd.MM ,Kepsek SMA Negeri 7 Manado Dr Willem Rawung SS.MM dan Kepsek SMK Negeri 6 Manado Altje Salele S.Pd M.Pd serta Kepsek SMK Negeri 3 Manado Selvie Ransulangi S.Pd.M.Pd dan Kepsek SMK Negeri 2 Robbyn Koloway S.Pd.M.Pd. serta Wakil Kepsek SMK Negeri 1 Manado Novie Kesek.S.Pd.

Foto – Kepsek SMK Negeri 6 Manado Altje Saleleh S.Pd.M.Pd Yang Mendapat Guru Bahasa Jepang Dua Tahun Berturut – Turut
Menurut Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias sejak tahun 2023 hinga tahun ini ada 19 Siswa ADEM yang mereka terima. Tidak ada masalah karena mereka ( Siswa ADEM, red) tingal dirumah guru guru. Untuk proses belajar lancar bahkan ada yang berprestasi. Untuk makan tidak ada masalah termasuk kesehatan terjamin.
Begitu.juga di SMA Negeri 9 menurut Kepsek Hendra Masie ada 29 Siswa ADEM sejak tahun 2023 hinga saat ini. Tempat tingal mereka baik dan juga makan dan minum aman.” Pokoknya 29 siswa ADEM aman dan nyaman” kata Kepsek.
Untuk SMA Negeri 7 baru tahun ini dapat siswa ADEM sebanyak 4 Siswa yang tempat aman tingal dirumah guru guru sehinga pengawasan ketat termasuk makan dan.minum. “Tidak ada masalah bagi SMA Negeri 7 untuk 4 Siswa ADEM” kata Kepsek Willem Rawung.
Sedangkan di SMK Negeri 6 Menurut Kepsek Altje Salele ada 18 Siswa tingal ditempat Kost depsn sekolah. Aman dan tidak ada masalah baik tempat tingal dan juga makanan serta kesehatan”‘Kami pantau terus siswa ADEM” ujar Salele. Begitu juga dengan 15 Siswa ADEM di SMK Negeri 3.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Manado Telly Ticoalu,S.Pd,M.Si.
Menurut Kepsek Selvie Ransulangi semua 15 Siswa ADEM belajar bail.dan ada prestasi yang diraih. Tempat tingal baik dan untul.kesehatan langsung ditangani bila ada yang sakit. Untuk SMK Negeri 2 Manado menurut Kepsek Robbyn Koloway ada 15 SIswa ADEM semua amsn tempat tingal dan makanan.
TIdak ada masalah 15 Siswa ADEM. Sementara di SMK Negeri 1 Manado sekitar 16 Siswa ADEM. Mereka tingal dirumah guru guru sehinga kontrol sangat baik teemasuk makan dan kesehatan serta belajar.” Tidak ada masalah 16 Siswa ADEM.. Ada yang berprestasi siswa ADEM. (Fanny)





