Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Sitaro · 7 Jan 2026 08:04 WITA ·

693 Jiwa Terdampak Banjir Bandang di Sitaro, Gubernur Sulut Tinjau Lokasi Bencana dan Pengungsian


0-0x0-0-0# Perbesar

0-0x0-0-0#

Sitaro.sulutnews.com – Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chintya Ingrid Kalangit, Kapolres AKBP Iwan Permadi, serta jajaran pejabat TNI-Polri dan pemerintah daerah secara langsung menyambut kedatangan Gubernur Sulawesi Utara (sulut), Yulius Selvanus, yang tiba di Bandara Taman Bunga Karno, Siau, pada Selasa, 6/1/2026 sore.

 

Kedatangan orang nomor satu di Sulawesi Utara ini didampingi rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut, bertujuan untuk meninjau dan memastikan penanganan bencana berjalan maksimal, termasuk ketersediaan logistik, layanan kesehatan, serta proses evakuasi bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro pada 5 Januari 2026.

Gubernur Sulut, Yulius Selvanus sementara berdialog dengan warga yang mengungsi di gedung musium ulu siau

Gubernur beserta rombongan meninjau Kelurahan Bahu (Sondang) dan berdialog langsung dengan Bupati serta unsur Forkopimda Sitaro untuk memastikan proses penanganan pascabencana berjalan lancar. Selanjutnya, Gubernur bersama rombongan, Bupati Sitaro, serta unsur Forkopimda meninjau lokasi pengungsian yang berada di Gedung Museum Ulu Siau. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke warga terdampak yang sedang menjalani perawatan di Puskesmas Ulu Siau serta sejumlah titik lainnya.

 

Banjir bandang tersebut terjadi pada 5 Januari 2026 sekitar pukul 03.00 WITA. Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Selasa, 6 Januari 2026, pukul 14.30 WITA, tercatat sebanyak 244 kepala keluarga dengan total 693 jiwa terdampak di sejumlah kampung dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, 316 orang berjenis kelamin laki-laki dan 375 perempuan.

 

Lokasi terdampak meliputi Kampung Bahu, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Bumbiha, Paseng, dan Bandil. Titik-titik pengungsian tersebar di Gedung Museum Ulu Siau, Gereja Betabara Paseng, serta rumah kerabat warga.

 

Berdasarkan laporan lapangan, sebanyak 17 orang menjalani perawatan medis di puskesmas, sementara dua korban lainnya dirujuk ke Manado untuk penanganan lanjutan.

 

Selain itu, data sementara mencatat 16 orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan pendataan lanjutan serta upaya penanganan darurat, termasuk pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.

Artikel ini telah dibaca 1,442 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dentuman Disertai Erupsi Kecil Gunung Karangetang, BPBD Sitaro Imbau Warga Tetap Waspada

12 Juli 2026 - 21:36 WITA

Pemkab Sitaro Perkuat Validitas Data Sosial, Dana Duka dan BPJS Ketenagakerjaan Ikut Dibahas

10 Juli 2026 - 21:08 WITA

Plt Bupati Sitaro Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 ke DPRD

10 Juli 2026 - 20:41 WITA

Plt Bupati Sitaro Minta Lima Plt Kepala OPD Bergerak Cepat Layani Masyarakat

9 Juli 2026 - 23:21 WITA

Banmus DPRD Sitaro Tetapkan Jadwal Paripurna APBD 2025, Moghtar Kaudis Dilantik sebagai Ketua DPRD 11 Juli

8 Juli 2026 - 21:09 WITA

DPRD Sitaro Mulai Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Seluruh Fraksi Sepakat Lanjut

8 Juli 2026 - 09:28 WITA

Trending di Sitaro