Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Bisnis · 28 Sep 2026 11:30 WITA ·

90% UMKM RI Belum Optimalkan AI, yang Sudah Pakai Pun Lupa Cek Hal Ini


90% UMKM RI Belum Optimalkan AI, yang Sudah Pakai Pun Lupa Cek Hal Ini Perbesar

Studi Small Business Credit Survey yang dirilis oleh Federal Reserve Bank of San Francisco mencatat bahwa hampir 40% bisnis kecil di Amerika Serikat sudah menggunakan atau berencana menggunakan AI. Penggunaannya paling banyak untuk tugas sehari-hari: menulis materi pemasaran, membalas pesan pelanggan, membuat visual, hingga menganalisis data penjualan.

Pola yang sama, bahkan lebih mencolok, terlihat di Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat bahwa lebih dari 90% pelaku UMKM di Indonesia belum memanfaatkan AI secara optimal dalam proses bisnis mereka. Survei UKM Indonesia bersama ICCI.id juga menemukan bahwa dari UMKM yang sudah mencoba AI, penggunaannya masih didominasi sekadar berdiskusi atau menggali ide, bukan untuk pekerjaan yang benar-benar memengaruhi cara bisnis mereka dalam menemukan calon pelanggan.

Yang menarik, dari semua penggunaan itu, baik di Amerika Serikat maupun Indonesia, hampir tidak ada yang menjawab satu pertanyaan paling mendasar: kalau calon pelanggan bertanya ke AI soal produk atau layanan yang mereka jual, apakah nama bisnis mereka sendiri yang muncul sebagai jawaban.

Banyak pemilik bisnis memakai AI setiap hari untuk menulis materi promosi atau membalas pesan pelanggan, tapi belum pernah sekali pun mencoba bertanya ke AI dengan pertanyaan yang persis sama seperti yang biasa diketik calon pelanggan mereka sendiri, misalnya “rekomendasi tempat makan enak di dekat sini” atau “aplikasi belanja online paling terpercaya apa.” Kalau dicoba, banyak yang baru sadar nama bisnis mereka sama sekali tidak muncul di jawaban itu.

“Orang sudah nyaman pakai AI buat bantu kerjaan sehari-hari, tapi jarang kepikiran untuk mengecek AI dari sisi pelanggan. Padahal pertanyaan yang sama persis itulah yang menentukan apakah bisnis mereka ditemukan atau tidak,” ujar Alexandro Wibowo, Partner of Avonetiq.

Kesenjangan inilah yang coba dijawab melalui AVO by Avonetiq. Alih-alih dipakai sebagai alat bantu kerja seperti kebanyakan orang memakai AI, AVO justru dipakai untuk memeriksa dari sudut pandang calon pelanggan, mengecek apakah sebuah bisnis benar-benar muncul ketika AI ditanya pertanyaan yang biasa diajukan orang sebelum memutuskan untuk membeli.

“Ada satu pertanyaan yang jarang ditanyakan pemilik bisnis ke AI, padahal itu yang paling penting: kalau saya bukan pemilik bisnis ini, apakah AI bakal merekomendasikan saya ke orang lain? Kebanyakan belum pernah coba tanya itu,” tambah Alexandro.

Semakin banyak orang mengandalkan AI untuk mencari rekomendasi sehari-hari, pertanyaan itu kemungkinan besar akan menjadi hal pertama yang perlu dicek sebuah bisnis, bukan lagi sekadar bagaimana cara memakai AI supaya kerja lebih cepat.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 931 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dukung Agenda Literasi OJK, Prudential Syariah Ajak Mahasiswa Rancang Strategi Perluas Akses Asuransi Syariah

28 September 2026 - 18:40 WITA

OSL Indonesia Resmikan Kantor Baru, Perkuat Komitmen Kepatuhan Berstandar Global di Indonesia

28 September 2026 - 18:12 WITA

Hisense Hadirkan Direct Service Center di Jakarta Barat untuk Layanan Purna Jual yang Lebih Dekat

28 September 2026 - 17:54 WITA

Diwali Bazaar 2026 Jadi Ruang Temu Budaya, UMKM, dan Gaya Hidup India di Jakarta

28 September 2026 - 17:52 WITA

Jawab Tantangan Dinamika Ekonomi Global, BINUS @Medan Luncurkan Joint Degree Digital Business Bersama Asia University Taiwan

28 September 2026 - 17:25 WITA

Intrusion Detection System Drone: Alarm Terpicu, Drone Terbang Otomatis untuk Verifikasi Ancaman

28 September 2026 - 17:15 WITA

Trending di Bisnis